you're reading...
Puisi Awam

Cintaku Tumpah di Kereta

relka

ka1

Berdagang di Kereta

Ayo, siapa lagi, “ayat-ayat cinta” seribu rupiah saja. Kau berulang meneriakkan daganganmu di kereta, sekian bungkusan bawang putih seplastik isi lima.

Ah, bisa saja kamu, numpang beken novel-film AAC itu. Atau menyindir produk bajakan jualan teman-temanmu?

Lantas yang satu ini lain lagi, bolak-balik berkampanye tentang pembasmian tikus-tikus, di mana saja adanya. “Sebab, kata Mama Loren, tahun ini tahun tikus. Makanya jangan peliara tikus di mana-mana, di rumah, apalagi di kantor. Cukup pakai racun tikus ini. Dijamin mati, kering tanpa bau.”

Ah, kau, niru-niru infotainment aja. Gak nyambung tuh Mama Loren dengan racun tikusmu. Persis acara gosip itu, reportase “fakta” dibumbui peramal segala.

=KRL jabotabek, saat-saat meledaknya film AAC=

relkalagiSeorang Gila, Sufi, atau?

Hidupmu berjalan tiap pagi di kereta, kelas ekonomi pertama, Jakarta–Bogor. Belum terlalu sesak, selalu di gerbong terdepan, di pintu masuk, berpegangan pada sisi-sisinya menghitung-hitung entah apa pada sesobek kertas. Kau asyik sendiri, lalu duduk di pojok pintu memandang lurus ruang terbuka di hadapan. Tak ada kerut-kerut beban di dahimu dengan tatapan amat wajar, biasa saja, hanya pakaian kumal tak kenal cucimu jadi pembeda. Setiap orang pun jadi tahu kau bukan pria biasa. Kau luar biasa:

Kekhusukanmu pada kesendirian bukan ketidakpedulian, membuat sufi sekalipun bukan tandingan. Kaulah yang terbaik dalam keistiqamahan, menjaga jarak dari gempita keseharian.

KRL, jkt-bgr, 11.03.08

About Bahtiar Baihaqi

Sekadar ingin berbagi, dari orang awam, untuk sesamanya, orang awam pula dan mereka yang prokeawaman.

Diskusi

4 thoughts on “Cintaku Tumpah di Kereta

  1. Hehehe pedagang racun tikusnya di kereta saya kenal, kadang tuh orang jualan racun tikus, pernah juga saya liat jualan koran, tapi jarang. Tuh orang memang biasanya jualan racun tikus…. cara jualan rada2 kocak, khas banget, pertama ngucapin salam Halo orang Indonesia… terus ya blabala ujung-ujungnya nawarin racun tikus…

    Posted by aRIL | November 28, 2008, 3:28 pm
  2. Wah, berari kita sama-sama warga kereta ya. Sayangnya, berapa kali pun ganti menhub, tuh kereta, terutama kelas ekonomi, kayaknya gak bakal beres urusannya: tetap telatan, penuh melulu karena armadanya sedikit dibanding yang eksekutif, padahal penumpang eksekutif jauh lebih sedikit daripada penumpang ekonomi yang membeludak tiap hari. Aniway, salam damai awami slalu.

    Posted by awamologi | November 28, 2008, 3:36 pm
  3. gimana kalo jawatan kereta api membuka lowongan kerja khusus para pedagang di kereta,yang berdagang wajib menunjukkan ID card … hehe … sory ini cuma silaturahmi sambil melempar joke

    lam kenal semua

    Posted by nugraha | November 29, 2008, 10:48 am
  4. Makasih Mas Nug silaturahminya.

    Posted by awamologi | November 29, 2008, 11:09 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: