Merenungi Hidup

Biar nggak stres memikirkan Indonesiaku, mending merenungi diri sendiri… (he he, daripada gak kunjung ada postingan baru). Continue reading

Mesti “Berubah”, tetapi Jangan “Merubah” (Oleh-oleh Gempita Bulan Bahasa)

Bagi mereka yang biasa menekuni bahasa Indonesia, perihal “perubahan” ini pastilah tidak lagi jadi masalah. Namun, bagi mereka yang awam, apalagi yang abai pada bahasa persatuan kita itu, tentulah lain masalahnya. Sangat boleh jadi mereka masih suka “merubah”, padahal mestinya cukup dengan “mengubah” kesadaran dan perilaku kebahasaan mereka sehingga bisa memenuhi standar “baik dan benar” yang memadai. Continue reading

Anda Tuhan atau tuhan?

Tuhan (dengan T besar dan tanpa tanda kutip) di balik jeruji. Itu kenyataannya, bukan “Tuhan” atau tuhan. Sebab, mestinya, tuhan-lah yang kita kerangkeng atau lebih baik lagi kita lenyapkan. Bukankah kita ini sekadar hamba Tuhan yang kalaupun punya kedudukan tinggi, tak kurang dan tak lebih hanyalah sebagai khalifah-Nya di muka bumi ini? Jadi, tak layaklah kita menuhan-nuhankan diri. Namun, kenyataannya? Continue reading

Geng Motor Masuk Surga?

Wallahu a’lam, hanya Tuhan yang tahu. Bisa jadi para anggota geng motor pun bisa masuk surga asalkan perilakunya memenuhi syarat. Tapi, kalau gak tahu juntrungannya tiba-tiba melempari sesama pengendara yang berpapasan dengan gir dan menyebabkan mata si korban buta (harus diamputasi), wah, itu sih layak masuk neraka jahanam “tanpa perlu dihisab lagi” (maaf kalau agak lebay begini, soalnya absurd banget sih itu kelakuan geng motor). Continue reading

Oleh-oleh Takziah Elan

Kadang aku merasa telah mampu merancang-rancang wacana untuk menghadapi batas usia yang sewaktu-waktu tiba. Begitu juga bila istri atau anak-anak yang lebih dulu sampai ke sana.

Continue reading

Aku Tak Berniat Puasa … Maaf

Sungguh, selama ini aku tak pernah berniat untuk puasa meski pada akhirnya puasa juga. Memasuki Ramadan kali ini pun aku tak berniat hendak puasa dan goresan ini membuktikannya: puasa ngeblog. He he he. Continue reading

Menag Gegabah soal NII

Dengan “hanya” berbekal sebuah kunjungan singkat (Rabu, 11 Mei 2011) ke Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Zaytun, Indramayu, Jawa Barat, Menteri Agama (Menag) langsung memberikan pernyataan bahwa Ponpes Al-Zaytun tidak terkait sama sekali dengan “organisasi” Negara Islam Indonesia (NII). Continue reading

Kontes Stiker Islami (NII? Yes!)

Postingan ini dibuat untuk ikut berpartisipasi dalam kontes yang diadakan Ustad Akhmad Tefur: kontes stiker Islami. Lah, tapi apa “stiker” berikut ini Islami meski di dalamnya memang tertera kata tersebut? Continue reading

NII (KW9-Al-Zaytun) Kuda Troya RI?

Maraknya pemberitaan soal korban-korban perekrutan untuk menjadi anggota Negara Islam Indonesia (NII) belakangan ini, selain mengharuskan masyarakat untuk waspada, juga meniscayakan mereka untuk tahu betul apa saja hal-hal yang benar dan yang keliru mengenai NII itu. Continue reading

Serangan Ajal

Bohong bahwa orang sampai kehabisan ide penulisan. Yang benar adalah orang kehabisan cara untuk menuliskan ide itu. Demikian menurut rekan blogger Bogor, WKF. Namun, nyatanya, aku benar-benar belum mampu menulis postingan apa pun, entah idenya yang kurang cocok di hati atau memang tak mampu (kehabisan cara) untuk menuangkannya dalam tulisan.

 

Meski begitu, aku tak ingin terlalu banyak mengeluh. Kalau bisa ya tak mengeluh sama sekali. Konon, mengeluh itu membuat Tuhan mengurangi jatah berkah kita. Aku mesti melihat kemungkinan lebih “buruk” yang bisa jadi diderita orang lain. Dalam hal apa pun lantaran segala sisi hidup ini pada akhirnya saling memiliki kaitan. Continue reading