you're reading...
Unek-unek awam

ISRAEL GILA, Jangan-Jangan Kita Ikut Gila

israeltrusseranggazaSudah sejak lama aku dah ragu apakah dunia memang memerlukan perdamaian. Sebab, jika memang perlu, kenapa selalu saja ada beda perlakuan: nuklir haram buat Iran, tapi terserah saja semau-maunya buat Israel si pencaplok Palestina.

Begitu pula pembedaan sanksi bagi mereka. Untuk sekadar meneruskan program nuklir damai saja Iran kena sanksi embargo dll bertubi-tubi. Tapi Israel yang membandel sebandel-bandelnya dan bertindak semau-maunya saja cuma dapet kecaman basa-basi belaka.

Maka, begitu pula akhirnya saat si Dajjal Jahannam itu kembali mengebom Palestina, mereka cuma dapat dengungan kemarahan dunia. Aku pikir jika Holocaust memang pernah ada, mestinya tak cukup sekali mereka terima. Atau sekalian saja mereka dilenyapkan dari semesta sebagaimana kisah-kisah zaman nabi mereka dulu, Tuhan langsung turun tangan menghukum mereka. Mereka yang tega membunuh para nabi.

Ah, betapa susah bereaksi yang pas buat si gila Israel. Bisa-bisa kita jadi ikut gila. Tapi, untuk tetap waras dan berbaik hati terus kepada mereka rasanya tak tahan lagi diri ini. Mereka memang layak dimusnahkan––kecuali jika mereka bertobat, tapi apa mungkin?

Lha khaula wala quwwata illa billah. Beri kami kekuatan ya Tuhan agar tetap mampu berdiri tegak di jalan-Mu. Selebihnya kami mungkin akan terus berdoa dan berpuisi agar tak kehilangan jati diri dan tetap mampu berintrospeksi.

Berikut ini aku kembali kutip puisi Asep Sambodja dari blognya http://puisiindonesiamodern.blogspot.com––sementara itu Israel masih menggempur Gaza dan AS (terkesan) tetap membelanya.

korbanisraeldigaza

Palestina! Palestina!

aku melihat palestina yang terluka
dan berdarah lagi

israel baru saja mengirim pesawat pembom F16
yang berisi malaikat pencabut nyawa
ke jalur gaza
hingga 270 orang mati
di gaza city

aku melihat palestina terluka teramat dalam
oleh tentara-tentara ehud olmer,
ehud barak, dan tzipi livni
dan 700 orang terluka lagi
bermandi darah lagi

tahun baru
membawa luka baru
meski yasir arafat dan isaac rabin
pernah bersalaman
di depan bill clinton
di tahun 1993

tapi apa arti salam-salaman simbolik itu?
apa arti senyum simbolik amerika itu?

mahmoud abbas, apa katamu
setelah ratusan jiwa mati lagi?
ismail haniyah, haruskah ada yang mati lagi?

perang ini mengisi sejarah sepanjang hidupku
sebelum aku lahir hingga kiamat nanti
perang ini akan terjadi lagi
dan lagi dan lagi…

masih mujarabkah doa?
masih berartikah airmata?

aku tak habis pikir
kenapa PBB tak mengirimkan pasukan perdamaian
di jalur gaza,
tepi barat,
dan yerusalem?

Kenapa?

Citayam, 28 Desember 2008
Asep Sambodja

About Bahtiar Baihaqi

Sekadar ingin berbagi, dari orang awam, untuk sesamanya, orang awam pula dan mereka yang prokeawaman.

Diskusi

3 thoughts on “ISRAEL GILA, Jangan-Jangan Kita Ikut Gila

  1. Gw setuju tuh….israel memang harusnya di musnahkan dari muka bumi. Indonesia harusnya mengirim amrozi dkk kesana. Kalo perlu kita kirim juga si ryan kesana…gimana setuju gak bos?

    =>Sebenernya sih aku berharap mereka bertobat. Jadi kita tetep bisa kirim ryan, tapi ryan kyoto (pemusik) biar bisa bergembira-ria damai hidup bersama.

    Posted by Dhima Himawan | Desember 30, 2008, 1:52 am
  2. wah pak blog ke sampean apik tenan… teruskan perjuangan….

    =>Ini Syarifuddin yang mana ya… he he he. Makasih atas dukungan kata-katanya. Kami juga gak menolak donasi jenis lain kok.

    Posted by syarifudin | Januari 3, 2009, 4:32 am

Trackbacks/Pingbacks

  1. Ping-balik: Asep Sambodja, bagiku Kau Syahid! (In Memoriam) « Awamologi - Desember 12, 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: