you're reading...
Awamologi

AWAMOPEDIA dan Maklumat Kesuksesan

horelulus

Awamopedia merupakan kata yang sepadan dengan ensiklopedia, tetapi juga merupakan “turunan” dari kata tersebut (ensiklopedia) akibat terpengaruh, sejenis dengan kata turunannya yang lain, wikipedia.

Namun, induk awal dari awamopedia adalah awamologi, sebentuk (wadah) “ilmu” kreasi orang awam (saya sendiri) yang berisi pendekatan, penyikapan, atau sudut pandang dalam melihat, memahami, atau menyikapi sesuatu berdasarkan nilai-nilai atau prinsip-prinsip keawaman. Singkat kata, awamologi adalah “ilmu” untuk menjalani hidup secara awam (lihat “maklumat awamologi”), termasuk dalam hal mencapai kesuksesan hidup.

Lebih jauh mengenai awamopedia dan kosakata lain bentukan dari awamologi bisa kita lanjutkan belakangan. Kali ini saya bermaksud memaklumatkan sebuah pijakan bagi pengamalan dan pengembangan awamologi ke depan, katakanlah sebagai maklumat pencapaian kesuksesan awami.

 

Hari ini, Kamis, 27 November 2008 sekira pukul 13.00-an WIB, saya berani menyatakan bahwa saya, “penemu” (tepatnya peramu atau perumus) dan pengamal awamologi, telah memulai langkah pada “jalur kesuksesan”. Tentu saja hal itu diukur dari sudut pandang keawaman atau berdasarkan nilai-nilai keawaman (awamologi).

 

Selanjutnya perlu saya perinci poin-poin penting pada  “jalur kesuksesan” itu.

Pertama, tentu saja, “penemuan” atas awamologi itu sendiri sebagai “ilmu” penyikapan hidup.

Kedua, keberanian pencanangan keberadaan diri pada “jalur kesuksesan awami” ini, yang ternyata telah melalui proses pengamalan awamologi selama hampir satu tahun jika dihitung dari proklamasi awamologi pada 22 Desember 2007 sampai dengan pemaklumatan ini, 27 November 2008.

Ketiga, keberanian itu didukung oleh “pencapaian” saya yang mampu memancing seorang Bambang Trimansyah, praktisi perbukuan kondang, memberikan komentar atau penilaian atas “naskah buku” saya tentang awamologi ini meski salah satu intinya menyatakan bahwa naskah tersebut belum memenuhi kriteria penerbit yang Mas Bambang pimpin untuk diterbitkan. Namun, poin-poin lain dari komentarnya alhamdulillah malah dapat memacu saya untuk terus mempraktikkan awamologi lebih jauh, mengeksplorasinya, baik untuk penyikapan hidup secara umum maupun untuk menuangkan gagasan penulisan prinsip-prinsip keawaman lewat buku dan media lain semisal internet.

Keempat, yang merupakan kelanjutan penyikapan dari poin ketiga, saya lalu berselancar di dunia maya (internet) mencari ide-ide penulisan dan berhasil curhat dan memancing tanggapan inspiratif dari seorang blogger dan penulis produktif M. Shodiq Mustika (lihat: menulis-dengan-pendekatan-awamologi). Tanggapan Mas Shodiq ini pada gilirannya mampu memicu dan memacu saya pula untuk menuruti saran-sarannya untuk kepentingan penulisan buku awamologi dan pengembangan ide ini. Salah satunya saya menuruti bikin blog baru, pindah dari blog lama (mumpung baru ada dua postingan, kata Mas Shodiq) di awamologi.livejournal.com ke awamologi.wordpress.com.

Kelima, saya mulai merasakan getaran energi awamologi yang makin kuat yang mendorong dan mengarahkan saya untuk terus menggali dan mengeksplorasi kreativitas awamologi. Dari sinilah kemudian timbul ide turunan awamopedia yang merupakan spesialisasi dari awamologi dari segi kebahasaan maupun prinsip-prinsip turunannya. Dari segi bahasa saja sejauh ini telah “tercipta” kosakata “awamologi”, “awami”, lalu “awamopedia”. Berikutnya masih bisa dibentuk kata-kata turunan lainnya, misalnya “awamonomik” yang sejenis dengan “wikinomik” atau “awamokrasi” yang diturunkan dari “demokrasi”. Tentu saja eksplorasi dan elaborasi dari kosakata atau istilah-istilah itu akan sangat mungkin dilakukan. Anda berminat?

About Bahtiar Baihaqi

Sekadar ingin berbagi, dari orang awam, untuk sesamanya, orang awam pula dan mereka yang prokeawaman.

Diskusi

Trackbacks/Pingbacks

  1. Ping-balik: Muhasabah Terus? Wah, Payah! « Awamologi - Desember 8, 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: