you're reading...
Sok Berbagi

Kisah Pembantu (Rumah Tangga) Bermutu, Ayo Tiru!

pembanturtSang sumber kisah sebenarnya sudah lama terdedah warta dan kepopulerannya, yaitu pada April 2007 di www.pembelajar.com. Namun, rupanya, aku baru ditakdirkan mendapatkan pengetahuan perihal dirinya “kembali” saat ini, berupa wawancara dirinya dengan Ade Zaqeus dari pembelajar.com, lewat laman www.langitperempuan.com. Di “situs langit”, kisah pembantu rumah tangga teladan ini baru “melangit” pada 1 Juni 2008. Jadi belum terlalu lama, baru 7 bulan lalu. Namun, menurutku, tidak ada yang basi dari sebuah keteladanan. Ia akan terus berguna sepanjang usia manusia.

Namanya Eni Kusuma. Aku agaknya pernah membaca perihal diri dan prestasinya di milis Forum Lingkar Pena (FLP), organisasi nirlaba yang mengkhususkan diri pada pelatihan dan pembelajaran kepenulisan dengan visi dakwah (Islam) bagi siapa saja, yang juga banyak melahirkan penulis dari para pembantu atau tenaga kerja Indonesia (TKI) di mancanegara. Mungkin saja Eni pun pernah berkomunikasi dengan jaringan teman-temannya di FLP ini. Namun, dari wawancaranya yang aku baca, dia rupanya lebih banyak “menentukan jalannya sendiri” dalam pembelajaran kepenulisan dan kehidupan pada umumnya.

eni-kusuma

Sudah sejak usia sekolah Eni menjadi pemulung sampah bahan bacaan berupa potongan-potongan buku, koran bekas, atau kartu motivasi Harvest di tempat pembuangan sampah (TPA). Itu lantaran ia gemar membaca, sedangkan sumber bacaan terbatas atau bahkan tak ada. Kegitan dia sepulang sekolah memang memulung sampah. Setelah itu berangkat mengaji di surau.

Rupanya, yang membuat Eni berubah dari anak biasa menjadi luar biasa adalah berkat kesabaran dan ketelatenannya menjalani proses pembelajaran diri terus-menerus dan dengan mantap menghidupkan mimpi dalam dirinya serta berusaha dengan keras dan cerdas mewujudkan mimpinya itu. Kedua faktor ini, menghidupkan mimpi dan melakukan pembelajaran diri secara istiqamah sepanjang hidup, merupakan faktor utama yang menjadi perantara perwujudan kesuksesan hingga ia dapat melahirkan karya tulis buku perdana berjudul Anda Luar Biasa!!! yang lalu jadi best seller.

“Saya ingin membuktikan (lewat penulisan buku itu) bahwa hambatan apa pun bisa ditaklukkan. Asal, kita sadar akan keluarbiasaan potensi diri kita dalam mewujudkan dream kita. Yang membedakan manusia dari makhluk lainnya kan dream? Dan, dream milik semua orang. Dari segala macam profesi dan latar belakang. Saya berani bermimpi, bagaimana dengan Anda semua?”

Ya, Eni memang terbilang luar biasa. Meski cuma seorang pembantu tamatan SMA dan berasal dari keluarga miskin yang menurutnya “acak adul”, ia tak lantas menjadi “amburadul”. Ia tak jadi keok oleh kenyataan hidup keluarganya yang suka cekcok. Ia justru mampu memungut banyak nilai dan makna hidup, banyak pelajaran dan hikmah dari kehidupannya. Ia pun jadi tambah peka dan cerdas menjalani hidupnya. Simak bagaimana ia memandang diri dan orang lain, yang umumnya dilihat orang-orang dari atributnya semisal profesi. Catat, ia sendiri pernah punya profesi pembantu rumah tangga yang kerap dikonotasikan sebagai orang tidak berpendidikan, minim keterampilan, dan hidup tanpa harapan dengan gaji yang sangat rendah.

“Saya tidak pernah memandang orang dari profesinya. Profesi hanya sementara. Sebagai batu loncatan saja untuk mendaki ke profesi yang lain yang lebih baik. Saya hanya memandang orang dari ‘kemauannya untuk belajar’. Siapa pun dia! Meskipun dia seorang pejabat, anggota dewan yang terhormat, pembantu, pemulung, tukang kayu, dan tukang sapu jalan. Jika tidak mau belajar, maka mereka termasuk yang tidak berpendidikan. Banyak orang-orang dari profesi ‘terhormat’ yang merugikan orang lain dan negara. Sebaliknya, tidak sedikit orang-orang dari profesi ‘rendahan’ yang berguna bagi orang lain dan negara. Kami, para pembantu, tertawa saja melihat ulah birokrasi yang merugikan dan mempersulit kami. Padahal, semuanya bisa dipermudah. Atau sebagai orang miskin, kami geli dengan anggota dewan yang terhormat, protes atau demo karena diminta untuk mengembalikan uang rapelan. Sekarang jelas bukan, siapa yang berpendidikan apa? Siapa yang lebih miskin? Siapa yang merasa lebih ‘rendah’ gajinya? Saya justru termasuk pembantu dengan nomor urut kesekian dari sekian banyak senior saya yang sukses menjadi pengusaha, wartawan, penulis, pengajar, investor, dll. Karena, mereka punya dream dan mau belajar.”

Kini, teman-teman setuju kan kalau dia aku bilang cerdas, bahkan mungkin sangat cerdas dan berbakat? Lantas, bagaimana dia yang secara formal cuma tamatan SMA itu bisa sepandai demikian?

“Saya sangat cerdas dan berbakat? Salah tingkah saya….Eni salah tingkah…. Lipatan-lipatan otak kita—yang diciptakan oleh Yang Maha Cerdas—tidak terbentuk dengan sendirinya. Lipatan-lipatan itu terbentuk karena seringnya otak diajak berpikir dan menganalisis hal-hal yang bermutu dan penuh makna. Semakin terlatih, semakin berkembang, dan semakin banyak lipatannya. Dan, cerdas hanyalah efek. Bakat apalagi. Cerdas secara emosional, intelektual maupun spiritual. Saya mendapatkannya, atau melatihnya, dengan membaca kitab suci. Makna dalam kitab suci adalah makanan jiwa yang sangat bergizi, sedangkan buku-buku bermutu lain—baik yang saya pulung dari sampah bacaan, beli sendiri, pinjam maupun dikasih oleh orang-orang tercinta—adalah pelengkap untuk menambah pengetahuan. Sementara tingkah laku atau perilaku orang-orang di sekitar adalah sarana pembelajaran saya untuk menambah wawasan. Dari sanalah saya belajar.”

Jadi, filosofi “mimpi” Eni makin hari makin jadi nyata berkat kobaran api filosofi pembelajaran yang menghidupkannya. Ia pun merangkum filosofinya ini dalam satu rangkaian kalimat berikut ini.

Belajar adalah hak saya!!! Perjalanan hidup saya adalah proses belajar itu sendiri dan nilai-nilai yang saya pegang adalah hasil dari belajar saya tentang nilai-nilai.”

Kini, Eni telah sukses melewati (katakanlah) satu episode jalan terjal kehidupan. Setelah enam tahun bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Hong Kong, ia pulang ke
Tanah Air dengan membawa sesuatu yang bernilai. Bukan harta yang berlimpah, tetapi sebuah hasil proses pembelajaran yang sangat menakjubkan. Lulusan sebuah SMA di Banyuwangi, Jawa Timur, ini telah mampu menyiasati kesibukannya sebagai pekerja rumah tangga, ia menyempatkan diri untuk serius mengasah bakat menulisnya dan bergaul dengan komunitas yang lebih luas melalui internet. Eni aktif di sejumlah milis (mailing list) penulisan. Di sana keterampilannya berkembang pesat dan ia mulai berinteraksi dengan sejumlah penulis yang tergolong sukses. Artikel-artikelnya pun tersebar dan semakin diapresiasi oleh khalayak. Sejumlah artikel motivasinya juga berhasil dimuat di situs motivasi dan pengembangan diri terpopuler, Pembelajar.com. Dari situlah akhirnya pada April 2007 Eni berhasil meluncurkan sebuah buku motivasi berjudul Anda Luar Biasa!!!. Sebuah buku yang merekam perjalanan mimpi (dream) dan proses pembelajaran dirinya yang seru, seseru penuturannya tentang pilihannya atas bentuk buku jenis motivasi.

Awal cerita(nya) dari sebuah dream saya yang ingin diakui secara intelektual. Mulanya masih kabur. Sama halnya dengan seorang gadis yang bermimpi tentang pangeran pujaannya. Masih kabur. Namun, setelah bertemu dengan pria yang mendekatinya secara nyata, lama-lama bayangan itu semakin jelas. Karena dream saya masih kabur, awalnya saya belajar membuat naskah novel, cerpen, dan puisi. Ketika saya posting di milis kepenulisan yang saya ikuti bernama Kossta—milis untuk para TKW di Hong Kong yang suka nulis—karya-karya saya banyak yang mengomentari. Setelah saya amati, saya rasa menjadi komentator itu lebih cerdas dan elegan. Maka saya belajarberkarier’ di jalur ini. Banyak yang skeptis: ‘Who’s talking? Emangnya Eni itu siapa?’ Namun, seorang guru dan senior saya nekat mengirimi saya buku Resep Cespleng Menulis, buku best seller karya Edy Zaqeus. Mungkin, biar ‘kegilaan’ saya semakin terasah. Dari situ saya mengenal Pembelajar.com. ‘Korban’ komentar saya yang pertama adalah artikel Jennie S. Bev, si penulis buku Rahasia Sukses Terbesar. Jennie adalah penulis wanita yang sukses di Negeri Paman Sam. Dia terkenal karena menulis. Kenapa saya komentari dia? Karena saya ingin ‘dilihat’. Inilah awal saya membuat artikel-artikel ‘motivasi’—yang istilahnya saja baru saya dengar setelah bergaul dengan komunitas Pembelajar.com.”

Di Indonesia atau bahkan di dunia, Anda Luar Biasa!!! mungkin buku motivasi pertama yang ditulis oleh seorang pekerja rumah tangga. Tak tanggung-tanggung pula, buku ini dikomentari oleh tak kurang dari 27 penulis, motivator, tokoh, atau aktivis yang punya nama. Mungkin, semua ini merupakan bentuk apresiasi atas semangat dan kemauan belajar penulisnya yang benar-benar menyentuh hati.

Eni (terlahir 1976) sempat menyurutkan diri selama mengandung anaknya yang pertama, Natasha Ensa Motivani, yang lahir di awal tahun 2008. Namun ia tidak pernah berhenti belajar, mengasah kemampuan menulisnya. Ia juga membagikan semangatnya melalui forum-forum seminar, diskusi, serta talk show di radio-radio. Sasaran yang sedang dia bidik adalah seminar di berbagai kampus untuk menyemangati para mahasiswa atau generasi muda umumnya.

Betul-betul luar biasa Eni. Sekembalinya ke Indonesia pun ia tak lalu jadi termangu-mangu menikmati kesuksesan buku perdananya itu. Ia lantas menyiapkan buku keduanya, “Chicken to Eagle”. Sebuah buku tentang mencerdaskan kesadaran yang lebih eksploratif. Judul itu didapatnya dari Adi W. Gunawan. Ia juga menggagas buku “mencerdaskan kesadaran” yang lain, yaitu kumpulan cerita kocak. Itu lantaran dia mereasa sempat surprise ketika beberapa cerita itu diposting di milis “Penulis Best Seller” ternyata membuat Edy Zaqeus tertawa.

Singkat cerita, ia terus belajar banyak hal. Dia juga belajar menulis skenario. Ia ingin bisa membuat cerita (skenario) yang masuk akal, mencerdaskan, dan memotivasi, sebagaimana ia harapkan juga para penulis skenario profesional untuk menghasilkan karya demikian. Sebab, menurutnya, energi yang muncul dari cerita yang memotivasi pasti akan sangat dahsyat efeknya bagi perkembangan kualitas mental pemirsa. Karya yang sebaliknya juga begitu. Energi negatif dari cerita seperti itu akan berdampak sama pula. Maka, ia pun siap untuk berbagi kepada siapa saja. Ia bertekad memasukkan 100% hasil penjualan buku Anda Luar Biasa!!! ke rekening yayasan Eni Kusuma Foundation yang ingin dia dirikan untuk memberikan pendidikan bagi anak-anak miskin.

“Ini mimpi terbesar saya,” ujarnya.

Semoga Tuhan mengabulkan mimpimu, Eni, sebagaimana mimpimu yang lain untuk, suatu saat nanti, diberi kesempatan berada di antara para anggota dewan yang terhormat, sekadar untuk menjawab rasa penasaranmu ini: “Sebenarnya, ada apa sih antara pemerintah dengan kondisi Indonesia saat ini?” Dengan begitu, kau akan terus berbunga-bunga sebagaimana perasaanmu dulu ketika buku perdanamu terbit.

Ya, berbunga-bunga, “Ada mawar, anggrek, tulip, dan enceng gondok… he he he,” candamu.

Bisa aja kamu Eni. Buat kita semua, teruslah bermimpi, teruslah belajar.

About Bahtiar Baihaqi

Sekadar ingin berbagi, dari orang awam, untuk sesamanya, orang awam pula dan mereka yang prokeawaman.

Diskusi

3 thoughts on “Kisah Pembantu (Rumah Tangga) Bermutu, Ayo Tiru!

  1. sunggu cerita yang inspiratif. Dulu sering denger nama Bu eni di milis smart bisnis. Jadi, “dimana ada kemauan pasti ada jalan”

    =>Ya, mudah-mudahan kita bisa ambil pelajaran dan mempraktekkannya.

    Posted by alhakim | Desember 31, 2008, 11:22 am
  2. Sukses dan sepertinyaMbak Eni sudah menemukan sari pati hidup yang sesungguhnya!

    =>Betul, aku pun ngiri. Moga bisa ikut sukses.

    Posted by abil_budi@yahoo.com | Desember 31, 2008, 5:25 pm
  3. Assalamu’alaikum. Mr. Bahtiar Baihaqi. I’m glad to read your comment in my blog. I hope what I had written in my web blog about English. Its can be useful for everyone who want to learning English as well as they can. and I appreciate about your articles. it was nice articles. Thank you for all. also visit me at http://infosmart-ku.blogspot.com.
    =>You are welcome. He he he, bener gak sih jawabanku ini…

    Posted by Fauzul Faura | Januari 1, 2009, 9:03 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: