you're reading...
Sok Berbagi

Hidayah lewat Celana Dalam

Untuk mengimbangi gegap-gempita perihal “sepatu-dilempar-ke-Bush”, aku coba posting saja “soal celana dalam” yang bahannya aku ambil dari celanadalam4dakwatuna.com, edisi 12 Agustus 2008 lalu. Tapi, sejak awal harus selalu kukemukakan bahwa apa pun saja yang terpapar di sini (dan di mana pun saja sebenarnya) mesti dinikmati dengan kepekaan nurani, tidak untuk merasakan sensasi, tetapi untuk mereguk segala sesuatu yang lebih maknawi, bermakna, berguna.

Dengan kesadaran itu, kita orang-orang awam sekalipun tak perlu takut memperbincangkan dan mengakrabi hal-hal seperti celana dalam ini, baik “daleman” pria maupun wanita, termasuk segala sesuatu yang “tersembunyi” di dalamnya. Jangan takut dibilang porno. UU Pornografi pun aku kira justru bertujuan agar kita cerdas, ahli dan berakhlak dalam soal-soal yang berpokok pangkal dari “daleman” ini.celanadalam3

Kiranya, berkat keteguhan, kesabaran, kesungguhan, keikhlasan untuk menggumuli nasib dalam tumpukan berbagai celana dalam itulah seorang ibu tua dari Inggris menemukan “sebaris puisi liris” berupa hidayah iman-Islam. Kini insya Allah ia tinggal menunggu masa khusnul khatimah yang manis.

Siapa sangka hidayah itu akan sampai kepadanya? Ia hanyalah seorang ibu tua yang nyaris terlunta. Sebab, di negeri manca sana, masyarakatnya memang cenderung menyerahkan para lansia ke panti jompo. Tapi, ibu tua ini rupanya tak mau kesepian sendiri. Ia ingin bisa menyibukkan diri dengan tetap bekerja. Maka, ia pun akhirnya diterima bekerja sebagai petugas laundry di asrama mahasiswa di negeri bule itu. Jangan tanya soal budaya mereka. Kebiasaan para mahasiswa yang tinggal di asrama ini, selain belajar sehari-hari, adalah pergi clubbing sekadar untuk “having fun”. Banyak asrama memiliki bar, kafé, ruang duduk untuk menonton televisi, ruang musik, dan fasilitas olahraga sendiri. Salah satu sisi negatif pergaulan di sana adalah bila mereka sudah dekat botol miras, mabuk-mabukan pun terjadi. Semuanya jadai kacau. Muntahan terciprat di sebarang tempat, kencing di dalam celana, dan sebagainya.

Saat para penghuni asrama masih dibuai mimpi karena kelelahan habis clubbing semalaman suntuk, tinggalah sang ibu tua yang biasa dipanggil dengan sapaan Auntie atau Bibi ini memunguti pakaian kotor mereka setiap hari yang terkadang harus diangkut dari kamar, jauh sebelum mereka bangun dari tidur. Kemudian disortir dengan teliti satu per satu berdasarkan jenis bahan, ukuran, warna, dan yang lebih spesifik lagi dipisahkankannya pakaian dalam dari yang lain. Begitu pekerjaan rutin itu dilakukan dengan penuh dedikasi tinggi walau di ujung usianya yang semakin tua.pakaianlaundri

Waktu terus berjalan, sementara si Bibi tanpa putus asa terus bergelut dengan dunia cucian kotor dan pakaian dalam itu hingga akhirnya suatu saat asramanya kedatangan penghuni baru: dua mahasiswa muslim dari Timur Tengah yang mendapat tugas belajar dari negaranya.

Hari-hari terus berlalu, tampaknya si Bibi ini betul-betul perhatian dengan apa yang dicucinya. Sampai-sampai dia tahu ini pakaian si A, ini si B, dan seterusya. Tidak terkecuali dengan pakaian kotor milik mahasiswa dari Timur Tengah tadi. Namun saat dilakukan sortir pakaian dalam, si Bibi merasa ada sesuatu yang tidak biasa karena dari semua pakaian yang dicucinya, hanya pakaian para muslim itu saja yang terlihat tidak kotor, tidak berbau, tidak kumuh, dan tidak banyak noda yang melekatinya.

Kejadian langka ini semakin mendorong rasa penasaran si Bibi. Lagi-lagi dia selalu merasa aneh saat mencuci celana dalam mereka, dua mahasiswa muslim itu. Berbeda dengan yang lain, pakaian dalam mereka selalu tak berbau.

Maka masih dalam keadaan penasaran, si Bibi memutuskan bertanya langsung dengan “pemilik celana dalam” itu. Saat ditanya kenapa, mereka pun menjawab, ”Kami selalu istinja setiap kali kencing.” Bibi pun bertanya lagi, ”Apakah itu diajarkan dalam agamamu?”

“Ya,” jawab kedua mahasiwa muslim tadi.

Merasa belum yakin 100% dengan jawaban itu, akhirnya si Bibi datang menemui salah seorang tokoh muslim Dr Sholeh, pengajar di sebuah perguruan tinggi Islam di Arab yang tengah diberi tugas ke Inggris. Wanita tua ini menceritakan keheranannya selama bertugas perihal adanya pakaian dalam yang “aneh”.

Ada beberapa pakaian dalam yang tidak berbau seperti kebanyakan milik mahasiswa itu umumnya, apa sebabnya? Maka sang narasumber ini pun menerangkan bahwa semua itu karena pemiliknya adalah muslim. “Agama kami mengajarkan bersuci setiap selesai buang air kecil maupun buang air besar, tidak seperti mereka (para mahasiswa nonmuslim di asrama itu) yang tidak perhatian dalam masalah seperti ini,” ungkapnya.

Betapa terkesan ibu tua ini: jika untuk hal yang kecil saja Islam memberi perhatian, apatah lagi untuk hal yang besar? Singkat cerita, si Bibi ini pun tak lama kemudian mengikrarkan syahadat, masuk Islam, dengan perantaraan pakaian dalam!celanadalam1

Saat tersiar kabar bahwa “diam-diam” ternyata si tukang cuci mereka masuk Islam, para penghuni asrama pun gempar. Mereka berusaha ingin tahu musabab si Bibi masuk Islam. Maka, dengan yakin, dia pun memberi jawaban bahwa dirinya sangat kagum dengan mahasiswa muslim Arab karena dari semua pakaian yang dicucinya, hanya pakaian mereka sajalah yang terlihat tidak “macam-macam” dan berkat hidayah Allah melalui ketekunannyalah dia dapat membedakan antara pakaian seorang muslim dan nonmuslim.

Hidayah memang bisa datang kapan saja dan kepada siapa saja. Selama ini mungkin kita lebih sering mendengar masuk Islamnya seorang nonmuslim ke dalam Islam lebih disebabkan oleh hal-hal luar biasa dan penting. Tapi yang ini benar-benar tidak biasa. Mendapat hidayah di penghujung usia gara-gara pakaian dalam! Sungguh takdir Allah benar-benar telah jatuh berketepatan dengan kegigihannya selama ini mengisi hari-hari di sisa hidupnya sebagai petugas laundry. Di sinilah letak rahasia nikmat Allah yang agung yang mempertemukan antara takdir-Nya dan ikhtiar manusia. Sungguh Allah tidak pernah menyia-nyiakan amal seorang hamba-Nya.

Demikianlah posting yang disarikan dari situs dakwtuna.com ini. Mudah-mudahan berguna.

About Bahtiar Baihaqi

Sekadar ingin berbagi, dari orang awam, untuk sesamanya, orang awam pula dan mereka yang prokeawaman.

Diskusi

10 thoughts on “Hidayah lewat Celana Dalam

  1. aneh ya yang kecil begitu saja mereka tidak tahu! Tapi emang manusia kalau tidak diberi tahu ya tersesat, itulah kenapa Allah turunkan Rosul, untuk menunjukkan manusia pada jalan hidup yang benar. Ihh koq jadi merinding, ngebayangin betapa joroknya mereka

    =>Biar gak merinding, sering-seringlah mampir ke sini. Hi hi hi, promosi. Makasih, insya Allah aku tengok muti juga.

    Posted by muti | Desember 19, 2008, 3:28 pm
  2. If you live in Weston Florida and plan on refinancing an existing mortgage or get a new mortgage beware of scam artist Tulio J. Rodriguez. This so called “Mortgage & Finance Specialist” will tell you just about anything to get your business. His group of scavengers “Real Estate Agents and Mortgage Specialists” lie through their teeth to take your money.

    Posted by lekCrorge | Mei 14, 2010, 8:53 am
  3. Kisah yang bagus.

    Posted by imtra | Juli 10, 2010, 10:06 am
  4. thank’s info’a..

    Posted by Nuraeni | Agustus 23, 2011, 11:31 am
  5. Great information. Lucky me I recently found your
    blog by chance (stumbleupon). I’ve saved as a favorite for later!

    Posted by Dwain | April 14, 2013, 8:43 pm
  6. I’ve been browsing online more than 4 hours today, yet I never found any interesting article like yours. It is pretty worth enough for me. In my opinion, if all site owners and bloggers made good content as you did, the web will be much more useful than ever before.

    Posted by local search engine optimization services | April 23, 2013, 6:26 pm
  7. Wow, incredible blog layout! How long have you been blogging for?
    you make blogging look easy. The overall look of your website is fantastic, as
    well as the content!

    Posted by outsource seo work | April 24, 2013, 4:30 am
  8. Hey would you mind letting me know which hosting company you’re using? I’ve loaded your blog in 3 different web browsers and
    I must say this blog loads a lot faster then most.
    Can you suggest a good internet hosting provider at a reasonable price?

    Thanks a lot, I appreciate it!

    Posted by stgregorioschicago.org | April 24, 2013, 6:53 am
  9. I rarely drop comments, but i did a few searching and wound up here Hidayah lewat Celana Dalam | Awamologi.
    And I actually do have a couple of questions for you if you do not mind.
    Could it be only me or does it look like some
    of these remarks come across like left by brain dead individuals?
    😛 And, if you are posting on other online sites, I would
    like to keep up with anything fresh you have to post.
    Would you make a list of every one of your social sites
    like your Facebook page, twitter feed, or linkedin profile?

    Posted by search engine optimization nj | Juni 30, 2013, 12:04 pm

Trackbacks/Pingbacks

  1. Ping-balik: Awamologi | Jamaah Blog Sehat - Desember 30, 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: