you're reading...
Unek-unek awam

Ketawa ala OA (OrangAwam) & Puisi ‘Sepatu’ Sambodja untuk Bush

ketawayuk

Ini memang blog orang awam (OA) atau juga orang biasa (OB) dan diperuntukkan bagi para awamers (orang-orang awam) atau siapa saja (yang bersetuju dengan nilai-nilai keawaman) karena pada dasarnya kita semua ini kan hamba awam belaka di hadapan Sang Pencipta. Jadi, ingatlah selalu dengan prinsip rendah hati, bukan tinggi hati. Prinsip ini sebisa mungkin diterapkan kapan saja dan di mana saja. Baik saat kita ketawa maupun kala berzikir kepada Yang Mahakuasa. Ya, masa ketika zikir kita jumawa? Apalagi kalau sekadar mengurus negara, ya pasti mesti rendah hati juga. Saat tertawa (ketawa) atau tersenyum pun begitu.

Karena itu, menarik juga ketika di milis alumni yang aku ikuti, seorang teman, nama sapaannya Moro, mengusung ciri khas ketawa ala dia. Dalam setiap postingan, dia selalu menuliskan suara ketawanya dengan ketawabayi“eh 3x” alias “eh eh eh”, bukan “he he he”, “hi hi hi”, atau apalagi “ha ha ha”. Menurutnya ketiga jenis ketawa dengan akhir suara terbuka (vokal) itu dan yang semacamnya adalah jenis ketawa “unjuk gigi” lantaran saat ketawa demikian, mulut kita cenderung lebih terbuka sehingga gigi kita kelihatan. Beda dengan “eh eh eh” itu. Ini jenis ketawa dengan akhir tertutup (konsonan) yang berarti tidak mengumbar “gigi kita” alias jenis ketawa “rendah hati”.

ketawabetawi

Wah, boleh juga tuh, Mor, jenis kerendah-hatian itu kita tularkan. Aku ikutan aja ketawa begitu ya? Lha, tapi nanti bukan lagi jadi ciri khasmu, dong. Kalau gitu, aku ambil prinsip tawaduknya saja. Kita promosikan bareng-bareng ya. Kan “sesama orang awam boleh saling berpromosi”, harus malah. Eh eh eh … (tuh, Mor, dah kuikuti ketawa rendah hatimu itu).

Eh, sebagai keseriusan berpromosi, aku tambahkan juga keterangan perihal Moro ini. Nama lengkapnya Trihatmoro Milawan. Ia nggak selesai saat studi di Jurusan Sastra Indonesia UI, tapi lalu setelah meneruskannya di tempat lain, ia kembali lagi ke UI mengambil studi S-2 Komunikasi UI. Namun, setelah lulus, akhirnya dia malah menemukan jalan hidupnya untuk berkhidmat lewat musik yang memang sejak semula sudah dikuasainya. Spesialisasinya adalah piano. Ia kini pengajar di sekolah musik Yamaha dan memberi pula les-les secara privat, baik di rumahnya maupun di tempat anak lesnya. Ia juga sudah menulis buku musik meski itu ditulis bareng kakaknya yang juga pemusik. Tapi, ia meminta namanya tak dicantumkan di buku itu sebagai penulis. Mungkin ia masih malu-malu atau sedang juga menerapkan prinsip rendah hati seperti halnya saat ketawa. Ha ha ha … (sori, Mor, aku gak ikut-ikut ketawa cara khasmu, tapi tetap rendah hati, kok).

ketawagokil

Nah, untuk yang ini (bonus puisi), kita boleh ketawain dia (si Bush yang kena sepatu) dengan “tinggi hati”, hi hi hi…. Ini puisi dari penyair Asep Sambodja yang aku kutip dari blognya, http://puisiindonesiamodern.blogspot.com/.

bushmakankucing

Sepatu buat Bush

dua juta rakyat Irak yang mati
kini menjelma sepatu
yang ingin mencium mukamu, Bush

kau menolak ciuman itu
kau memalingkan wajahmu, Bush
karena yang ingin menciummu
hanyalah sepatu
hanya sepatu!

apa yang berharga pada wajahmu, Bush?
hingga sepatu demikian bernafsu
untuk menciummu
dan mungkin menidurkanmu
selama-lamanya

apa yang berharga dari kekuasaanmu, Bush?
kalau pada akhirnya
kado yang terbaik untukmu hanyalah sepatu
yang akan melekat di wajahmu
di wajahmu!

dua juta rakyat Irak yang mati
oleh pasukan yang kau kerahkan ke ladang minyak itu
kini menjelma sepatu
yang meruntuhkan harga dirimu
sebagai seorang laki-laki.

Citayam, Desember 2008
Asep Sambodja

About Bahtiar Baihaqi

Sekadar ingin berbagi, dari orang awam, untuk sesamanya, orang awam pula dan mereka yang prokeawaman.

Diskusi

5 thoughts on “Ketawa ala OA (OrangAwam) & Puisi ‘Sepatu’ Sambodja untuk Bush

  1. lucu lucu betul sampai hati ini menertawakan diri sendiri. tapi yang penting balas aja pake sepatu….
    http://hidup-bijak.blogspot.com/

    =>Tapi, udahlah, kita sekarang berbalas pantun aja.

    Posted by agung | Desember 21, 2008, 3:19 am
  2. benar2 sebuah postingan yang mencerminkan kerendah-hatian. wah, mas asep sambobja ternyata punya blog juga, hiks. dah lama saya cari2 di dunia maya, rupanya di situ rumah mayanya. makasih link-nya, mas. langsung ke tkp!

    =>Ah, bisa aja Pak Sawali, jadi malu aku. Ya, Asep punya dua blog, yang satu khusus puisi itu, satunya lagi campuran esai sastra dll yang aku link di sebelah itu.

    Posted by Sawali Tuhusetya | Desember 21, 2008, 10:39 am
  3. Kang Asep Sambodja telah tiada … karya puisinya banyak yg menginspirasi … sy titip satu untuk dikenang ..

    Aku Tahu Siapa Kau (Asep Sambodja)

    hakikat manusia adalah kata

    kalau kamu bilang: kerjakan!
    …berarti kau majikan
    kalau kamu bilang: ya, tuan
    berarti kau pelayan

    kalau kamu bilang: palingkan!
    berarti kau juragan
    kalau aku bilang: Tidak
    lalu kau mau apa

    Posted by Kopral Cepot | Desember 10, 2010, 11:12 am

Trackbacks/Pingbacks

  1. Ping-balik: Asep Sambodja, bagiku Kau Syahid! (In Memoriam) « Awamologi - Desember 12, 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: