you're reading...
Puisi Awam

Bayang-Bayang Kehidupan

blackholeBayang-Bayang

Kau kau kau kau di mana-mana kau, melekat dalam gerak menyemayam dalam diam. Semilir angin pun berembus dari napasmu. Binar sinar, semburat cahaya, alir air dan ricik suaranya adalah rona rupamu. Lalu, apa yang tersisa untukku? Tak ada sebagaimana segenap rupa semesta raya hanyalah bayang-bayang jamak dari wujud ketunggalanmu.*

Untung saja kau baik hati. Kau ajari aku nama-nama, esensi semesta. Kau beri aku segenap sarana dan wahana. Kau ciprati aku dengan kreativitas dan dayamu. Lalu kita pun menjadi seperti ungkapan Iqbal:

Kau menciptakan malam dan aku yang membuat pelita

Kau menciptakan tanah liat dan aku yang membuat piala

Kau menciptakan sahara, gunung-gunung dan belantara

Aku yang membuat kebun anggur, taman-taman dan padang tanaman

Akulah yang telah mengubah batu menjadi cermin

Akulah yang telah mengubah racun menjadi obat penawar**

(jkt-sindo, 04.11.08, *terinspirasi dimitri; **mengutip puisi Muhammad Iqbal, alih bahasa oleh Ali Audah)


About Bahtiar Baihaqi

Sekadar ingin berbagi, dari orang awam, untuk sesamanya, orang awam pula dan mereka yang prokeawaman.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: