you're reading...
Sok Spiritual

“Pengajian” Awam: Bersatu Berkat “Ayat-Ayat Kelamin”

P-Charles mo ikut ngaji?

P-Charles mo ikut ngaji?

Sebagai manusia, kita tentu tidak dapat mengelak dari yang namanya kelamin. Baik kita ini termasuk laki-laki, perempuan, atau termasuk ke dalam kelompok “abu-abu” yang secara fisik dan psikologis memiliki problem tersendiri dalam hal identifikasi dirinya, cenderung ke lelaki atau perempuan? Maka, wajar saja bila dalam keseharian kita, urusan kelamin ini menjadi menu yang tak pernah absen, baik sebatas sebagai bahan perbincangan maupun sebagai bahan penikmatan yang melibatkan kontak fisik. Karena itu pula mustahil bila tiba-tiba kita hendak melenyapkan menu satu ini hanya gara-gara ada niat untuk menghidangkan dan menyantap menu lain: moralitas atau dalam istilah yang lebih pro-awam atau merakyat dapat kita sebut sebagai menu pengajian.

Jadi, siapa pun yang hendak menyampaikan menu obrolan soal moral, soal nilai-nilai spiritual, atau nilai-nilai apa pun takkan bisa mengelak dari persinggungan dengan obrolan kelamin. Biarlah dia mengalir apa adanya, jangan buru-buru menyetopnya sebagai tabu. Lihatlah posting-posting di dunia maya, di jagat blog. Topik-topik terkait kelamin, seks amat laris dikunjungi. Ia menjadi “majelis taklim” yang nyaris tak pernah sepi hadirin. Para partisipan, baik “ustaz” (pemberi materi postingan) maupun “jamaahnya” (tetamu atau pengunjung blog atau situs web) aktif berbagi pendapat, komentar. Hasilnya, jika semua pihak mampu bersikap dewasa dan dapat bertanggung jawab atas apa-apa yang dikatakannya, “sekeranjang hikmah” dapat kita bawa pulang ke rumah (maya dan nyata) masing-masing.

Aku punya pengalaman tersendiri soal ini. Dari sebuah milis yang belum lama kuikuti (disebut gak ya nama milisnya), pertama-tama tentu saja aku harus bikin semacam tret (thread) perkenalan. Aku bingung mesti ngomong apa lantaran para warga milis umumnya tergolong para blogger kondang dan begitu lincah bersilat lidah. Mereka begitu piawai memperbincangkan topik obrolan apa saja dan bisa mengarah ke mana-mana saja. Salah satu topik favorit, salah satunya, ya soal kelamin itu. Mereka begitu bergairah memperbincangkannya, baik secara harfiah maupun filosofis. Itu dimungkinkan karena para penghuni milis ini memang para ahli. Lha, lalu orang awam seperti diriku yang baru banget nimbrung di jagat maya ini mesti ngomong apa?

Bismillah, akhirnya aku pasrah dan berusaha jujur saja memperkenalkan diriku apa adanya sebagai orang awam bodoh, tapi ingin sedikit berbagi. Maka, jadilah aku bikin tret “undangan pengajian dari orang awam”. Tentu saja bukan dalam pengertian konvensional dan primordialnya. (Halah, boso opo iki). Maksudku, aku gak ingin berdakwah dalam pengertian aslinya, harfiahnya, untuk memengaruhi “keimanan” orang lain. Aku ingin berbagi tentang “siapa diriku” saja, termasuk tentu (lantaran tak bisa dielakkan) nilai-nilai yang aku pahami dan aku percayai.

“Lha, itu berarti kamu serius dakwah beneran dong, bukan bercanda?”

Memang aku gak bercanda. Aku juga susah mengemas undangan “pengajian”-ku dalam bahasa candaan. Maka, tak pelak, seketika itu ada yang langsung terjebak pada sangkaan bahwa pengajian macam ini akan mengusik kemajemukan dan persatuan warga milis. Lalu, beliau bilang bahwa kalau ada tret pengajian, berarti harus pula ada tret sekolah minggu dan sejenisnya. Ops, buru-buru aku pun bilang bahwa maksud pengajianku tidak sesempit itu. Pengajian di sini hanya merupakan pilihan istilah yang spontan aku ajukan lantaran aku lahir dan dibesarkan dari latar belakang “pengajian”. Artinya, istilah ini bersinonim, berpadanan kata secara seratus persen dengan istilah sekolah minggu dan sejenisnya. Maka, isi pengajian pun bisa apa saja, termasuk soal kelamin. Alhamdulillah ketegangan mereda (kayak hujan aja). Lha, mereka memang sebagian besar para lelaki yang biasa berurusan dengan ketegangan, kok. Kecuali yang memang gak bisa tegang. He he he mulai saru nih.

Walhasil, pengajian pun berlangsung meriah. Para hadirin tak berbasa-basi untuk terus menopengi diri. Mereka (termasuk aku) tak sungkan-sungkan untuk berbicara tentang kelaminnya. Hikmahnya, aku jadi tahu bahwa di balik kelamin ada nilai-nilai spiritual universal juga. Kita semua bisa bersatu lewat “pengajian” kelamin.

About Bahtiar Baihaqi

Sekadar ingin berbagi, dari orang awam, untuk sesamanya, orang awam pula dan mereka yang prokeawaman.

Diskusi

13 thoughts on ““Pengajian” Awam: Bersatu Berkat “Ayat-Ayat Kelamin”

  1. wahhh……pengajian kelamin, bagus juga pak….

    kira2 milis apa pak yg pean ikuti?
    salam kenal dehhh dari surabaya..

    @Salam juga mas. Menurutku sih yang penting prinsipnya di mana pun pasti ada kemajemukan dan di situ pula kita mesti tetap bisa bersatu (meski tidak harus satu pendapat).

    Posted by admin sunny | Februari 3, 2009, 9:05 pm
  2. sedekah komen ah….

    @Maturnuwun, silakan dimasukkan ke kaleng klo recehan, he3X.

    Posted by zen | Februari 3, 2009, 11:09 pm
  3. infaq komen ah..

    @Makasih, klo uang kertas langsung saya terima. Halah, kok duitnya basah.

    Posted by hwarakadah | Februari 3, 2009, 11:10 pm
  4. seperti Walisanga yang menyiarkan Islam memakai wayangan..jadilah mungkin menyiarkan pengajian dengan memutar JAV dulu…

    @Sugeng rawuh Mas Iman. Iyalah, pokoke aq mah seneng klo Mas Iman mo jadi penceramah di sini.

    Posted by iman brotoseno | Februari 4, 2009, 1:36 am
  5. bahasa yang berat buat sayah… hiks hiks, tapi untung ngerti walo musti dibaca berkali-kali
    @Padahal mah gak perlu dibaca berkali-kali. Tinggalin aja…cari yang lebih nikmat eh lebih gampang dimengerti. Klo ini sih cuma bualan aja. Barangkali benar kata paman tyo: bilangnya mau berbagi, padahal membual, he he he.

    Posted by ontohod | Februari 4, 2009, 10:22 am
  6. Lha hubungannya degn pangeran Charles berkopiah itu maksudnya siapa saja pasti, dapat, bisa,tertarik sama “pengajian kelamin yaa”
    Memakai busana ala seperti itu krna biasanya juga “pengajian” identik dgn membahas ayat2 suci. hehhehe.. bisa ajaaa..

    Posted by Rita | Februari 5, 2009, 8:33 am
  7. Duh, judulnya serem ama kang, takut nih masuk ke isinya🙂

    Posted by Rindu | Februari 5, 2009, 9:07 am
  8. ternyata Allah benar2 Maha Mengetahui dan Teliti dalam menciptakan seluk beluk mahklukNya, tak ada satu pun dari yang Ia ciptakan menjadi percuma..🙂
    Masya Allah…
    Mksh udah mampir k blogQ y, mm hehe, jujur aja mas..aQ g terlalu ngerti ttg botd wordpress..:mrgreen:
    salam kenal y

    Posted by sarahtidaksendiri | Februari 5, 2009, 11:34 am
  9. Ops, ada tiga perempuan, jadi grogi. Tapi aq gak bias gender kan?

    @Buat Rita,
    analisisnya jitu. Tapi aq jg rada takut sih ngundang2 P-Charles.

    @Untuk Rindu,
    maaf klo menyeramkan. Jadi blum sempet memasuki isi nih?

    @For Sarah,
    kamu emang manis dan baik hati, he3x. Soal botd, pokoknya blog Sarah top deh.

    Posted by bahtiar baihaqi | Februari 5, 2009, 1:28 pm
  10. Aduh, bacaannya lumayan berat. Ada banyak istilah yang multitafsir. Kalau ada beberapa contoh dialog di milis tsb, mungkin aku bisa lebih memahaminya.

    @Ha ha ha, berat ya Mas. Ya beginilah klo penulis amatiran. Wah, klo pake contoh nanti gak seru lagi, tapi saru. Mungkin salah satu poin yang ingin kukatakan adalah ini: jangan keburu alergi klo orang2 lain beda ma kita; berkarib-karib sajalah, lalu dari situ kita bisa saling berbagi.

    Posted by M Shodiq Mustika | Februari 8, 2009, 7:58 am
  11. hmmm

    salam kenal aja
    http://firman.web.id

    @Hemmm, oke mas firman, salammu aku terima dengan senang hati.

    Posted by dafitawon | Februari 9, 2009, 12:00 pm
  12. hehehehe… hikmah dibalik kelamin yaw… bagus juga.. aku juga penulis amatian lho, gak papa modal nekat aja dueh.. yang penting smangat, niatin buat ibadah aja dueh.. moga pengajiannya terus bekembang..

    Posted by penampakan | Juli 11, 2009, 9:00 am

Trackbacks/Pingbacks

  1. Ping-balik: Awamologi | Jamaah Blog Sehat - Desember 30, 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: