you're reading...
Sok Spiritual

Memilih Kenikmatan Spiritual

lautsenja1Tulisan ini berusaha mengikat makna dari paparan Mas Anwar Kholid tentang menghargai tulisan diri kita sendiri (Bagaimana Menghargai Tulisan Sendiri —Anwar Ho…). Di dalamnya ternyata banyak mutiara yang dapat menjadi titik pijak untuk lebih memahami diri, terutama tentang pilihan atas sikap hidup, profesi, atau sekadar hal-hal sederhana yang menjadi pilihan untuk kita lakukan atas dasar kerelaan, keikhlasan, keyakinan, rasa senang, dan sejenisnya yang pada puncaknya akan dapat menumbuhkan puncak kebahagiaan atau kenikmatan spiritual.

Inilah dia beberapa nukilan ungkapan “dahsyatnya”.tulis

Jadi penulis itu tidak lebih hebat atau mulia dari jadi direktur atau tukang goreng tahu. Biasa saja. Ini tentu bukan untuk merendahkan, tapi justru ingin menegaskan ada juga jalan lain yang sama mulia dan menarik di dunia ini. Kalau seseorang ditakdirkan jadi tukang becak, tentu itu sama mulianya dengan jadi wartawan. Kalau ada orang yang dapat kesenangan sejati dengan jadi penulis, tentu ada juga tukang sampah yang bahagia dengan pekerjaannya.kerjasama1

Mohon teman-teman yang mulai mengikuti kutipan-kutipan ini jangan lekas-lekas menyangkal atau menyimpulkan sendiri darinya jika belum benar-benar memahami maknanya. Lebih baik, jika mengalami kesulitan dalam pemahaman, cek sumber aslinya karena konteks tulisan secara utuh bisa didapatkan di sana.

Masih berkaitan dengan kutipan langsung pertama itu, berikut ini lanjutannya.

Dalam bahasa Inggris ada kata “bliss” yang artinya kira-kira “kebahagiaan sempurna” atau “kenikmatan spiritual.” Kalau orang mendapat kenikmatan spiritual atas pilihan yang dia ambil, saya yakin semua akan beres dan persoalan dia dengan dunia dan seluruh isinya “selesai.”

Dari dua nukilan itu, aku pun mengembalikannya kepada diri sendiri. Aku jadi ingat awamologi. Inilah “pendekatan atas hidup” yang aku pilih. Jadi, inti pesan dari awamologi yang diperkuat oleh tulisan Mas Kholid ini adalah: pahami diri kita, lalu pilihlah apa pun dalam hidup ini atas dasar keyakinan, kerelaan atau keikhlasan yang pada gilirannya akan dapat menumbuhkan rasa senang, kebahagiaan, atau kenikmatan spiritual.

About Bahtiar Baihaqi

Sekadar ingin berbagi, dari orang awam, untuk sesamanya, orang awam pula dan mereka yang prokeawaman.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: