you're reading...
Berita Awam

Bumi Tuhan Bernama Madagaskar

madagaskar2Mohon maaf temen-temen semua, lantaran kelebihan nge-net barangkali, aku pun tersesat di internet. Aku sempoyongan dan duk.. kejeduk…tiba-tiba aku mengetikkan frasa “bercinta dengan bahasa” di mesin pencari. Ada beragam sajian didapat. Kebanyakan sih yang menjurus-jurus ke “situ tuh” soal “anuan”. Ini tentu saja godaan dan membutuhkan keberanian tersendiri untuk menepiskannya. Sedikit penasaran juga. Namun, beruntung, tak sengaja aku nyasar ke postingan tentang Madagaskar (Madagascar). Memang, judulnya sih masih pakai kata “bercinta” juga. Lengkapnya “Madagascar Bercerita: [Dilarang] Bercinta di Bawah Pohon Kelapa”.

Aku tak tahu persis, apakah aku terdorong nge-klik postingan itu gara-gara ada perihal Madagaskar atau lantaran ada soal urusan bercinta itu. “Alhamdulillah”, ternyata isinya lengkap banget, panjang pula. Dari latar sejarah hingga pernik-pernik budaya masyarakatnya. Banyak pula selipannya. Misalnya, aku jadi tahu bahwa artis Nirina Zubir itu lahir di sana dan ternyata “Nirina” itu bermakna “putri cantik yang pemalu”.

Ada juga perihal bahasa orang-orang di sana yang memiliki beberapa kemiripan dengan bahasa Jawa. Itu karena secara historis, nenek moyang mereka antara lain berasal dari Indonesia (bagian timur dan Jawa). “Parahnya”, ada satu kata yang justru berbeda makna sama sekali. Jika di Jawa kata “bibit” itu berarti benih, di sana artinya malah alat kelamin laki-laki. Malangnya, sebagaimana diilustrasikan dalam postingan, jika ada seseorang bernama “Bibit Joko Waluyo” bekerja di sana. Tentu saja lalu benar-benar ada cerita tentang bercinta di bawah pohon kelapa itu. Tapi tak “se-hot” sebagaimana yang mungkin kita bayangkan. Lha, sejak awal kan ini memang postingan serius. Jadi, jangan sampailah cari yang hot-hot itu hingga ke Madagaskar meski di sana memang masyarakatnya rada bebas dalam urusan kelamin.

Menurutku sih segala hal minus di sana dapat menjadi lahan dakwah. Kepercayaan animisme masih dominan di sana (50%). Apalagi memang ada kedekatan darah dengan kita orang Indonesia, mestinya lebih memberi daya panggil. Ayo, siapa mau.

Ah, mungkin tak harus sejauh itu. Aku sendiri hanya merasa “tersihir” oleh keindahan alam di sana, sebagaimana yang dapat dilihat pada gambar-gambar pantai yang aku ambil di postingan ini pula meski sang penulis postingan pun mengaku mengambilnya dari banyak sumber di internet. Kalau melihat keindahan alam demikian, aku jadi suka inget Tuhan.

pantaimadagaskar2

Ah, Tuhan memang ada di mana-mana kok. Di dunia maya ini sekalipun. Namun, memang, nama “Madagaskar” itu sendiri dalam pendengaranku sudah cukup menggetarkan saraf yang mengingatkan pada kebesaran Sang Pencipta. Apalagi kalau melihat kelucuan tingkah satwa di sana. Salah satunya aku bisa lihat di youtube tentang tingkah kocak menawan para lemur. Sayang, aku gak bisa upload kopian videonya di sini. Ada yang tahu caranya dan tipe-tipe file video seperti apa yang bisa disisipkan ke teks?madagaskartop2

Lalu, kalau penasaran soal sumber postingan Madagaskar ini, teman-teman bisa mengeceknya di sini: http://pralangga.org/articles/madagascar-bercerita-dilarang-bercinta-dibawah-pohon-kelapa. Yang bikin adalah Pak Erfan Ahmad Piliang yang bekerja di United Nations’ Peacekeeping Missions.

About Bahtiar Baihaqi

Sekadar ingin berbagi, dari orang awam, untuk sesamanya, orang awam pula dan mereka yang prokeawaman.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: