Dalam sebuah ceramah tak lama setelah kabar perceraiannya dengan Teh Ninih ramai diberitakan infotainment, Aa Gym bilang bahwa ia tetap tegar, tak terpengaruh sama sekali oleh persoalan tersebut. Ia yakin bahwa takdir sesorang takkan tertukar. Maka ia yakin menjalani “takdirnya” itu. Menurutnya, yang (bisa) salah itu bukan soal yang diberikan kepada kita, tetapi jawaban yang kita berikan atas soal itu.
Pernyataannya itu merujuk kritik/tanggapan masyarakat (dan media) terhadap dirinya (atas masalah perceraiannya) sebagai soal, sedangkan jawabannya adalah ketenangannya menghadapi masalah tersebut. Itu jenis jawaban yang (secara tersirat, menurut Aa) benar.
Namun, bagaimana jika sebenarnya yang menjadi soal (yang diberikan Tuhan kepada Aa) adalah “kesuksesan dirinya (dalam bisnis dan dakwah)”, lalu Aa memberikan jawaban poligami? Lantas, poligami itu pada gilirannya juga memunculkan soal “tuntutan keadilan dan ke-aman-damai-terkendali-an” yang lalu dijawab Aa (bersama Teh Ninih) dengan “perceraian”. Apakah jawaban-jawaban (dari sisi) Aa itu benar (tepat)?
Yah, memang betul, Aa, hidup ini cuma berkisar pada soal-jawab demikian. Permasalahannya, mampukah kita memahami soal-soal itu dengan baik dan memberikan jawaban-jawaban yang benar atau tepat?









poligami selalu akan memunculkan friksi, dan posisinya sebagai seorang dai selebriti sudah pasti akan menjadi bumerang ketika dia melakukan hal yang tidak disukai hampir semua wanita ini.
Posted by Wong Kam Fung | Januari 16, 2011, 6:12 amsemoga aa gym makin tenang
Posted by bahtiar | Januari 16, 2011, 8:59 amAngkat tangan saya. ga berani ngomong. udah bukan Aa Gym dan kedua istrinya aja yang jadi subjek disini. Kondisi lingkungan mereka yang sudah menganggap sinis terlebih dahulu juga udah bikin tambah runyam.
Posted by Miftahgeek | Januari 17, 2011, 7:36 pmpasti ini yang terbaik dariNya buat aa gym teh nini dan semua pihak….semoga….amien
Posted by echa | Januari 17, 2011, 9:53 pmbukan hanya jawaban, kalo dikasi soal sama Allah, saya pikir. tetapi juga penerapan dari jawaban kita, amaliyah kita
Posted by eneng ocha | Januari 24, 2011, 1:06 pmALHAMDULILLAH, setelah seminggu terkapar karena sakit, tidak banyak komen yang memerlukan jawaban. Seluruh komen yang belum ter-replay hanya ada di postingan ini, jadi aku gabung saja jawabannya.
@WKF, setuju Mas.
@Bahtiar, amin.
@Miftah, betul juga.
@Echa, amin YRA.
@Eneng Ocha, iya, betul.
Terima kasih atas semua yang berbagi komen di sini.
Posted by Awam | Januari 24, 2011, 6:27 pmSelamat menulis kembali sobat,…semoga sehat selalu. salam
Posted by teguhsasmitosdp1 | Januari 27, 2011, 12:47 amWaalaikumsalam. Amin, terima kasih banyak, Pak Guru.
Posted by Awam | Februari 5, 2011, 9:54 pmhanya Alloh yang tahu apakah yang dilakukan Aa benar atau tidak
kita manusia tidak boleh menilai secara pribadi
Posted by thuns | Januari 29, 2011, 6:17 amIya sih. Makasih dah berkunjung.
Posted by Awam | Februari 5, 2011, 9:55 pmsoal dan jawaban yang susah … tp klo orang pinter berkata-kata kaya Aa slalu ajah punya jawabannya … klo yg awam spt aku paling bisa bilang … ya .. sudah lah *jadi inget teori bubur nyah Aa Gym*
btw … moga sehat slalu, maaf baru tau habis sakit.
Posted by kopral cepot | Februari 3, 2011, 4:29 pmAmin. Terima kasih, KC.
Kayaknya menarik tuh teori buburnyah, aku blum tau.
Posted by Awam | Februari 5, 2011, 9:57 pmKata beliau : ”Nasi sudah menjadi bubur. Bila sudah menjadi bubur, tinggal ditambah cakweh, kacang, krupuk, sambal, ayam, dan lain-lain biar jadi bubur ayam spesial”.
Posted by kopral cepot | Februari 6, 2011, 3:37 pmAa Gym lebih tahu dan lebih paham tentang dirinya dan keluarganya.
Dan Allah, maha tahu segalanya apa yang dikehendaki kepada hamba-hambanya..
Tapi, manusia diluar sana, sok tahu!
Posted by ardhan | Februari 5, 2011, 7:58 pmHe he he, kena deh daku (termasuk yang sok tahu).
BTW, aku hanya hendak jujur dengan perspektifku saat ini.
Makasih, Bung Ardhan, telah saling mengingatkan.
Posted by Awam | Februari 5, 2011, 10:00 pmwaduh…. hehe komentar saya bukan untuk abang, tapi untuk televisi gosip..
duh maaf yah
Posted by Martha Andival | Februari 12, 2011, 12:40 amjika kita ingin menilai aa gym sangat sudah, takut menjadi fitnah dan buruk sangka
Posted by Bankruptcy | Februari 19, 2011, 7:06 amapapun yang terjadi dengan aa gym, beliau tetap berdakwah untuk kebaikan umat
Posted by immigration | Februari 24, 2011, 11:25 amaa gym mungkin tahun ini mulai redup,,, tapi mudah2an kedepannya bisa lebih baik,,
Posted by Chongqing Escort | Februari 25, 2011, 10:34 pmyang paling penting adalah nilai jihad dakwah nya
Posted by Short Sales | Maret 12, 2011, 9:30 amYang paling penting itu jangan cuma dengar doanx
tapi melaksanakanya…….
Posted by Nuraeni | Agustus 23, 2011, 10:09 am