you're reading...
Curhat Awami, Sok Puitis

Curhatku

jalan

Pasrah

berdoadimanasajaLihat beribu hamster putar-puter pada bola roda raksasa. Mereka terus saja bergerak tak terbatas jarak. Sebagaimana bola terus berputar, mereka pun tak henti inci demi inci meniti tempat berpijak kaki. Kadang-kadang mereka ragu, ke mana gerangan menuju. Padahal, hakikatnya kembali jua ke pijakan awal itu, pada tempat yang dulu, pada semesta yang satu. Sayang, besar bola bikin mereka tak tahu. Silakan saja menggerutu atau pasrah saja pada-Ku.

(bgr-bj.gd-lipi, 06.11.08)

Sukses

horebersyukurTiba-tiba aku pun tergerak untuk berkata-kata. Barangkali terpicu marak orang-orang mendedah keberhasilan. Menyusul kemudian ramai-ramai khalayak meniru resep mereka. Lantas ada pesta pora perayaan kesuksesan. Lalu muncul resep-resep baru. Namun ada yang tetap termangu-mangu, bingung ragu-ragu ke mana menuju. Aku sendiri masih sibuk melacak jejak, menerka-nerka rambu-rambu hingga suatu waktu kulihat simpul-simpul ilmu itu. Sesuatu yang sejak lama telah ada dalam diriku, dirimu, diri kita semua. Kearifan yang terserak di mana saja. Tentu saja ada jua pada resep-resep mereka.

“Lalu, apa bedanya,” tanyamu. “Aku tak melihat ada yang istimewa pada temuanmu. Semua hal biasa yang kita semua sudah mengetahuinya. Lagipula, orang-orang pasti akan mengabaikannya lantaran dirimu sendiri tak dapat membuktikannya.”

Aku pun tertegun sejenak. Mencoba menyimak segenap detak, impuls-impuls gerak. Menyaling-silang jemari, meremas-remasnya, mengusapkannya pada muka. Ya, apa gerangan bedanya? Tak ada, kataku, selain kefakiran yang dulu jua dan ketabahan yang sedikit saja bertambah. Lalu kudekap dadaku untuk sekadar menghimpun tenaga, menghayati keberadaan sejauh kini dan meresapinya. Oallah, mungkin saja semua ini belum ada yang layak kubagi selain untuk diri sendiri, sembari kutelungkupkan muka pada telapak tangan sebagai ritus kebersyukuran.

(lipi-ctym-bj.gd, 25.11.08)

About Bahtiar Baihaqi

Sekadar ingin berbagi, dari orang awam, untuk sesamanya, orang awam pula dan mereka yang prokeawaman.

Diskusi

2 thoughts on “Curhatku

  1. salam kenal pak… wah, puitis🙂 bagaimana supaya bisa nulis seperti ini pak ?

    Posted by San | November 28, 2008, 9:48 am
  2. Wah, saya juga baru belajar. Tapi agaknya lebih sulit ilmu fisika. Jadi, kalo sama-sama mencoba, akhirnya Pak Guru San bakal lebih puitis. Terima kasih atas kesediaannya mampir di sini.

    Posted by awamologi | November 28, 2008, 1:22 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: