you're reading...
Curhat Awami

PLN Lebih Sadis daripada Debt Collector

plnlistrikpln1listrikhematpln

Mohon maaf kalau aku agak emosional. Tapi, menurutku PLN memang harus mengubah cara penagihannya kepada para pelanggan. Jadi, aku buat saja rancangan surat pembaca sebagai berikut. Aku kirim pula ke koran, tapi tak tahu apakah dimuat atau tidak. Maka, aku posting saja di sini.

tagihanplnPLN Lebih Sadis daripada Debt Collector

Bayangkan jika Anda baru menunggak utang belum lebih dari sebulan, tapi datang penagih dengan bahasa yang sadis, tak manusiawi, siapakah menurut Anda yang lebih pantas disebut tidak beradab? Saya pikir, berdasarkan pertimbangan yang masuk akal pada umumnya (common sense), sang penagih tetaplah harus mengedepankan cara-cara yang beradab. Namun, ternyata, PLN memilih sebaliknya. Belum lagi ada satu bulan saya menunggak rekening listrik, mereka langsung mengirimkan surat pemberitahuan “pelaksanaan pemutusan sementara sambungan tenaga listrik”. Kalimat pemberitahuan itu ditulis sebagai judul dengan huruf kapital semua. Kemudian, setelah disebutkan data pelanggan dan rekening, isi surat pun dimulai. Isinya sebagai berikut.

“Dengan ini diberitahukan bahwa pada hari ini sambungan listrik di persil Saudara terpaksa kami putus untuk sementara karena menurut catatan, Saudara belum melunasi rekening listrik …(dst).”

Jadi, tidak ada tahap peringatan sama sekali soal keterlambatan, tahu-tahu langsung dikirimi surat seperti itu. Di dalamnya juga tidak disebutkan periode pembayaran yang mesti saya patuhi. Taruhlah saya berada pada periode pertama (tanggal 5 sampai dengan 19) tiap bulannya, berarti saya baru terhitung telat bayar mulai tanggal 20. Nah, kali ini saya telat bayar untuk bulan November 2008 dan sekarang baru lewat minggu pertama Desember 2008. Berarti belum ada sebulan saya telat bayar. Sesadis itukah cara PLN menagih pelanggannya?
Kebetulan, saat surat pembaca ini ditulis, di media tengah ramai diberitakan soal kasus penagihan utang yang melibatkan pembalap Ananda Mikola dan artis Marcella Zalianty. Ah, jangan-jangan memang masyarakat kita sudah makin sadis. Buktinya, PLN saja yang mestinya menghormati pelanggan malah bertindak sebaliknya: meneror pelanggan. Karena itu, saya harap agar pola penagihan demikian tidak lagi dilakukan, diganti dengan cara yang lebih manusiawi semisal melalui tahapan peringatan.
Sekadar sebagai pemberitahuan, persil saya termasuk dalam wilayah PLN Distribusi Jawa Barat dan Banten, UPJ Bojong Gede. Demikianlah, surat ini saya akhiri. Jika bahasanya terasa kurang beradab, saya mohon maaf.

Bahtiar

Bj.Gede (alamat lengkap ada pada redaksi)

rumahpln

About Bahtiar Baihaqi

Sekadar ingin berbagi, dari orang awam, untuk sesamanya, orang awam pula dan mereka yang prokeawaman.

Diskusi

11 thoughts on “PLN Lebih Sadis daripada Debt Collector

  1. tidak kok mas, memang seharusnya konsumen itu skrg lebih aware kl di negara kita…

    seharusnya PLN itu mencontoh BUMN” lain yang sudah bagus sistem penagihannya…

    semoga kritik saudara dapat membangun dan didengar😀

    Posted by Irfan M. K. | Desember 9, 2008, 5:54 am
  2. Iya Mas, mudah-mudahan didengar. Aku sendiri juga berusaha gak telatan.

    Posted by Bahtiar Baihaqi | Desember 9, 2008, 6:13 am
  3. Saran saya mas ganti LPB(Listrik prabayar) saja

    Posted by lukman hakim | September 9, 2011, 10:11 am
  4. Mas, anda bodoh. Seharusnya anda baca SPJBTL, jangankan sebulan, Menunggak sehari saja anda sudah merelakan listrika anda diputus. Itu karena pembayaran sebenarnya listrik yang anda bayar itu adalah untuk bulan lalu, pun masih diberi tenggang waktu sampai tanggal 20 untuk membayar. Siapa yang salah?

    Lebih sadis dari debt collector? anda lebih bodoh lagi, apalagi sampai membandingkan dengan ananda mikola. Mengacalah.. PLN tidak menagih hutang, tidak pernah. PLN hanya memutus aliran listrik rumah anda sementara (seperti di surat yang anda bilang kasar itu), bukan menagih. Intinya anda menunggak, jadi PLN mau anda melunasi dulu baru menikmati listrik lagi. Kalau anda tidak mau bayar tidak apa-apa, tidak usah pakai listrik lagi. Kalau PLN sama dengan debt collector anda akan dipaksa membayar tagihan, kalau tidak aset anda disita. Toh nyatanya tidak, kalau tidak mau bayar ya sudah, tapi cukup sekian anda pakai jasa listrik PLN..

    Orang-orang seperti anda ini yang bikin cash-flow PLN negatif, operasional jadi terganggu. Anda tahu tarif listrik masih sangat murah dibawah harga BPP (biaya pokok produksi) yang mengakibatkan PLN selalu merugi yang harus ditanggung negara juga (ujung-ujungnya rakyat yang menanggung). Lha kalau ditambah orang tukang nunggak tapi nyolot kaya anda ini bagaimana mau maju PLN? PLN selalu dituntut untuk berbenah (kami pun sadar masih jauh dari sekedar baik), tapi di sisi lain masyarakat tidak mendukung. Bagaimana bisa PLN jadi lebih baik kalau masyarakatnya seperti anda?

    PS: saya orang PLN, jadi mungkin bahasan saya agak subjektif. tapi saya hanya mencoba mengajak kita semua berpikir terbuka, seimbang dan rasional

    Posted by az zahra | November 10, 2011, 8:36 am
    • @Azzahra
      Kalau soal siapa yang menalangi dulu biaya listrik (prabayar atau pascabayar), itu kan soal kesepakatan saja. Mau pembayaran itu untuk sebulan lalu atau sejuta tahun lalu pun kalau memang itu sudah menjadi kesepakatan/kebijakan ya tetap saja aturan penagihan harus ada batas waktu yang jelas dan bijaksana, termasuk masa tenggang dan konsekuensinya, Lah, kalau konsumen yang “bayar di muka” dulu untuk sekian bulan misalnya (kalau itu dimungkinkan atau yang pakai sistem pulsa), apa mereka berhak melabrak PLN jika pelayanan mengecewakan? (Mohon coba Anda jawab ini).

      Lagipula, perihal “hakikat pembayaran” listrik, penagihan, dan prosedur lain-lainnya pun rasanya tidak dijelaskan secara detail kepada konsumen yang jelas awam, tidak semuanya
      secerdas Anda. Jadi, tidak beralasan jika menghendaki semua konsumen listrik secerdas Anda, Namun, cerdas atau bodoh, dalam soal penagihan itu tetaplah harus ada tahap-tahapannya disertai upaya peringatan dulu, tidak langsung memberikan pasal eksekusi sejenis “PENGUMUMAN PEMUTUSAN SEMENTARA” itu. Saya yakin, kalau disurvei, lebih banyak konsumen yang tidak paham tahapan itu.

      Tapi, gampangnya sih, kalau memang sistem demikian memberatkan PLN, bisa saja konsumen diwajibkan untuk pindah ke sistem bayar di muka saja. Seingat saya, sebelum ada sistem prabayar (LPB) yang mungkin sama dengan sistem bayar di muka itu (maaf kalau salah karena belum pernah menerima selebaran pemberitahuan soal ini ke rumah-rumah, jadi ya maklum kalau bodoh mengenai hal ini), saya pernah kena kewajiban bayar “biaya agunan”, semacam uang cadangan untuk menomboki tunggakan listrik (itu yang saya pahami dari penjelasan orang PLN), toh saya nurut-nurut saja.

      Jadi, menurut saya, PLN tetap punya kewajiban MENCERDASKAN KONSUMEN, apa pun kebijakan, sistem, dan prosedur yang diambilnya, dengan cara MEMBERIKAN PENERANGAN atas hal-hal itu SECARA MEMADAI. Setelah itu, dalam pelaksanaannya tetaplah harus bijaksana, tetapi tegas (BUKAN SADIS).

      Mudah-mudahan, saya tidak asal NYOLOT karena hobi NUNGGAK.

      Posted by Awam | November 10, 2011, 9:55 pm
    • anda orang pln,tapi emang kenyataanya kayak gitu mas,ternyata pln pln yang skarag terutama yang ada di ketapang sampang madura ini cara nagihnya (Kamu harus bayar sekarng,klu gak meteran anda akan kami cabut sekarang juga) Kayak preman aja.emang pantas ta nagihnya kayak gitu. terima kasih.

      Posted by Abd.asis | Mei 16, 2013, 10:41 pm
    • emang kenyataanya kayak gitu mas,ternyata pln pln yang skarag terutama yang ada di ketapang sampang madura ini cara nagihnya (Kamu harus bayar sekarng,klu gak meteran anda akan kami cabut sekarang juga) Kayak preman aja.emang pantas ta nagihnya kayak gitu. terima kasih.

      Posted by Abd.asis | Mei 16, 2013, 10:46 pm
    • Jgn ngomong PLN merugi trus….klo mrasa rugi potong tu bonus tahunan pegawai pln yg bisa buat 1 taon bayar listrik org tdak mampu bahkan lbih….atau mmg benar PLN di negerikan Saja kasih gaji sperti PNS yg lainnya….

      Posted by Yudi | Juni 28, 2016, 4:00 pm
  5. Its like you learn my thoughts! You seem to know so much about this, like
    you wrote the e-book in it or something. I feel that you could
    do with some % to pressure the message home a little bit,
    however other than that, this is fantastic blog.

    A great read. I will definitely be back.

    Posted by osos | Mei 3, 2013, 7:31 am
  6. Preman Liar milik Negara

    anda lulusan SD??
    anda bertato dan bertindik??
    etika anda minim??
    fresh graduate dari penjara??
    butuh kerjaan tambahan??
    Ingin mendapatkan Rp.100.000,-/hari bahkan lebih

    daftarkan diri anda sekarang juga ke PLN terdekat di kota anda

    Posted by JP | Mei 30, 2014, 3:59 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: