you're reading...
NII KW9, Sok Berbagi

Korban NII (dan PKI) Siapa Peduli?

niialzaytunTerus terang, aku agak merasa riskan menuliskan hal ini, tapi kok ya terus saja terasa mengganjal bila tidak berbagi mencurhatkan hal ini. Sebab, salah satu rasa sakit yang memilukan adalah apabila kita merasa tak ada orang lain yang peduli pada keberadaan kita. Apalagi bila kita menganggap bahwa mestinya orang lain bersedia meluangkan sedikit saja kesediaan untuk memperhatikan kondisi kita. Syukur-syukur kalau bersedia memberi setetes air penghilang dahaga atas kepedulian itu.

Ditangkap dan dipenjara tanpa pengadilan adalah bentuk korban ketidakpedulian ekstrem yang menyakitkan si korban penangkapan. Apalagi jika itu berlangsung hingga menelan hampir seluruh usia kita. Bahwa kemudian dia dibebaskan dengan keterangan tak terlibat pasal tuduhan, tetap saja bikin kedirian kita nelangsa, merana, dan sakit tak terkira. Bahkan, setelah ada yang bersedia mewakili untuk sebuah permintaan maaf, bisa jadi tetap terasa belum cukup. Apalagi yang punya inisiatif itu bukan pihak yang mestinya lebih bertanggung jawab. Itulah yang dirasakan Pramoedya AnantaToer akibat tuduhan keterlibatan dengan PKI. Artinya, dia adalah salah satu korban (sindrom) PKI. Untuk soal ini, teman-teman bisa membacanya di sini (Surat Pramoedya Ananta Toer kepada Goenawan Mohamad).

Lalu, jika anak-anak, saudara, atau teman kita menjadi korban orang-orang tak bertanggung jawab yang dapat memorak-porandakan bangunan hidupnya, membuat masa depannya tak jelas lantaran direnggut dan dieksploitasi habis-habisan (yang malangnya dia sendiri bisa tak merasakannya), tapi dia tidak bisa lepas dari cengkeraman mereka sehingga bisa-bisa akhirnya menjadi gila, tidakkah ini sebuah bencana yang mengerikan? Lalu, apakah kita akan membiarkan saja orang-orang para penjahat sadis itu bebas menikmati kedudukan dan kucuran rezeki dari keringat orang lain?

Kalau kena tipu soal investasi bodong yang meraibkan duit hingga misalnya mencapai 1 miliar, itu cuma soal fisik alias materi belaka. Namun, kalau yang terenggut lantaran tipuan adalah jiwa kita, hati dan pikiran kita, bagaimana kita bisa mencari penggantinya atau memulihkannya jika akhirnya menjadi gila? Apakah kita lebih memilih kehilangan harta batiniah itu daripada uang 1 miliar?

Jika jawaban kita adalah sebaliknya, memilih tetap memiliki jiwa atau batin yang normal, sehat, berarti kita mesti peduli kepada para korban NII atau yang bekennya adalah NII KW 9. Pentolannya adalah Syekh A.S. Panji Gumilang alias Abu Toto alias entah siapa nama aslinya yang menjadi pemimpin tertinggi Pesantren Al Zaytun Indramayu. Karena ini adalah sebuah jaringan, maka tentu harus dicari para dedengkot yang mengorganisasikan ini. Siapa saja yang layak disebut penggerak dan merupakan penjahat yang layak dihukum, tentu mesti melalui pengadilan. Selebihnya tinggal para korban, baik yang masih termasuk para pengurus maupun mereka yang terserak di mana-mana sebagai anggota.

Demi Allah, aku tidak sedang membual karena dua adikku juga menjadi korbannya. Serbasedikit mengenai mereka pernah aku singgung pada postinganku ini (meski tak secara langsung aku sebut nama institusinya).

Sebenarnya pula data tentang NII/NII KW 9 sudah tersebar di mana-mana karena ada lembaga khusus (swasta) yang melakukan penelitian terhadap aliran-aliran keagamaan (Islam) atau yang berkedok agama seperti mereka. Aku pernah mendapatkan bukunya. Seorang eks anggota mereka pun pernah menulis buku sepak terjang NII KW 9 ini. Di media, seorang Al Chaidar yang mengaku eks organisasi ini pun pernah berkoar perihal mereka.

Baru-baru ini aku baca di situs Dakta.com berita soal NII di Jawa Barat (Jabar) yang disebut-sebut bakal melakukan makar. Menurut Ketua Forum Ulama Umat Islam (FUUI) KH Athian Ali kepada pers di Bandung, sejumlah mantan anggota NII yang telah bertobat mengindikasikan bahwa gerakan NII yang baru saja digagalkan Polda Jabar itu merupakan gerakan meraih kekuasaan dan materi semata yang menjadikan agama sebagai kedok. KH Athian juga mengaku memiliki sejumlah informasi penting terkait pusat gerakan NII. Berdasarkan informasi sejumlah mantan pejabatnya yang kini dalam perlindungan Tim Investigasi Aliran Sesat (TIAS) bentukannya, pusat pemerintahan NII berada di Pesantren Al-Zaytun di kawasan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu.

“Saya sudah memberikan informasi tersebut kepada instansi terkait. Akan tetapi yang membuat saya heran hingga saat ini tidak ada langkah konkret yang diambil pemerintah,” ujar Athian. Berita di Dakta, Rabu, 21 Mei 2008, ini dikutip dari Antara.

Informasi yang sifatnya lebih personal aku dapatkan pula dari Mas Bahtiar Rifai, teman blogger, di blognya. Dia dengan terus terang dan rendah hati menuturkan identitas dirinya yang juga eks NII KW 9 serta keinginannya untuk berbagi memulihkan para korban NII ini, termasuk tentu saja agar teman-teman yang belum terenggut tak turut jadi korban mereka. Ia antara lain merekomendasikan salah satu buku yang ditulis mantan NII yang agaknya karyanya itu sudah relatif dikenal lantaran judulnya sedikit provokatif (aku sendiri belum baca): Tuhan, Izinkan Aku Jadi Pelacur! Memoar Seorang Muslimah.

Ah, maafkan aku bila terasa mengusik hati dan pikiran teman-teman. Aku cuma ingin berbagi saja. Terutama aku berharap agar pemerintah membekuk para penggerak NII dan mengadilinya. Jadi, paling kurang ada dua kata kunci di sini: peduli dan adil. Dengan begitu, aku sama sekali tak ingin terjebak pada perdebatan kategorisasi aliran-aliran yang kusebut di sini, sesatkah, melencengkah, atau ancurkah atau hal-hal lain yang tak perlu semisal ketidaktepatan data di sini, termasuk soal judul buku yang tadi kusebut. Cukuplah kita memulai dengan berempati kepada para korban saja. Aku sendiri merasa menjadi korban lantaran sampai saat ini ada sesuatu yang terasa hilang, sebuah komunikasi yang hangat dan erat antara seorang kakak (juga orang tua dan saudara-saudaraku yang lain) dengan kedua adik perempuanku korban NII itu. Wassalamualaikum.

About Bahtiar Baihaqi

Sekadar ingin berbagi, dari orang awam, untuk sesamanya, orang awam pula dan mereka yang prokeawaman.

Diskusi

85 thoughts on “Korban NII (dan PKI) Siapa Peduli?

  1. Ikut bersedih…😦
    Semoga para pelaku bisa cepat di adili..

    @Makasih mamas. Semoga demikian adanya.

    Posted by mamas86 | Februari 20, 2009, 6:39 am
  2. emaang susah to mas keluar dari nii?
    susah karena diancam atau karena malah begitu yakinnya jalan itu menuju surga?
    konon gerakan ini tujuannya cuman cariuang semata?

    @Ya, tiga tanda tanya dari mas kw-fanabis yg cool abis ini menurutku jawabannya ya semua.

    Posted by kw | Februari 20, 2009, 10:44 am
  3. Terima kasih mas telah berbagi cerita kedua adik panjenengan yang terjerat nii kw 9, tetap terus dampingi agar bisa pulih rasa percaya dirinya dan kembali hidup normal di masyarakat.
    Silahkan klik situs saya : http://niikw9.blogspot.com
    Ada banyak cara mengatasinya.
    @Ya Mas, makasih juga. Nanti aku liat blog khusus Ma Bah itu.

    Posted by bahtiar | Februari 20, 2009, 10:55 am
  4. istilah NII saya sangat benci. Kelompok itu hanya membajak istilah Islam saja yang sebenernya justru beertolak belakang dengan Islam. Dugaan saya ini adalah permainan untuk merusak citra Islam yang sebenarnya.
    @Ya Mas, siapa pun yang jadi penggeraknya pastilah bejat. Makanya, aku harap pihak berwajib segera bertindak.

    Posted by sunarnosahlan | Februari 20, 2009, 11:00 am
  5. Jujur aja sobat, saya sendiri sempat kena juga jadi korban mereka waktu zaman kuliah dulu. Untungnya saya sadar dan cepat ambil sikap. Sejak itu, saya mulai belajar lebih banyak lagi soal agama dan negara. Kesimpulan sementara saya: selama mereka nggak punya kekuatan ekonomi untuk menciptakan negara khayalannya, mereka bakal terus mencari korban2 baru.. dan sampai kapanpun kita sebagai blogger mestilah punya cara yang lebih canggih untuk meng-kick mereka dan melindungi kawan2/saudara kita… sekian

    @Thanks, Prys. Aku cinta bogor yg ‘biru’ juga.

    Posted by bogorbiru | Februari 20, 2009, 11:24 am
  6. Waduh, ini berat Bang untuk orang awam seperti saya. Yang saya tahu Indonesia butuh pembenahan dalam segala hal. Satu kunci keberhasilannya adalah persatuan dan kesatuan bangsa ini.

    @Ya, betul banget, persatuan dan kesatuan. Makanya mesti saling peduli dan berbagi kan? Gak usah diberat-beratin Mas Rudy, asal sudah menyediakan kelapangan hati untuk sesama aja dah cukup. Makasih ya dah mampir lagi.

    Posted by RCO | Februari 20, 2009, 1:52 pm
  7. sbetulnya ini dah lama dan mjd rahasia umum tp ngga tahu kenapa ya, masih ada terus dan tdk ada penanganannya… (apakh hrs ada delik aduan dr korban ya?)

    @Kepentingan politis rupanya telah melanggengkan keberadaan mereka. Padahal fakta2 dah jelas, mereka (elite NII faksi Abu Toto) pelaku kriminal.

    Posted by masfaj | Februari 20, 2009, 4:20 pm
  8. saya juga prihatin, apalagi sekarang aliran sesat bukannya berkurang tp nambah terus…

    @Ya, masalahnya adalah bagaimana meyakinkan para korban yang masih terbelenggu aliran2 itu tahu bahwa mereka kena tipu, sementara para penggeraknya “susah” dibekuk karena mereka (dalam hal ini NII KW9) melibatkan diri dan berlindung dalam jaringan politis. Apalagi ini dah deket pemilu. Jika dilihat dari sisi ini, aktor-aktor yang pandai berkedok itu betapa menjijikkan karena sebenarnya yang diperjuangkan adalah diri mereka sendiri, demi dunia semata: materi dan kedudukan.

    Posted by muda | Februari 20, 2009, 11:46 pm
  9. Kedua adik Anda sepertinya telah kokoh aqidahnya terhadap NII, apakah telah timbul pertentangan paham/konflik setelah keluarga paham dengan status mereka?
    @Jelas, pertentangan ada, tapi kami berusaha tidak memperuncing masalah agar komunikasi dengan mereka tetap terjalin, meski minim. Sulitnya karena kedua adikku itu telah menikah dengan pria yang aktif di kelompok mereka.

    Posted by nesta | Februari 21, 2009, 3:00 am
  10. semoga Indonesia bisa menjadi lebih adil

    @Semoga demikian mas iman sang empunya ilovebogor. Makasih dah berkunjung.

    Posted by iman - i love bogor | Februari 21, 2009, 11:10 am
  11. anda mengatakan saya sakau, sama halnya orang mekah mengatakan rasulullah “Majnun / gila”, Qs: 15:6, dulu pun banyak yang gak tahan menjalankan amanah Allah, seperti :

    An-Naml [27:47] Mereka menjawab: “Kami mendapat nasib yang malang, disebabkan kamu dan orang-orang yang besertamu”. Shaleh berkata: “Nasibmu ada pada sisi Allah, (bukan kami yang menjadi sebab), tetapi kamu kaum yang diuji”.

    Al-Ahzab, 33/10 : (Yaitu) ketika mereka datang kepadamu dari atas dan dari bawahmu, dan ketika tidak tetap lagi penglihatan(mu) dan hatimu naik menyesak sampai ke tenggorokan dan kamu menyangka terhadap Allah dengan bermacam-macam purbasangka.

    [33:11] Disitulah diuji orang-orang mukmin dan digoncangkan (hatinya) dengan goncangan yang sangat.

    [33:12] Dan (ingatlah) ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya berkata :”Allah dan Rasul-Nya tidak menjanjikan kepada kami melainkan tipu daya”.

    [33:13] Dan (ingatlah) ketika segolongan di antara mreka berkata: “Hai penduduk Yatsrib (Madinah), tidak ada tempat bagimu, maka kembalilah kamu”. Dan sebahagian dari mereka minta izin kepada Nabi (untuk kembali pulang) dengan berkata : “Sesungguhnya rumah-rumah kami terbuka (tidak ada penjaga)”. Dan rumah-rumah itu sekali-kali tidak terbuka, mereka tidak lain hanya hendak lari.

    [33:14] Kalau (Yatsrib) diserang dari segala penjuru, kemudian diminta kepada mereka supaya murtad, niscaya mereka mengerjakannya; dan mereka tiada akan bertangguh untuk murtad itu melainkan dalam waktu yang singkat.

    [33:15] Dan sesungguhnya mereka sebelum itu telah berjanji kepada Allah: “Mereka tidak akan berbalik ke belakang (mundur)”. Dan adalah perjanjian dengan Allah akan diminta pertanggungan jawabnya.

    jadi sudah menjadi sunnah ada orang yang berpenyakit dalam hatinya sehingga dia tidak siap menerima amanah Allah, akhirnya kerjaannya hanya menjelek-jelekan. memang menguji iman bukan dengan hal yang biasa-biasa saja, tapi memang harus tidak masuk akal dulu, karena merupakan kehendak Allah. Masalahnya mereka tidak sabar menunggu suatu jawaban dari purba sangka di dalam hatinya.

    Posted by Baron | Februari 22, 2009, 1:19 am
  12. Ini khusus untuk Bung Baron:
    Bung, yang aku maksud dengan kesakauanmu adalah kesakauan kepada NII-Al-Zaytun-Panji Gumilang yang keblinger, bukan pada ajaran Islamnya atau pada Rasulullah. Kau keliru jika mengidentikkan NII-mu dengan sang Rasul agung itu. Beliau manusia yang amat bijak, peduli, dan rendah hati, sementara gerombolan si Panji tak layak diperbandingkan sama sekali. Boro-boro peduli pada korban NII, pada anggota sendiri saja enggak jika itu dirasa merugikan dirinya. Si Panji cuma mau enak sendiri. Coba Baron renungkan benar-benar hal ini. Aku gak memusuhi dirimu, tapi kelakuan si Panji dengan NII-nya yang kau bela itu yang aku gak rela.

    Posted by Bahtiar Baihaqi | Februari 22, 2009, 2:08 am
  13. terimakasih sudah berbagi, sama mas, saya juga sedih, adik perempuan saya (masih kuliah) sekarang masih ikut organisasi kriminal berkedok agama ini.

    @Makasih juga. Moga adik-adik kita itu diberi hidayah oleh Allah sehingga terbuka hati dan pikirannya untuk kembali pada jalan yang diridai-Nya, yang tidak menyakitkan perasaan sudara2, orang tua, dan orang lain. Untuk link-link yang khusus membahas ini, coba ikuti (salah satunya) link yang diberikan oleh Mas Bahtiar Rifai (http://bahtiar.wordpress.com/) di
    http://niikw9.blogspot.com/.

    Posted by rizki | Februari 22, 2009, 9:54 am
  14. Maaf mas Bahtiar,

    Anda salah menilai tentang Panji Gumilang. Beliau orang yang berpikir maju, dan ide-idenya sangat cemerlang untuk kemajuan bangsa ini. Seberapa kenalkah saudara? Aku hanya khawatir Anda telah menjadi korban isu dan fitnah dari orang-orang yang tidak setuju dengan konsep dan pemikirannya. Saya yakin, jauhnya Anda dengan adik Anda karena telah terjadi perbedaan prinsip yang dalam, sementara Anda berusaha untuk memaksakan menurut prinsip yang Anda miliki. Apa yang diajarkan beliau kan toleransi dan perdamaian.

    @Sama sekali aku tidak memaksakan kehendak. Bahkan pernah kukatakan kepada kedua adikku bahwa seandainya mereka mau bikin agama baru sendiri atau tidak beragama sama sekalipun “tak apa-apa” asalkan terbuka saja dan tidak memutuskan tali silaturahmi dengan saudara dan orang tua dengan cara berbohong dan ngumpet2. Ungkapan “tak apa-apa” aku beri tanda kutip tentu saja karena sesungguh-sungguhnya, pasti, aku ingin mereka tidak demikian dan tetap berada dalam iman-Islam yang diridai Allah SWT. Tapi, secara prinsip kebebasan memilih sebagai manusia yang telah Tuhan berikan, aku tidak menghalang-halangi sama sekali alias “tak ada paksaan dalam keberimanan atau keberagamaan”.
    Soal Panji, coba cek dengan benar2 fakta dan data2 mengenainya. Aku tidak sedang membual dan mengada-adakan sesuatu yang tidak ada kebenarannya. Lisna sebaiknya pun tidak menerima informasi dari kalangan sendiri saja. Bahwa Panji punya pikiran cemerlang untuk konsep membangun Indonesia ya bisa saja demikian. Tapi, tak bisa dimungkiri bahwa dia telah melakukan PENIPUAN dengan membiarkan para anggota dan semua orang yang mengikuti “ajarannya” BERBOHONG, NGUMPET2, DLL yang MEMUTUS TALI SILATURAHMI. Soal berbohong pun bisa dilacak detail dan segala macamnya.
    Pertanyaannya kemudian adalah: jika “ajaran” Panji memang benar, kenapa tidak TERBUKA aja disampaikan ke semua orang?
    Ayolah, Lisna, buka mata, pikiran dan hatimu untuk mencerna dengan baik dan jernih semua ini. Kau pun tak perlu minta maaf kepadaku karena kau tak bersalah. Yang salah adalah si Panji. Dialah orang yang paling harus bertanggung jawab atas semua kekacauan perihal NII-Zaytun ini.
    Kalau mau adil, gelar saja dialog terbuka antara Panji dan kami2 ini yang kau bilang telah teracuni fitnah. Bersediakah Panji melakukan ini Lisna?

    Posted by Lisna W | Februari 23, 2009, 1:08 am
  15. siap-siap dapat komentar bejibun, emosional dan anonim. biasanya mereka yang ngakunya simpatisan ya gitu itu komennya. saya sudah membuktikan sendiri.

    Posted by bangsari | Februari 24, 2009, 1:34 pm
  16. betul apa yang ditulis mas nomer 15 di atas, para simpatisan akan membelokkan dari inti posting anda, mari kita simak bersama🙂

    Posted by mantan nii kw 9 | Februari 24, 2009, 1:38 pm
  17. ya, saya salut sama mas bahtiar, memang beberapa kali saya pernah merasakan negatif di Nii, tapi semakin saya negatif saya juga berusaha untuk mencari kebenaran, Saya bersumpah atas nama Allah, bahwa saya akan mati bersama atau menuju jalan yang Benar! Dalam hadits rasulullah (riwayat muslim): “..bila kamu tidak suka terhadap Amir(pemimpin) terhadap tindakannya, maka bersabarlah, jika kamu keluar dari jama’ah walaupun hanya sejengkap maka mati, mati jahiliyah” maka saya juga merenung banyak juga di Nii yang mempunyai niat yang bersih, maka kami akan tetap konsisten menjalankan apa yang menjadi keyakinan kami sampai apa yang kami yakini akan terwujud, kami pun sangat mencintai kalian saudaraku sesama muslim dan sesama manusia, dan kami sudah serahkan jiwa dan raga kami hanya untuk tegaknya kebenaran di muka bumi ini, kamipun berdo’a bila kami salah tegur kami ya Allh, salam perdamaian dari kami perindu tegaknya kebenaran dan keadilan.

    Posted by Baron | Februari 24, 2009, 7:38 pm
  18. ya, saya salut sama mas bahtiar, memang beberapa kali saya pernah merasakan negatif di Nii, tapi semakin saya negatif saya juga berusaha untuk mencari kebenaran, Saya bersumpah atas nama Allah, bahwa saya akan mati bersama atau menuju jalan yang Benar! Dalam hadits rasulullah (riwayat muslim): “..bila kamu tidak suka terhadap Amir(pemimpin) terhadap tindakannya, maka bersabarlah, jika kamu keluar dari jama’ah walaupun hanya sejengkal saja maka mati, mati jahiliyah” maka saya juga merenung banyak juga di Nii yang mempunyai niat yang bersih, maka kami akan tetap konsisten menjalankan apa yang menjadi keyakinan kami sampai apa yang kami yakini akan terwujud, kami pun sangat mencintai kalian saudaraku sesama muslim dan sesama manusia, dan kami sudah serahkan jiwa dan raga kami hanya untuk tegaknya kebenaran di muka bumi ini, kamipun berdo’a bila kami salah tegur kami ya Allah, salam perdamaian dari kami perindu tegaknya kebenaran dan keadilan.

    Posted by Baron | Februari 24, 2009, 7:40 pm
  19. @Ya, aku pun setuju dengan mas no 15 dan 16 (he he he). Makasih.

    @Untuk mas no 17 dan 18 (baron), kebersabaran dan keistiqamahan dalam berjamaah memang diperlukan. Tetapi, untuk kasus amir (pemimpin) yang bermasalah, harus ada langkah untuk mengingatkan sang amir. Apalagi kalau amir itu sifatnya lokal dan gak resmi seperti Panji. Dia bahkan sekadar meng-amir-amir-kan dirinya sendiri tanpa peduli pada korban2 yang ditimbulkannya. Carilah kebenaran secara benar, tidak sekadar pasrah membabi-buta seperti itu mas baron. Aku takut mas baron malah termasuk dalam kategori “mengekalkan kejahatan” lantaran kengototannya pada ke-Panji-an.

    Posted by Bahtiar Baihaqi | Februari 24, 2009, 8:25 pm
  20. Makin ramai saja.
    Buat Mas Baron saya mau tanya dari mana dana yang digunakan untuk membangun gedung mewah itu.

    Posted by sunarnosahlan | Februari 24, 2009, 8:58 pm
  21. buat sunarnosahlan,

    Wajarlah Anda menanyakan darimana umat Islam mendapatkan dana, soalnya Anda sendiri ga pernah bersedekah.

    @Nii-mania di mana pun Anda berada, kenapa tidak dijawab poin yang ditanyakan Mas Narno saja dengan menyodorkan faktanya. Paling tidak, berikan jawaban logis yang masih berkaitan dengan hal itu.
    Sebab, kalau soal Mas Narno nggak pernah bersedekah, dari mana Anda tahu? Sebaliknya, menyangkut dana yang ditanyakan Mas Narno, dari beberapa penelitian yang dapat dipertanggungjawabkan semisal dari lembaga tertentu yang menghkhususkan diri atas gerakan semacam ini, kita dapat membaca “ketidakberesan” dalam soal dana itu. Lagipula, para eks NII pun menyatakan demikian pula. Coba tanyakan sama Mas Bahtiar (bukan aku) yang eks NII-KW 9 itu? Nanti bisa diklarifikasi siapa yang benar dalam hal ini.

    Posted by nii-mania | Februari 25, 2009, 12:38 pm
  22. karena saya abangan, sy tak terlalu paham
    tapi prinsipnya pak bah, saya ikut mendoakan agar keinginane sampean terkabul amin..

    @Amin ya robbal alamin. Makasih Mas Teguh. Soal abang opo putih itu mah biar Yang di Atas aja yang menilai. Jangan2 aku sendiri malah abu-abu atau justru gelap.

    Posted by zenteguh | Februari 26, 2009, 12:48 am
  23. memang mencemaskan dan menggelisahkan, mas baihaqi. entah, sudah berapa kasus seperti itu sengaja dipeti-eskan oleh rezim orba. stigma PKI bener2 tlh menghancurkan masa depan orang2 yang dianggap melakukan pembangkangan hingga rezim orba mewariskan dosa turunan kepada anak-cucunya.

    @Begitulah Pak. Padahal kan nggak rugi bila berbuat adil dan nggak diperumit-rumit politis.

    Posted by sawali tuhusetya | Februari 26, 2009, 11:43 pm
  24. Saya menghormati pendapat mas bakhtiar, masalah dana dari mana sangat kompleks dijabarkan, tapi yang jelas banyak sumber-sumber dana yang dapat dikelola untuk membangun, di mahad memang semua berawal dari donatur tetap dan donatur tidak tetap, dan lahan pertanian, peternakan contohnya pun sudah menghasilkan, setahap-demi setahap. Begini sajalah memang saya baru-baru ini saja membuka cakrawala berfikir saya menjelajah dunia maya untuk mengintip perkembangan yang ada secara terbuka, maka mari kita berkarya dan berbuat untuk masyarakat sejahtera, nanti finalnya juga akan terlihat siapa yang berbuat dan berhasil memberi makna dalam hidupnya dan yang tidak berhasil memberi makna dalam hidupnya.

    @Moga saja bisa begitu. Tapi, jangan lupa segenap anggota dan para keluarganya jangan dibikin merasa kehilangan untuk menimang anak-cucu.

    Posted by Baron | Februari 27, 2009, 1:04 am
  25. saya baca majalah bulanan Al Zaytun cukup mantap menafsirkan ulang tentang zakat fitrah. Layaklah kalau hasilnya luar biasa. terlahir banyak ahli tafsir. selamat, selamat, selamat.

    Semoga saya tidak perlu kehilangan orang yang saya cintai karena tidak sanggup membayarnya.

    @Kalaulah penafsirannya betul, belum tentu pula di lapangan tak ada penyimpangan. Apalagi kalau penafsirannya amburadul, jelaslah itu ulah manusia-manusia semprul.

    Posted by sunarnosahlan | Februari 28, 2009, 12:24 pm
  26. Kalaulah penafsirannya betul, belum tentu pula di lapangan tak ada penyimpangan. Apalagi kalau penafsirannya amburadul, jelaslah itu ulah manusia-manusia semprul.

    setuju dengan komentar ini🙂

    sekrang mah banyak ahli fatwa tanpa kapasitas memadai… termasuk kemarin ke kantor pajak,,, yang menyamakan kewajiban NPWP sama dengan Suami memimpin istri di agama … semprul!

    @Makasih Mas dah urun pendapat. Sebagai manusia awam, pastilah banyak kekeliruan yang bisa kulakukan. Untuk itu, jangan sungkan2 Mas Cahyo mengingatkanku.

    Posted by hmcahyo | Maret 1, 2009, 9:06 am
  27. hm… sebenarnya enggan mengomentari hal ini. sekarang kutanya 2 hal buat 2 arah.

    1. buat yang tidak suka NII/KW9

    Kalau memang benar, NII/KW9 (azzaytun) itu berjuang untuk menegakkan negara islam indonesia, pasti aparat yang berwenang sudah menggrebek markasnya di az-zaytun. dan pasti panjigumilang sudah dipenjara atau dieksekusi mati. Tapi kenapa pemerintah endonesya cuek aja? malah terkesan membelanya?

    Jika untuk soal rokok dan golput, MUI bersikap layaknya URC (unit reaksi cepat) dalam menelurkan fatwa, tapi kenapa dalam soal az-zaytun, yg sudah bertahun-tahun, MUI bagaikan lembaga yang lemah syahwat?

    Jadi, saya sarankan untuk membuang harapan agar pemerintah mau “mengadili” az-zaytun. karena, mana mungkin sih, seorang bocah mau merelakan bonekanya dibuang ke tong sampah…

    2. Buat mas baron dan NII mania

    Pernahkah anda “benar-benar” memahami tipologi kepemimpinan Muhammad SAW? Dia adalah pemimpin yang sangat mencintai keberagaman. bahkan terhadap seorang perempuan non-muslim yang sering mencelanya, ia tetap menebarkan kasih sayang.

    Oke, jika anda nggak kenal sama Rasulullah, (karena yg saya tahu kalangan anda nyaris nggak pernah mempelajari sosok sang Nabi SAW), Pernahkah kalian memahami sejarah dan perihidup SMK? Termasuk pemikiran beliau, SMK r.a. tentang hidup bernegara dan berislam? Apakah kalian merasa cukup mendapatkan wejangan dari mulut ke mulut tentang kehebatan beliau saja, tanpa memahami pemikiran beliau?

    Saya pernah menulis di sebuah blog yg juga membahas NII/KW9. “Andai SMK masih hidup, saya yakin beliau akan membubarkan gerombolan yg masih mengatasnamakan NII, dan memintanya agar menjadi warga negara RI beragama Islam yang baik!” jika kalian benar-benar meresapi pesan sang Imam r.a. kalian mungkin akan bersepakat dengan pernyataan saya tersebut.

    Jabat erat!

    @Makasih Saudaraku, atas ungkapan khususmu ini, meski terlontar dengan berat hati. Moga semua pihak bisa mencernanya dengan hati bening.

    Posted by MT | Maret 10, 2009, 9:52 pm
  28. to MT,

    Manalah mungkin kami tidak mengenal sosok Rasullah saw maupun SMK, sedangkan kami meneruskan apa yang mereka cita-citakan sebelumnya.

    Jikapun pemerintah/MUI tidak mengambil tindakan terhadap NII itu menjadi bukti bahwa Islam datang dengan membawa kedamaian.

    Al-Zaytun bukanlah boneka, namun dibangun atas dasar kemandirian. Asal tahu saja, bukan hanya umat Islam yang memberikan dananya untuk kemajuan Al-Zaytun, melainkan juga datang dari berbagai keyakinan. Itulah praktek keberagaman, tidak hanya teorika belaka.

    Ingatlah, Allah benci kepada umat yang mengatakan sesuatu tanpa melakukan apa-apa yang telah dikatakannya.

    Posted by nii-mania | Maret 15, 2009, 12:42 am
  29. to MT,

    Manalah mungkin kami tidak mengenal sosok Rasulullah saw maupun SMK, sedangkan kami meneruskan apa yang mereka cita-citakan sebelumnya.

    Jikapun pemerintah/MUI tidak mengambil tindakan terhadap NII itu menjadi bukti bahwa Islam datang dengan membawa kedamaian.

    Al-Zaytun bukanlah boneka, namun dibangun atas dasar kemandirian. Asal tahu saja, bukan hanya umat Islam yang memberikan dananya untuk kemajuan Al-Zaytun, melainkan juga datang dari berbagai keyakinan. Itulah praktek keberagaman, tidak hanya teorika belaka.

    Ingatlah, Allah benci kepada umat yang mengatakan sesuatu tanpa melakukan apa-apa yang telah dikatakannya.

    Posted by nii-mania | Maret 15, 2009, 12:44 am
  30. @Tuk NII-Mania:
    Meski komenmu terkhusus ditujukan buat MT, aku pun sebagai pemilik blog dan orang yang menjadi korban NII-Panji berhak mengomentari pendapatmu itu.
    Jika dirimu benar2 mengenal sosok Rasulullah SAW, rasanya sangat sulit buatku untuk memahami pembelaanmu itu tentang Al-Zaytun dan praktek keberagaman kalian. Jika kalian benar2 ingin menyambung silatarahmi penuh toleransi KEBERAGAMAN, mengapa tidak kau sebutkan saja identitas jelasmu, alamatmu, nomor kontakmu, dll dan undanglah kami semua untuk mempererat silaturahmi BERJAMAAH KEBERSAMAAN (seiman, seislam, sekeindonesiaan, atau sekemanusiaan) sehingga tidak ada PRASANGKA di antara kita? Kalau kau mau, aku senantiasa terbuka untuk menerima kedatanganmu dan teman-teman NII-mu, termasuk Panji Gumilang.
    MT pun aku yakin begitu. Aku bisa menghubunginya untuk kita semua bertemu menjalin SILATURAHMI TERBUKA tanpa ada rasa CURIGA. Kalau kau dan teman-temanmu bisa MELAKUKAN INI SEMUA, itu baru kalian berhak mengaku telah sesuai dalam bertindak: MELAKUKAN APA-APA yang KAU KATAKAN.
    Demikian sobat. Aku sama sekali tak benci kalian. Beberapa kata yang kutulis kapital di sini hanya sebagai penekanan saja.

    Posted by Bahtiar Baihaqi | Maret 15, 2009, 1:10 am
  31. Ass, udah lama neh gak muncul, pha kabar mas bakhtiar, emang gak habis kalau kita berdebat-pedas. sebelum finalnya pasti kita masing-masing pasti merasa benar. Kalau saya sarankan mendingan saudara MT, mas bahkhitar, Nii-mania dan sayapun harus 100 % benar-benar menyakini apa yang dipegang, karena dari keyakinan yang telah dipilih masing-masing bila kita sama-sama istiqomah pasti semua kita akan berakhir di garis finis bersama-sama pula, dan nanti akan sama-sama membuktikan apa yang kita yakini tersebut. Seorang pembuat bakso yang biasa saja, karena dia tekun dan ulet terus mencoba dan berusaha membuat bakso yang terenak dapat menjadi pengusaha bakso yang sukses dan terkaya, walaupun hanya sekedar membuat bakso dan dia tidak pernah plin-plan pindah menjadi tukang somai. begitu, bila Nii Zaytun sesat atau memang kami dikatakan sesat pasti Allah akan binasakan, tetapi perkembangan terikini, banyak orang-orang yang di Nii itu semakin belajar dan pintar membedakan mana benar-salah, baik-buruk. mereka pasti akan memilih untuk memperbaiki yang rusak ketimbang hanya berkoar mengomentari tapi tidak melalukan apa-apa dan hanya menunggu dan menonton, salam hangat mas, wss

    Posted by Baron | Maret 15, 2009, 6:15 pm
  32. @Mas Baron,
    kalau soal perbedaan memang bisa gak selesai2. Makanya, yang kuminta cuma satu: JALIN SILATURAHMI, sebesar apa pun perbedaan yang ada. Jangan sebaliknya, memutuskannya, apalagi dengan keluarga. Silakan saja kalaupun keluarga dan orang luar dianggap KAFIR, tapi sekali lagi, jangan putuskan silaturahmi.
    Pada titik itulah kami sebagai keluarga yang memiliki saudara di lingkungan NII merasa jadi KORBAN.

    Posted by Bahtiar Baihaqi | Maret 15, 2009, 7:12 pm
  33. Selamat Berjuang

    @Makasih Bos.

    Posted by www.nii-crisis-center.com | Maret 21, 2009, 12:17 am
  34. Perjalanan masih panjang

    @Moga tetap kuat, sabar, dan tujuan tercapai.

    Posted by www.nii-crisis-center.com | Maret 21, 2009, 12:21 am
  35. ya, shilahturahmi adalah yang terbaik, dan tidak ada yang mengkafirkan siapapun kecuali Allah SWT……..

    @Mestinya sih begitu Mas Baron. Tak perlu ada yang disembunyikan dan diputus. Disambung saja silaturahminya. Soal perbedaan macam2 kan dengan siapa pun juga berbeda-beda pula. Yang asyik-asyik ajalah, jangan tegang-tegang.

    Posted by Baron | Maret 23, 2009, 11:25 pm
  36. Caleg N Sebelas Gagal ke Senayan

    Temans, mohon baca link ini ya:

    http://kalipaksi.wordpress.com/2009/04/13/caleg-n-sebelas-gagal-melenggang-ke-senayan/

    @Aku dah simak dan berkomen petromaks Mas, moga aspirasiku dapat ditindaklanjuti.

    Posted by sofwan.kalipaksi | April 13, 2009, 12:19 pm
  37. salah satu teknik agar anggota nii tidak terkontaminasi dengan pendapat luar, adalah dengan cara menyekapnya. caranya didoktrin tutup mulud dari dunia luar, kalau ketahuan ya tidak ngaku. Bagaimana mungkin disuruh silaturahmi wong gerakannya dibawah tanah. Mereka itu korban sekaligus memakan korban, tapi angan2nya pahlawan. Membayangkan bentar lagi jadi pejabat pemerintah nii. bentar lagi, bentar lagi, begitu terus gak ada habisnya, karena usaha mendirikan negara memang gak ada, hanya bohong2an alias kedok agar rekrutmen anggotanya semakin bersemangat. Gak ada sedikitpun makar kepada pemerintah, jadi gimana pemerintah mau ambil tindakan. Dikiranya nii bonekanya orang2 pemerintah, sama sekali tidak ada hubungannya, kalaupun ada indikasi2 hanyalah sebagai bumbu untuk menambahi semangat para anggota, seolah2 ada dinamika. Mereka menjadi anggota adalah sebagai korban pemerasan mencari uang antar korban, dan dengan bumbu2 itulah mereka rela melakukan kewajibannya, sambil berharap menjadi bupati, dan sorga. Lama-kelamaan mereka juga sadar, ada yang sebelum remuk, ada yang benar2 remuk. Tapi yang sutradaranya cari terus teknik2 baru untuk melancarkan usaha tipu duwit berkedok agama Islam.

    @Ya, yang begitulah yang menyedihkan. Trus, bagaimana saran Anda untuk mengatasi bergulirnya rantai “korban makan korban” itu? Adakah yang jitu? Moga Anda berbaik hati mengirimi resepnya, bisa via e-mailku: awamologi@gmail.com . Makasih dah bersedia berbagi.

    Posted by seyulieang | April 14, 2009, 5:09 am
  38. Semakin didengungkan bahwa seolah-olah nii didukung secara diam2 dari orang2 pemerintah, malahan membuat seolah-olah ada pergolakan yang nantinya terjadi pergantian pemerintahan. Angan2 mereka ditumbuhkan bahwa usaha nii telah didukung oleh sebagian besar tentara, polisi (pemerintah). Jadi kemerdekaan versi nii tinggal tunggu waktu untuk mewujudkan suatu negara yang berdaulat. Sekali lagi, usaha membuat negara hanyalah angan-angan. Tidak ada makar atau usaha legal/ilegal untuk mendirikan negara nii. Semua itu hanya kedok untuk membakar semangat, karena nantinya setelah negara berdaulat anggota nii akan mendapatkan bagian jabatannya, ada yang jadi gubernur, bupati, camat dst. Logika2 (sesuai alam pemikiran anak2 usia remaja) dan ayat2 dimasukkan, bahkan pidato/pernyataan2 seolah-olah anti pemerintah dilontarkan, itu adalah bagian dari tipu daya.
    Jadi salah satu resepnya adalah patahkan angan2 mereka (para korban). Umumkan (syukur secara resmi dari pemerintah) bahwa usaha makar atau bentuk apapun dari nii tidak ada, bohong-bohongan. Yang benar adalah perusakan aqidah seperti yang banyak diketahui dari pernyataan MUI.

    Posted by seyulieang | April 14, 2009, 7:19 pm
  39. sorry mo nyambung nie…
    klu mau menilai yang objektif, lihat realita yang ada…
    jangan pake nafsu yang g’ karuan begini..
    sudah jelas azzaitun salah,

    aq setuju dengan komentar MT no 27, pemerintah tak mungkin membubarkan bonekanya sendiri.. (tolong direnungkan^^)

    @Kalau benar sebagai boneka, pemerintah harus segera menyadari kekeliruannya dan berubah. Kasihan para korban.

    Posted by nhadia | April 22, 2009, 9:32 pm
  40. apabila pemerintah sudah mengetahui keberadaan KW9 di azzaitun kenapa ga di grebek.tapi hanya digembar gemborkan saja..aneeh juga yaaaa??

    @Aneh memang. Tapi gak perlu digerebek. Cukup diadili saja.

    Posted by nhadia | April 22, 2009, 9:38 pm
  41. Sambil menunggu yang berwajib bertindak atau tidak bertindak, marilah kita sesama korban atau mantan korban, bersama atau sendiri2 melakukan kegiatan menghalau musang yang berbulu ayam itu. Mari ber-teriak2, menyoraki, dst. Di lingkungan kita, di kampus, di sekolah, di lingkungan tempat kerja, dsb. Melalui media apapun, internet, radio, media tv, diskusi2 kecil pada waktu istirahat, forum orang2 tua melalui kantor2 sehingga ortu yang lain ikut mengawasi anaknya. Bahkan dengan pemasangan spanduk2 di kampus, di sekolah, di tempat2 umum.
    Semampunya, gak usah berpikir bagusnya komen kita, pokoknya ayo komen terus. Kita ramaikan tempat2 komen dimanapun.
    Kenapa?
    Nalurinya musang biarpun besar dan kuatnya kayak apa, tapi tetap lari tunggang-langgang apabila ayam2 ber-sama2 meneriakinya,……… petok, …petok. Sementara kita gaduh, musang ter-birit2, yang berwajib datang menyelamatkan. Awalnya musang2 itu juga ayam2 yang telah di-rubah2 (telah berubah).
    Seiring bergulirnya waktu, musangpun juga insyaf dengan penyesalannya. Gak pa2, lebih baik menyesal sedikit daripada jadi musang selamanya.
    Saudara2 musang yang dahulunya ayam,,,,,, marilah kembalilah kepada ayam biasa, kamu hanya di-iming2i harapan kosong, sementara itu kamu diminta menyetor dan mengorbankan saudaramu yang sejati. Kenapa kamu tega, karena kamu telah menganggap ayam bukanlah saudaramu. Kalau demikian kamu adalah musang berbulu ayam yang sebenarnya. Itulah kebanggaanmu…………..

    @Iya, betul nih. Makasih sarannya ya.

    Posted by seyulieang | Mei 3, 2009, 10:59 am
  42. Ada yang mendukung pemberitaan bahwa nii adalah boneka dari pemerintah. Bila bukan, mengapa tidak digrebek saja?
    ada 2 keuntungan bagi nii dengan berita ini, yaitu:
    Pertama, nii mendapatkan sampul kulit harimau, sehingga orang diluar nii melihatnya tikus sebagai seekor harimau. Kedua, orang diluar nii mengarah dengan sendirinya untuk mendapatkan kambing-hitamnya.
    Realitanya, apabila nii telah didukung pemerintah (sejak dahulu kala), mengapa futuh nii hanya digembar-gemborkan saja.. aneeh yaaaa??

    @Apa pun yang terjadi dari sisi politik ini, tak ada yang berhak ditakuti dan gak boleh takut. Tapi, memang, soal politis ini jadi mempersulit penyelesaian soal NII. Sebab, para elite-nya sibuk cari perlindungan politis, cari selamat sendiri2. Sementara “umat”-nya? Wallaahu a’lam nasibnya.

    Posted by seyulieang | Mei 7, 2009, 5:46 am
  43. Terimaksih Mas Bahtiar, sisa2 rasa takut yang tidak sepantasnya itu memang sepatutnya dijauhi. Tidak usah mem-berani2kan diri, karena yang ditakuti memang benar2 tidak ada. Sedangkan yang tukang takut2, malahan cari selamat, tentu karena ketakutan. Kita tunggu endingnya.
    Kalau berniat keluar dari nii, ya keluar saja. Kalau perkaranya malu, ya jangan crita2 dulu. Awalnya memang malu, tapi inilah penyelamatan diri, penyelamatan jalan hidup. Karena jalan itu menjadi jalan hidup bagi keturunan seterusnya dikemudian hari. Relakah? keturunan Anda diletakkan dalam suatu kenyataan hidup yang tidak bermoral untuk suatu cita2 suci bermoral yang hanya angan2 yang tidak berkesudahan.
    Kita mantan nii, sangat peduli dengan Anda yang masih korban nii. Kita disini menunggu, dengan kasih ingin merangkul memeluk sepenuh kalbu. Sedangkan Anda menunggu kembalinya uang yang dilipatkan 700 kali?. Itu bohong, tinggalkan dan relakan saja. Anda aman bersama kita, karena persoalannya menjadi lain sekiranya Anda tertangkap basah dan Anda masih anggota nii. Yang bicara pengadilan, dan Anda menjadi seorang diri yang sendirian.

    @Betul, betul. Pokoknya mah gini aja buat mereka yang masih jadi warga NII-KW9: mustahil dapat surga klo dengan jalan menipu. Apalagi, NII sendiri dah dibubarkan oleh SMK diganti dengan jalan sufi saja. Jadi, KW9 dah kehilangan legitimasi plus menyimpang jauh dengan membiarkan adanya berbagai penipuan yang berujung pada mobilisasi dana. Terbukti, nyaris “para pengasong” semua sebagai ujung tombak pencari dana tak kunjung (bahkan takkan pernah) merasakan “surga MAZ”. Nilai “positif” MAZ kalau ada hanyalah pada “keandalan manajemen organisasi dan (lembaga) pendidikan”. Kalau memang begitu, kan bisa saja semua orang memasukkan anak-anaknya ke sekolah MAZ tanpa harus menjadi pengikut NII-KW9.
    Masalahnya, MAZ gak bisa hidup tanpa dana yang sebagian besar didapatkan dengan jalan menipu itu. Jika MAZ bisa mandiri dengan menghindari penipuan ini, saya berani berjihad untuk membela MAZ.
    Jadi, ayolah saudaraku semua warga NII-KW9, putuskan rantai penipuan ini dengan “keluar” dari sangkar NII-KW9 tanpa harus membunuh MAZ (cukup adili saja atau beri permaafan). Bisakah? Mudah-mudahan demikian. Amin.

    Posted by seyulieang | Mei 11, 2009, 6:02 am
  44. mas bahtiar, komen saya cuma pendek aja..
    anda gak faham tentang islam(cuma ktp doang)
    .. apalagi tentang assyahid imam SMK, tentang
    MAZ, dll…. semua ucapan dan tuduhan anda akan diminta pertanggung jawaban oleh ALLAH.SWT kelak….. naudzubillahimindzalik.
    wassalam…

    Posted by jamaluddin al afghany | Oktober 10, 2009, 10:23 pm
  45. @Mas Jamal,
    bahkan seandainya MAZ/NII kw 11 tidak berjualan Islam pun, mereka tetap biadab dengan menipu untuk kepentingan diri dan para petingginya, sementara para bawahan dan umat dijadikan sapi perah.
    Jadi, poinnya bukan pada paham atau tidak tentang Islam.
    Saya sama sekali tidak menuduh karena semuanya berdasarkan fakta valid (minimal dari dua adik saya dan dua ipar saya yang sudah jadi korban mereka).
    Jadi, jangankan diukur dengan aturan Islam, diukur dengan “kode etik penjahat” saja mereka masuk dalam kategori mbahnya jahat. Sebab, semisal kelompok perampok pun akan berontak kalau ada yang penipuan/pembagian yang tak adil dari hasil rampokan.
    Nah, apakah MAZ adil dalam (atau apalagi benar) dalam menjalankan misinya? KEYAKINAN DAN JAWABAN ANDA akan dimintai pertanggungjawaban oleh publik yang waras sebelum diadili oleh Mahkamah Illahi.
    Waalaikumsalam.

    Posted by Bahtiar Baihaqi | Oktober 11, 2009, 2:20 am
  46. mas bahtiar, poin nya memang pada “PAHAM”
    atau tidak nya anda tentang ISLAM.. bukti nya anda melihat&menilai semuanya dari sudut pandang anda sendiri, dan di amiiin kan oleh
    orang2 yg juga tidak paham dengan ISLAM.
    anda hanya mencari jalan “AMAN” dengan menjadi warga RI yg baik, dan manut dengan
    semua penyelenggara negara(pegawai negri sipil&non sipil) yg menurut pengamatan saya
    98% nya makan uang haram!!! mengkorup uang negara(RI) dan mencekik rakyat dengan segala
    macam jenis “PUNGLI” di semua DEPARTEMEN!!
    (yg 2%nya gak ikutan karena gak kebagian)
    Kalau dulu RASULULLAH SAW juga seperti anda,
    mencari jalan “AMAN” mungkin ISLAM tidak
    akan pernah dikenali oleh rakyat INDONESIA tercinta ini!! SUNNAH inilah yg tidak anda pahami…..ayo “be open minded”
    wassalam.

    Posted by jamaluddin al afghany | Oktober 11, 2009, 10:41 pm
  47. mas bahtiar, apa kabar? kok gak ada jawaban?
    atau lagi mikir……? saya tunggu hasil pemikiran anda ya, tapi yg cerdas dan intelek
    ya…^_^

    Posted by jamaluddin al afghany | Oktober 12, 2009, 10:09 pm
  48. @Mas Jamal,
    saya memang tidak harus berpura-pura atau berusaha menjadi cerdas hanya untuk menjawab pertanyataan dan pertanyaan Anda.

    Anda jangan “lari” dengan menerapkan ukuran Islam itu pada orang-orang lain sampai jauh-jauh ke pengurus negara segala. Ukurlah para petinggi MAZ saja dan laju organisasi ini yang ditopang oleh segenap PENIPUAN. Biar soal ini tidak jadi fitnah, mari kita beberkan di publik saja kalau memang semuanya berjalan baik-baik saja.

    Nah, kalau poin ada tidaknya PENIPUAN itu sudah terjawab, bolehlah kita berdiskusi soal Islam. Saya rasa jawaban saya ini jelas tanpa membutuhkan kecerdasan ekstra.

    Mudah-mudahan Anda dan teman2 yang masih bersikukuh membenarkan MODUS OPERASI MAZ tidak menjawabnya dengan MENGABURKAN MASALAH melalui PAHAM-PAHAM ISLAM (versi Anda). Jawab dululah soal PENIPUAN PUBLIK itu.

    Posted by Bang Awam | Oktober 18, 2009, 12:22 am
  49. mas bahtiar, anda selalu mengatakan “PENIPUAN”
    coba anda jelaskan di mana penipuan nya…!
    buktikan “PENIPUAN” nya dengan otentik dan nyata!! apa pada 2 orang adik anda yg selalu berinfak? itu hak asasi dan keyakinannya, atau pada kata2 orang2?? anda gak punya bukti apapun untuk mengatakan ini penipuan….

    Posted by jamluddin al afghany | Oktober 23, 2009, 10:06 pm
  50. numpang lewat yo!!
    Ada cerita tentang pejahat kecil. Kurang-lebihnya begini: Pekerjaan jahatnya meminta uang dari mangsanya dengan cara gendam (hipnotis). Ketika dituding dianya sebagai PENIPU, maka jawabnya kurang-lebihnya sebagai berikut: Siapa yang menipu?? Toh dia memberikan uang dengan cara rela. Aku tidak memaksanya. Bagaimana aku disebut sebagai penipu?? Tentang dia (termangsa) memberikan uangnya, itu kan haknya dia. Buktikan penipuan aku!!!

    Posted by seyulieang | Oktober 28, 2009, 3:28 pm
  51. numpang lewat yo!!
    Ada cerita tentang pemerkosa kewanitaan. Kurang-lebihnya begini: Pekerjaan pemerkosaannya dengan modis operandi pakai obat perangsang syahwat. Mangsanya dijebak di suatu tempat. Setelah pertimbangannya mantap maka obat perangsang untuk termangsa diaplikasikan, bagaimanapun caranya. Di telinganya dibisikkan janji-janji mesra, harapan-harapan kosong, dan kata-kata pujian membelai sukma. Setelah terlaksana dengan napsu syahwatnya, sang korban digantung di awan tinggi, untuk kemudian disambangi se-bosannya.
    Ketika dituding dianya sebagai PEMERKOSA. Maka jawabnya kurang-lebihnya sebagai berikut: Siapa yang memperkosa?? Toh dia sendiri dengan ikhlas yang membuka bajunya sendiri. Aku tidak memaksanya. Bagaimana aku disebut sebagai pemerkosa. Tentang dia menyerahkan dirinya bulat-bulat, itu kan haknya dia. Buktikan aku sebagai pemerkosa!!!

    Posted by seyulieang | Oktober 28, 2009, 4:18 pm
  52. numpang lewat yo!!
    Ada cerita tentang penipuan di NII-KW9-AZ. Kurang-lebihnya begini: Pekerjaan penipuannya dengan cara memanipulasi Agama Islam. Hijrah dan baiat adalah metode serem-sereman saja. Issu menegakkan hukum Allah SWT yang dilanjuti dengan berdirinya negara islam, hanyalah janji kosong untuk menyerap dana. Semangat dan fanatisme dibangun serta harapan2 kosong di-iming2kan. Yaitu futuh yang takkan pernah berkesudahan. Mengapa tidak berkesudahan??? Karena semua janji dan rancangan itu tak ada. Bahkan Allah SWT menampakkan kebohongan2 itu dengan se-nyata2nya. Perintah shalat dikendorin untuk diganti dengan meningkatkan kerja cari setoran uang. Orang tua dan yang tidak sepaham dengan ajaran NIIKW9AZ dikafirin, hanya karena alasan agar dihalalkan tipu duitnya. Oleh Allah SWT pikiran kita2 dibuka dengan se-terang2nya untuk memahami penipuan dan pembohongan publik. Sepandai-pandai kebohongan adalah sebodoh-bodohnya akal, bagi orang yang berpikir. Dan banyak lagi teknik penipuan yang lainnya.

    Ketika dituding dianya sebagai PENIPU, maka jawabnya kurang-lebihnya sebagai berikut: buktikan “PENIPUAN” nya dengan otentik dan nyata!! Toh dianya memberikan infaq sebagai hak azasi dan keyakinannya. Anda gak punya bukti apapun untuk mengatakan ini penipuan….

    Itulah tantangan setan yang sedang tersesat dari buku primbonnya. Sebab biasanya setan-setan sangat menyadari dengan perilakunya yang salah, walau tetap dijalankan sebagai tugas dari sang iblis. Kita2 ini sedang ketemu dengan setan yang merasa benar, karena sedang dimabuk futuh. Kalau mereka ini tetap mengikuti ajaran setan, maka hilanglah kebenaran yang semula didambakan. Tapi sebaliknya, kalau mereka tetap mengikuti ajaran kebenaran, maka hilanglah setannya. Bergelar sebagai Mantan Korban NII-KW9-AZ.

    Posted by seyulieang | Oktober 28, 2009, 4:21 pm
  53. numpang lewat ya mas, sey…(apa..? nama anda aja sangat susah untuk di ucapkan..hehe)
    anda buat cerita apa aja ya terserah anda, gak
    ngaruh apa2 kok… yg namanya kejahatan,kriminal
    itu harus ada 2 hal, 1 bukti,2 saksi.. kalo bukti dan saksi anda cuma cerita, yaa sampai kiamat pun anda cuma dapat bercerita mas..hi hi.
    saya yakin, anda(atau mungkin keluarga anda) adalah pegawai negri, setiap hari makan uang haram(mengkorup uang negara, plus mencekik rakyat dengan berbagai macam jenis pungli)..
    jadi ya menurut anda negara RI adalah yg paling benar…ck ck ck, sayang ya mas mo bilang RI itu gak benar..? ntar gak bisa makan uang haram lagi… hmmm..
    mas sey(apa..? nama anda kok kayak nya bukan nama orang islam deh..)kalau anda masih mau membela pegawai negri(RI), coba anda lihat di semua departemen… ada nggak yg makan uang halal??? kalau anda mau bukti, seluruh rakyat INDONESIA punya bukti… MAU..????? HE HE HE
    akhir kata, mana yg setan ya?!! orang NEGARA ISLAM atau NEGARA RI….^_^

    Posted by jamaluddin al afghany | Oktober 28, 2009, 9:45 pm
  54. semua orang dewasa di dunia ini pernah melakukan kesalahan. Di negara manapun atau di negara apapun atau di negara bagaimanapun. Hanya karena menyebut NEGARA ISLAM terus kemudian rakyatnya terbebas dari kesalahan, oooo tidak. Hanya karena disebut NEGARA KAFIR terus rakyatnya berdosa semua, oooo tidak.
    Beberapa kesalahan masuk dalam katagori penyimpangan akhlak.
    Beberapa kesalahan masuk dalam katagori penyimpangan aqidah.
    Dari dua katagori itu ada yang dilakukan secara sengaja dan karena tidak disengaja.

    Beberapa contoh yang sdr ajukan adalah contoh2 kesalahan akhlak. PNS makan uang haram, karena pungli. Departemen mana yang bersih dari korupsi, bahkan departemen agama. Pada umumnya pelaku korupsi menyadari akan kesalahan yang dilakukan dan tetap merasa berdosa. Mengapa tetap saja dilakukan padahal sudah tahu berdosa. Itulah kelemahan manusia.
    Kesalahan seperti ini sejak dulu memang selalu ada. Bahkan di negara islam, bahkan di negara kekhalifahan. Sampai2 kekhalifahan dibubarkan lantaran salah satunya seperti ini.

    Beberapa contoh yang saya ajukan dari kesalahan2 anggota NII-KW9-AZ adalah kesalahan aqidah. Secara sengaja dan sadar ajaran rasul SAW dibelokkan, dientengkan, diotak-atik dsb agar supaya anggota dapat alasan untuk melakukan tindakan salah akhlak dalam semangat jihad.
    Orang tua dinyatakan kafir sehingga anak2 merasa berjihad dalam upayanya menipu orang tuanya. Kalo diluruskan pada seniornya, maka berkelitnya siapa yang menyuruh?? sambil cuci tangan.

    Islam akan tetap sebagai ajaran Rasul SAW, selama aqidah yang dibangun beliau tetap terjaga kemurniannya. Kesalahan akhlak adalah pernik2 manusia yang karena kelemahannya tak mampu membendung bisikan dosa. Kesalahan aqidah akan berakibat langsung rusaknya kemurnian Agama Islam. Akibat kerusakan aqidah, salah satunya berakibat rusaknya akhlak manusia tanpa menyadari bahwa perbuatannya berdosa. Akibat rusak aqidah, maka dosa rasa pahala. Berzina dengan rasa madu, serta menipu rasa gula, ditipu merasa dibela. (dalam bahasa Indonesia disebut) Goblok!!

    NII-KW9-AZ telah merancang secara sengaja untuk merusak aqidah Islam ajaran Rasul SAW, dalam kegiatannya menggalang dana. Issu penegakan hukum Allah dan negara islam adalah bohong.
    Islam mempunyai sistem yang kuat untuk menghadapi rancangan semacam NII-KW9-AZ.
    Karena kemurnian ajaran Rasul SAW dijaga oleh Allah SWT. Itulah janji Tuhan. Paling otak-atik, belak-belok ayat AlQur’an, dsb. Mudah sekali mengontrolnya.

    Kadang-kadang setan yang tersesat merasa dirinya malaikat. Coba introspeksi dulu. Adakah malaikat yang ke-setan-nan???. Rasul SAW tak pernah mengajarkan hal menyimpang seperti itu.

    Posted by seyulieang | Oktober 29, 2009, 5:17 am
  55. @Mas Sey,
    makasih atas bantuannya ikut memberikan jawaban.
    @Mas Jamal,
    menurutku, jawaban dari Mas Sey cukup memberi pencerahan soal TIPU-MENIPU itu.
    Aku rasa, Mas Sey itu mengalami sendiri, jadi bukan atas dasar cerita2 rekayasa.
    Lah, saya aja yang “hanya” lewat dua adik yang jadi korban sudah bisa merasakan adanya KETIDAKBERESAN operasionalisasi NII KW-9-AZ, apalagi yang langsung mengalami sendiri.
    Semoga Mas Jamal punya waktu untuk merenungi “KEBENARAN” sepak terjang gerombolan tempat bernaung Mas itu. Jangan dulu membebani diri dengan mencari-cari jawaban balik.
    Aku sendiri (dan Mas Sey juga aku rasa) lebih berterima kasih jika Mas Jamal INSAF. Tak ada kata terlambat untuk itu dan kami siap berjabat erat selalu.

    Posted by Bahtiar Baihaqi | Oktober 29, 2009, 11:13 pm
  56. Mas Jamal!!, Anda hanya salah sangka di perjalanan kehidupan ini. Masih ada waktu untuk memperbaiki kesalahan ini. Jangan tutupi sangkaan ini dengan mencari jawaban-jawaban yang mendukung kesalahan itu. Bukalah sangkaan itu untuk mendapatkan jawaban-jawaban yang mendukung kebenarannya. Susurilah jalan-jalan yang membawa kearah kebenarannya. Dan Anda sampailah kepada ajaran Rasul SAW yang sebenarnya. Hak dan kewajiban Anda tak terkurangi sedikitpun. Hak dan kewajiban Anda tak terlebihkan sedikitpun. Hak dan kewajiban Anda tak tertipu siapapun. Berjuang dengan tidak merugikan siapapun, kecuali musuh yang merintangi jalan Rasul SAW.

    Ingat bahwa musuh kita adalah yang merintangi (-m-e-r-i-n-t-a-n-g-i-) jalan Rasul SAW. Yang telah terang-terangan merobohkan perintah shalat. Yang telah terang-terangan memutuskan tali kasih antara anak dengan orangtuanya. Yang telah terang-terangan mengambil anggota baru dengan cara-cara menjerat dan menjebak. Semua itu telah Anda lakukan. Bukti dan saksinya adalah Anda sendiri.

    Posted by seyulieang | Oktober 30, 2009, 8:21 am
  57. mas sey..(apa?..gini aja deh saya panggil anda mas seruling aja ya, biar disebut nya enak)..
    mas seruling, kalau anda seorang yg arif.. anda
    akan mengatakan, setiap berkata NEGARA ISLAM
    semua umat nya akan selamat, dan kalau berkata
    NEGARA KAFIR semua umatnya ikut berdosa..yaaaaa
    karena negara yg diridhoi ALLAH adalah NEGARA ISLAM, walaupun negara nya belum sempurna..
    walaupun baru melangkah satu langkah….
    karena nanti di akhirat manusia diseret ke NERAKA berombong-rombongan dg pemimpin mereka,
    dan di per”MONGGO” ke SURGA juga berombongan dg
    pemimpin mereka..
    oke, anda mengatakan NEGARA ISLAM salah, penipu
    dsb..dsb.. kalau anda tau yg salah, pasti anda tau yg benar!! sekarang jelaskan dan jabarkan
    serincinya, NEGARA apa yg benar? dan bagaimana
    jadi ORANG ISLAM YG BENAR…..!!
    satu hal lg mas seruling, anda mengatakan PNS makan uang haram adalah penyimpangan akhlak, pernak perniknya kehidupan.. dan dari zaman dulu sudah ada…. hmmm halus ya mas, pantesan semua PNS berlomba lomba “MENCURI,MERAMPOK” uang negara(RI) dan uang rakyat,
    RASULULLAH SAW akan memotong tangan anaknya FATIMAH seandainya ia mencuri, itu sekali mencuri mas… kalau dua kali? yaa dua kali di potong!! nah, PNS yg setiap hari MENCURI,MERAMPOK…!! apa ya hukumannya mas seruling???
    Kenapa saya selalu menunjuk ke arah pegawai negri? karena pegawai negri itu adalah penyelenggara negara(RI), yg menjalankan roda pemerintahan!!(SUPIR), kalau SUPIR negara(RI) adalah “PENCURI,PERAMPOK”, gimana nasib anda mas seruling???

    Posted by jamaluddin al afghany | Oktober 31, 2009, 9:59 pm
  58. soal nama sebaiknya anda tuliskan saja seyulieang. Gak sulit koq, sebab walaupun hanyalah sebuah nama tapi ada maksudnya. Kemudian, apa maksudnya??? nama Anda ditambahi ,,al afghany,, Jangan karena melihat menterengnya sebuah nama kemudian ikut2an niru, tanpa tahu yang dimaksud.

    Di akherat nanti orang2 berombongan dengan pemimpinnya, demikian pernyataan Anda!! Anda tentu pilih pemimpin NIIZ, karena rakyatnya sudah mendapat jaminan masuk sorga. Terus!! yang menjamin pimpinan NIIZ masuk sorga siapa??? Kalo saya pilih berombongan dengan pemimpin saya Muhammad SAW. Yang menjamin masuk sorga adalah amal perbuatanku sendiri sebagaimana ajaran Rasul SAW. Aku cinta Rasulku, aku ikhlas dengan ajarannya. Aku pilih pemimpin yang oleh Allah SWT dijamin dapat memberikan safaat kepada umatnya pada saatnya nanti.

    Negara adalah sebuah komunitas besar. Suatu komunitas terdiri dari berbagai kepentingan umat. Karena itu tak dapat dipaksakan bahwa bentuk negara hanya menurut salah satu kepentingan. Karena rancunya suatu kepentingan itu maka pendiri negara ini membuat suatu perjanjian bersama, sebagai satu bangsa, satu bahasa, dan satu tanah air.
    Negara ini komunitasnya sebagaian besar adalah kita2 yang Islam. Kalo kita setuju dan kompak dengan aqidah yang diajarkan Rasul SAW, maka yang terpancar adalah akhlak yang mulia sebagai syiar Islam. Pada titik inilah komunitas yang terdiri dari berbagai kepentingan akan memandang bahwa Islam dapat digunakan sebagai tempat yang dapat mempersatukan. Ingat bahwa kunci syiar adalah aqidah yang melahirkan akhlak mulia.
    Yang memalukan Islam adalah orang2 yang memperjuangkan wadah tanpa membangun isinya (meracuni isinya). Bahkan ada yang memperjuangkan ,,cara,, (yang penting jihad) tanpa memperhitungkan hasilnya. Yang tampak akhirnya adalah Islam sebagai monster (tukang teror) menakutkan. Aku tahu bahwa ini adalah kesalahan2 pribadi yang salah faham. Bukan kesalahan ajaran Islam.
    Marilah kita perjuangkan Islam dengan memperjuangkan aqidah sehingga melahirkan pribadi berakhlak islami. Apa yang Anda katakan dari sebuah negara-bernama-apapun yang isinya adalah 90% pribadi islami??. Dan apa yang Anda katakan dari sebuah Negara Islam yang isinya adalah pribadi yang keluar dari aqidah ajaran rasulnya?? Sebuah negara yang gerbangnya dihiasi dengan ,,teknik dan rancangan, jebakan dan jeratan,,

    Dulu…., setelah aku baca2 beberapa buku, kesimpulanku NIIZ adalah suatu faham atau aliran sempalam Islam. Tapi sekarang pendirianku, itu berubah. NIIZ hanyalah suatu rekayasa menggalang dana. Yang disangka adanya faham dan aliran adalah bohong. Gak ada faham gak ada aliran, karena ternyata sangkaan faham dan aliranya itu dapat berubah-ubah sehari seribu kali, asalkan dengan penyesesuaian itu menjadikan para anggotanya mendapatkan semangat juang. Lihatlah…! ketika pekerjanya keberatan dengan rutinitas shalat maka shalat dikendorin. Ketika mantan korban NIIZ memperbincangkan masalah itu maka yang diunjukkan adalah siswa-siswa di MAZ yang rajin shalat.

    Sdr Jamal!!! Tendensi apa yang menuntun Anda untuk memberi hukuman kepada orang-orang yang kau sebut sebagai warga negara kafir??. Apakah Anda sedang memberi contoh, bahwa di negara Anda sedang melaksanakan program potong tangan dan hukuman rajam bagi yang pezinanya. Suatu keanehan lho!! Ada negara yang semua warganya pada terpotong tangannya.
    Semua manusia dewasa melakukan dosa. Pasti pada setuju. Kesalahan akhlak adalah pernik kehidupan. Itulah kelemahan manusia. Pelaku salah akhlak tetap mengaku bahwa perbuatan salah adalah dosa. Karena menyadari dosa maka perbuatannya tidak menjadi-jadi. Beda,,, sekali dengan salah aqidah. Pelaku dosa tidak merasa salah, bahkan kebalikannya. Dosa menipu dan mengkafirkan ortu melahirkan hukum pernikahan tanpa wali. Menyejajarkan shalat dengan pekerjaan mencari dana, melahirkan pribadi lalai shalat tanpa merasa berdosa. Dosa2 ini akan lebih menjadi-jadi oleh sebab sangkaanya adalah kebenaran.

    Adakah suatu contoh atau suatu kejadian bahwa Rasul SAW membolehkan atau menyuruh umat Islam pada jamannya untuk menipu umat yahudi atau umat nasrani atau menipu orangtuanya???
    Adakah suatu kejadian bahwa Rasul SAW membolehkan umatnya pada jamannya untuk mengabaikan shalat??? Yang ada bahkan dalam keadaan perang (sungguhan) shalat tetap ditegakkan.
    Berhentilah menyimpangkan aqidah Islam!!!. Wahai orang-orang yang mengaku menegakkan syariat dan hukum Allah SWT. Kembalilah kepada ajaran Rasul SAW

    Posted by seyulieang | November 1, 2009, 6:46 am
  59. mas seruling..(sory ya, saya tetap menulis nama anda seruling, soalnya saya tidak akan menulis apa yg tdk saya pahami..!)
    Anda tdk menjawab pertanyaan saya!! anda hanya mengulang pelajaran SD saya..! kesimpulan saya
    anda hanyalah orang sekuler yg tidak paham islam… islam anda hanyalah islam ulama GOLKAR jamannya SUHARTO!!! SHOLAT,NGAJI,SEDEKAH(cepek jg udah cukup, ntar pahalanya banyak)… di sebelah rumah, anak tetangga pacaran,(sampai berzina dong..jarang org pacaran gak berzina),
    trus sebelah lg,pada judi dan mabok2.. ahh gak papa.. namanya juga anak muda… hi hi hi..
    begitulah kira2 gambaran pemahaman anda tentang islam, dan itu menunjukkan jiwa anda yg lemah!!
    bahkan lebih lemah dari seorang WARIA!!
    RASULULLAH SAW itu seorang negarawan mas,
    politikus,jendral,imam,pemimpin yg dulu mendirikan negara madinah!! anda tidak pernah memahami sejarah ini, dlm otak anda yg lemah itu… (sory ya agak kasar, soalnya orang bodoh berlagak pintar emang harus dikasari,biar tau diri!). Anda memang pegawai negri mas seruling!!
    dari cara penulisan anda menunjukkan anda setiap hari makan uang haram(korupsi dan pungli)
    anda seolah2 mentolerir perbuatan pegawai negri
    yg dlm islam di kategorikan perbuatan sangat jahat dan bejat!!!!! di atas, saya kan udah bertanya gimana nasib anda kalau setiap hari SUPIR negara anda mencuri dan merampok?
    Satu lagi, anda bertanya maksud al afghany?
    al afghany tidak ada maksud apa2 mas seruling,
    satu lagi bukti menunjukkan wawasan anda tentang islam hanyalah seperti katak dalam tempurung…..! saya beri anda satu PR, coba cari tau siapa itu jamaluddin al afghany!
    ia adalah nama besar dlm perjalanan islam…
    kalau anda sudah tahu, anda akan mengerti tentang NEGARA ISLAM!!!

    Posted by jamaluddin al afghany | November 1, 2009, 10:53 pm
  60. @MAS JAMAL,
    membaca jawaban-jawaban Anda, saya sungguh amat prihatin bahwa PARA PENJAHAT MAZ telah mengacaukan mental Anda.
    LUPAKAN DULULAH pertentangan di antara kita (antara Anda, Mas Sey, saya, dll). RENUNGILAH kondisi DIRI ANDA sendiri dulu.
    SEDERHANAKAN DULU pemahaman ANDA tentang HIDUP, ISLAM, dan RASULULLAH.
    Saya YAKIN (INSYA ALLAH), jika Anda sudah bisa berpikir SEDERHANA, akan ketahuan betapa jahatnya orang-orang yang telah MENGACAUKAN hidup Anda itu.
    NABI Muhammad SAW yang hebat saja tetap MENYADARI DIRINYA yang ummiy dan tetap menjadi HAMBA ALLAH yang RENDAH HATI.
    AYOLAH, jangan tukar WARISAN AJARAN RASULULLAH dengan OTAK-ATIK APA SAJA ASAL DAPAT DANA (kedudukan dll) UNTUK KEPENTINGAN DIRI SENDIRI DAN KELUARGA PETINGGI MAZ.

    Sekadar sebagai BUKTI, salah satu dari dua adik saya yang JADI KORBAN MAZ, yang tak TERANGKUT KE MARKAS INDRAMAYU itu karena TETAP JADI “pedagang asongan” (kasta terendah) yang KERINGATNYA DIPERAS, mulai MENITIKKAN AIR MATA, “Kapan kami sekeluarga bisa menikmati ISTANA ZAITUN?”

    Posted by Bahtiar Baihaqi | November 2, 2009, 1:47 am
  61. Yth. Kakak Bahtiar Baihaqi dan Kak Seyulieang

    Janganlah kita ikut terpancing dengan apa yang disampaikan Kakak Jamaluddin Al Afghany.

    Kita semua tahu bagaimana orang2 MAZ dalam mempertahankan keyakinannya demi terjaganya pemasukan infaq dan shadaqah.

    Pada link di bawah ini :
    http://niikw9.wordpress.com/2009/10/26/cuci-otak-nii-kw-9-bagian-1/
    diceritakan panjang lebar bagaimana seorang awam dapat tercuci dan membela mati-matian keyakinannya terhadap MAZ.

    Semoga berguna bagi peserta diskusi lainnya.

    Salam,

    Azkiya
    Ex 96790

    Posted by azkiya ex 96790 | November 2, 2009, 7:58 am
  62. mas bahtiar, dari tulisan anda saya dpt sedikit membaca pribadi anda…
    Anda adalah orang yg baik dan cinta damai..^_^
    tapi, anda mempunyai kesalahan yg sangat fatal!!
    anda naik ke podium, berpidato, bahkan berteriak2… atas sesuatu yg tdk anda pahami!!!
    ibaratnya begini, anda melihat satu pabrik yg limbahnya mengalir ke sungai.. anda lantas berteriak memberitahu semua orang, polisi tentara,pejabat,pegawai negri..dll dll…
    tp anehnya semua orang pada diam,ada sih yg ikutan berteriak tp gak banyak…
    Anda tidak tahu itu pabrik apa? kapan berdirinya? memproduksi apa? siapa yg punya?
    kok dapat izin dr pemerintah? keteledoran siapa sehingga limbahnya masuk ke sungai? dsb dsb dsb…
    Begitu lho mas bahtiar… jadi anda tidak perlu
    menyuruh saya merenung!! anda pelejari dulu semuanya, sampai anda betul2 paham.. setelah itu anda mau berpidato apapun terserah anda..
    Oya, tentang adik anda yg menitikkan air mata,
    RASULULLAH SAW dulu bahkan menitikkan DARAH,KERINGAT dan AIRMATA!!! padahal beliau sudah dijamin masuk sorga oleh ALLAH SWT..!!
    Yg namanya berjuang itu harus karena ALLAH mas,
    kalau karena ingin menikmati hasil, yaa jadi seperti adik mas itu..
    semoga ALLAH SWT memberikan hidayah nya kepada
    kita semua, terutama kepada mas bahtiar, mas seruling, adik Azkiya..dll dll dll…
    WASSALAM..

    Posted by jamaluddin al afghany | November 2, 2009, 9:40 pm
  63. @Mas Jamal,
    tidak semua transaksi hidup (beragama) itu berdimensi hablumminallah.
    Soal harapan adik saya itu jelas berada pada transaksi antarmanusia. Jangan-jangan Anda termasuk PENGHISAP HASIL KERINGAT ORANG LAIN (termasuk dari jerih payah adik saya) tanpa kemudian memberikan haknya. Masa sih orang lain disuruh BERKORBAN “karena Allah” terus, sementara Anda dan para penjahat MAZ menikmati DANANYA terus-menerus hingga tandas alias “berkoar demi DANA” bukan demi Allah.
    Soal PABRIK, MAZ ADALAH PABRIK PENIPU YANG KEJAHATANNYA TELAH TERANG-BENDERANG.

    Posted by Bahtiar Baihaqi | November 3, 2009, 12:05 am
  64. Cara berpikir yang aneh dari jamaluddin al niimaz:
    –Rasul SAW berjuang dengan darah dan keringat demi perjuangan Agama Islam disejajarkan dengan perjuangan anggota niiz yang memeras keringat dan airmata demi memenuhi kebutuhan setoran dana niiz. Yang demi Allah disejajarkan yang dengan demi NIIZ. Yang suci disejajarkan dengan kebusukan.
    –Untuk merusak kemurnian ajaran Rasul SAW seseorang berlindung dibalik nama besar jamaluddin al afghani (al afghani). Beliau seorang pejuang Islam (Keyakian beliau bahwa kebangkitan dan kejayaan Islam hanya mungkin terwujud kalau umat Islam kembali kepada ajaran Islam yang murni). Seseorang yang berlindung pada bayangan al afgani, pantasnya bergelar ,,jamaludin al niimaz,, Produk pabrik niimaz yang tersohor bubrah mentalnya.
    –Ketika mereka menghina syariat Islam, yang dikumandangkan adalah tegaknya hukum Allah. Sambil mengajukan pengadilan potong tangan bagi orang2 yang mereka bilang dari negara kafir. Orang beriman nyolong di negara kafir tidak berdosa?. Kini mengapa orang kafir nyolong di negara kafir kamu koq peduli amat. Apakah matamu tertutup dengan kegiatan brantas korupsi, yang bahkan merambah ke bank century. Bukankah lebih baik jamaluddin al niimaz melaksanakan pengadilan di negaramu sendiri. Potong tangan bagi provokator yang memprovokasi anak2 menipu orangtuanya.
    –Ketika mereka menggagalkan kuliah anak2, gaung dan teriakannya adalah mari tingkatkan pendidikan.
    –Ketika mereka mengajarkan penipuan, gaung dan teriakannya adalah jihad.
    –Ketika diminta merenung diri dan kembali kepada ajaran Rasul SAW, dia tolak ajakan ini saking takutnya dengan bau busuk diri sendiri.

    –Hei sdr jamaluddin al niimaz!!! Cucilah kebusukan dirimu dengan kembali kepada ajaran Rasul SAW. Berkumurlah dengan intisari perjuangan jamaluddin al afgani, pejuang kemurnian ajaran Islam dari Aganistan.

    Posted by seyulieang | November 3, 2009, 7:46 am
  65. Setiap kebohongan akan melahirkan seribu kebohongan serupa.
    Setiap kebenaran akan melahirkan seribu kebenaran pula.

    Sdr Jamaluddin al niimaz !! semakin lama diskusi ini berlangsung artinya semakin banyak kebohongan al niimaz yang tampak. Yang samar-samar bohongnya semakin terang-benderang. Akibatnya, sdr akan malu secara pribadi dan malu dihadapan kelompok. Belum lagi malu menghadapi Tuhan. Sudahkah sdr mendapatkan manfaat dari menipu Tuhan?? Sdr menunggu buah dosa dari penipuan itu. Kapan eksekusinya?? Hanya soal waktu. Jangan sampai sdr bilang ,,Aku gak takut !!,, Yang akan menambah kemurkaan Tuhan.

    Posted by seyulieang | November 4, 2009, 9:12 pm
  66. mas seruling, mas bahtiar….
    saya posting komen di blog ini cuma buat hiburan doang kok mas, kalo mau serius gak bakalan nyambung…. saya bicara ini anda bicara itu, saya tanya ini anda jawab nya itu
    … mas seruling, selagi belum pensiun.. korupsi yg banyak mas… sayang lho udah nyogok puluhan juta buat jadi pegawai negri, kan menurut islam(KTP) anda itu adalah ajaran islam yg murni!!! ajaran RASUL SAW… ntar kalo udah kaya dan pensiun jadi sufi..
    Baru islam anda sempurna^_^ ya kan…
    Jamaluddin al afghani itu pejuang PAN ISLAMISME
    di era modern mas!!!anda gak ngerti kan…!
    ya karena anda2 itu penganut paham MUSTAPHA KAMAL ATTATURK laknatullah…(tanpa anda sadari)
    udah ah… capek ngeladenin orang2 bodoh(tp ngaku pintar)
    Saran saya, lapor aja ke kantor polisi, kodim,
    atau sekalian ke pak SBY…. (TP KOK SEMUA PADA CUEK BEBEK YA..hi hi hi)
    wassalam mas bahtiar…..

    Posted by jamaluddin al afghany | November 4, 2009, 9:40 pm
  67. sdr jamaluddin al niimaz !!!
    …bagi saya postingan ini adalah bentuk perjuangan sebagai umat Islam. Demi membersihkan nama baik Islam yang telah dilecehkan oleh orang yang mencatut kebesaran nama Islam dan melecehkan syariat hanya untuk kepentingan penggalangan dana semata.
    …Setiap pergantian topik, sdr hanya memberi komen menggoblokan, bilang capek, bilang gak nyambung, jiwa lemah, bahkan nyebut waria, dsb. Mosok perbendaharaan paket bohongnya sudah habis. Merancang kebohongan itu lebih sulit, dibandingkan dengan mengunjukkan kebenaran. Setiap suatu diskusi tentang kebohongan vs kebenaran, maka tidak seberapa lama pihak dusta bokongnya panas dan pergi meninggalkan kursinya. Kamu ngajak ngomong apa, kita ladeni!! Sekarang aja sudah tampak fokusnya nggleyor.
    …Islam melarang korupsi, nyogok dst. Demikian ajaran Rasul SAW. Tapi NIIZ mengajarkan nyogok untuk masuk sorga, nyolong sebagai jihat, anggota NIIZ yang PNS diperbolehkan korupsi di negara kafir. Lha wong janji kesetiaan agama (baiat) koq dimaknai dengan kesetiaan cari setoran uang (kaya atm yaa??). Yang demikian sdr masih bilang menegakkan hukum Allah. Mana argumen tentang hukum tegak??

    …Sdr berdiri maunya dibawah bayangan tokoh besar jamalludin al afgani, tapi keberpihakan sdr dan kelompok sdr tidak mencerminkan sang al afgani. Bacalah situs berikut, kemudian tandailah dimana letak kesamaan ide sang al afgani dengan pokok2 pemikiran dan tabiat orang-orang NIIZ. Tampaklah bahwa sdr hanya memamerkan kulitnya untuk alat pengagum sang calon korban. Awalnya calon2 korban kau buat kagum dengan AlQuran, waaah. Kemudian kau ajarkan memereteli ayat untuk menjebak calon korban yang lain. Setelah akhirnya AlQuran hanyalah kau gunakan untuk menundukkan orang2 beriman NKRI, yang sekaligus kau sebut sebagai kafirin. Ironis tho!!
    http://fospi.wordpress.com/2007/09/24/jamaluddin-al-afghani-dan-kontribusinya-pada-kebangkitan-dunia-islam/
    http://muhammadzulifan.multiply.com/journal/item/35

    …kini setelah sdr tahu bahwa Musthafa Kamal Attaturk dibenci umat Islam, kamu pura-pura ikut membencinya pula. Hebatnya Attaturk adalah membelah Islam tanpa topeng. Beda dengan kepengecutannya NIIZ, memerah Islam dengan menggunakan topeng Islam dan segala atributnya. Pura2 benci musuh Islam, pura2 bela Islam hanya untuk memasung korbannya, dalam pemikiran sebagaimana dogma ajarannya.
    Pelajarilah situs ini, http://www.scribd.com/doc/12749169/pemikiran-musthafa-kamal-attaturk
    kemudian cocokan sinopsis antara pemikiran Mushafa Kamal Al NIIMAZ, dan bandingkan dengan Musthafa Kamal Attaturk. Yang satu merusak Islam dengan cara merobohkan sistem khilafah. Yang lain merusak Islam dengan cara pura-pura membangun sistem khilafah untuk mengeruk dana umat Islam yang telah diracuni jalan pikirannya.

    …Laporan ke yang berwajib sudah. Hasilnya masih bergantung pada kemampuan NIIZ dalam melekatkan topeng dan upaya kelicikannya. Eksekusinya, hanya soal waktu. InsyaAllah.

    Posted by seyulieang | November 5, 2009, 5:41 am
  68. Diskusi yang menarik,
    semoga pengikut NII AL ZAYTUN
    kembali pada keluarga masing-masing
    🙂

    Posted by bahtiar | November 5, 2009, 1:52 pm
  69. @Mas Jamal, waalaikumsalam.
    Sebenarnya yang gak nyambung siapa sih? Kan Anda sendiri yang lari-lari dari pokok masalah yang kami sampaikan.
    Gini aja deh, untuk membuktikan bahwa MAZ gak konsisten dengan “AJARAN PENAFIAN NEGARA RI”, tuh anak dari Syeh MAZ aja pada Pemilu 2009 kemarin ikut nyaleg meski gak jadi. Apa itu namanya kalau bukan demi kepentingan (yang menguntungkan) diri pribadi saja? Unutk soal ini, lihat komen dari Mas Sofwan Kalipaksi.

    Posted by Bahtiar Baihaqi | November 5, 2009, 8:06 pm
  70. kini Sdr Jamaluddin Al NIIMAZ sadar bahwa forum ini bukan tempat untuk mendapatkan hiburan, tapi tempat untuk menjahitkan bibir. Bahkan telah banyak aktivis NIIZ yang telah terkunci muludnya di forum2 serupa. Dengan tidak mengurangi rasa hormat dan rasa persaudaraan, bolehlah kami tunjukkan rahasianya. Bersamaan dengan klik kirim komen, bacalah surat Al Fatikah sebagai doa kepada Allah SWT, untuk mendapatkan kemenangan dan ridhoNya. Seberapa Sdr mendapatkan dukungan dari Allah SWT, bergantung dari kedekatan hubungan Sdr dengan Allah SWT. Perlu diketahui bahwa Tuhan kita itu lebih menolong kepada umatNya yang menghamba kepadaNya, melalui jalan lurus yang telah ditunjukkan. MahaSuci Allah.

    Posted by seyulieang | November 7, 2009, 7:41 am
  71. Sdr Jamaluddin Al NIIMAZ tidak berani mendapatkan kemenangan dari Allah SWT. Karena beliaunya sangat paham bahwa kemenangan artinya adalah terlepas dari kesesatan.

    Lha terus yang memetik hasil perjuangan jerih payah mencari dan mendapatkan anggota baru siapa??? Tinggal terima setoran, mosok ditinggalkan.

    Siapa yang berani??? mendapatkan kemenangan!!!

    Posted by seyulieang | November 16, 2009, 7:50 am
  72. hidup KORUPSI!!!!
    hidup PUNGLI!!!!!
    hidup MAKAN UANG HARAM!!!
    hidup PEGAWAI NEGRI!!!!
    hidup mas SERULING!!!!!

    Posted by jamaluddin al afghany | November 19, 2009, 11:06 pm
  73. Kasihan yaa mengamati tanggapan Sdr. Jamaluddin Al NIIMAZ, dinasehati baik-baik malah dijawab ngelantur kemana-mana …😦

    Buat warga NII MAZ, jangan ragu untuk melepas jerat kebodohan yang didoktrin selama di NII MAZ.

    Silahkan membaca testimoni2 di situs http://niikw9.blogspot.com banyak sekali kamuflase memperpanjang “janji futuh” demi mengeruk infaq dan sadaqah.

    Salam

    Posted by bahtiar | November 20, 2009, 8:25 am
  74. Komentar Sdr Jamaluddin Al NIIMAZ,,,,,,,
    gak nendang blas!!!!
    Pandainya menyimak buku bacaan orang lain,
    yang aku sendiri telah muak membacanya
    Mengapa?????
    tidak membaca buku catatan-mu sendiri,,,
    yang aku amat-lebih muak menyimaknya
    Mana kebaikanmu???
    Cobalah bercermin dengan perjuangan seorang cewek gagah perkasa
    di http://niikw9.blogspot.com/2009_10_01_archive.html
    bagaimana mungkin Sdr Jamaluddin Al NIIMAZ,…
    beri tanggapan
    yang agak nendang dikit, gitu!!!
    supaya lebih tampak ke-bejat-an-mu
    héééééé

    Posted by seyulieang | November 20, 2009, 9:56 pm
  75. to the point nih….
    saudara2 sekalian tidak menyimak tulisan saya ya…???
    dari pertama komen sampai sekarang, saya tidak pernah mengaku dan
    membela yg namanya “NIIMAZ”…!!!!!!
    saya hanya menyebut NEGARA ISLAM..!!!! PAHAM YA SAUDARA2!!!!!
    intinya saya menafikan negara laknatullah!!!!!
    negara di mana korupsi adalah pedoman hidupnya,
    negara dimana pungli adalah ibadah kesehariannya..!!!
    negara dimana kemaksiatan di maklumi, dan menjadi tontonan
    wajib rakyatnya..!!!!
    negara yg 100%duplikat negaranya “MUSTAPHA KAMAL ATTATURK”..!!!
    Wahai saudara2!! kasihanilah dirimu sendiri, sesungguhnya
    kamu berbangga dengan kejahilanmu sendiri…..

    Posted by jamaluddin al afghany | November 24, 2009, 9:46 pm
  76. setelah makin terungkap kuantitas dan kualitas dari korupsi, pungli, kebusukan dan kemaksiatan … pak jamal malu membela niimaz ….

    kita semua memahami kok …
    tenang aja …

    kuantitas dan kualitas dari korupsi, pungli, kebusukan dan kemaksiatan niimaz bisa dibaca-baca pada situs http://niikw9.blogspot.com

    buat pembaca yang pernah terjerat niimaz, mari kita berbagi agar tidak banyak lagi jatuh korban.

    Posted by Alumni NII AL ZAYTUN | November 24, 2009, 10:43 pm
  77. eh… mas yg plin plan, yg tukar tuker nama(nama sendiri aja di tukar2,
    gak punya pendirian sama sekali…)
    ADA GAK SAYA MENULIS “NIIMAZ”?????????
    anda itu tidak sadar dg kejahilan anda!!!!!!
    kalau anda merasa NKRI anda itu negara yg tidak ada KORUPSI,PUNGLI,
    MAKSIAT,SOGOK MENYOGOK(mau kerja di departemen agama aja harus nyogok
    puluhan juta rupiah……!!!!)PERZINAHAN(pacaran, bahasa halus versi negara tercinta anda itu)DLL,DLL,DLL,DLL,DLL,DLL….
    silahkan jadi pembela KEBATILAN sejati, seperti temen anda mas seruling itu….. he he he mas PLIN PLAN… you`re a new jewish,a trully satan, like AL QUR`AN said….. wallahualam..

    Posted by jamaluddin al afghany | November 26, 2009, 9:32 pm
  78. jamaluddin al afgani adalah seorang jamaluddin dari afganistan yang telah almarhum. Nama beliau harum karena pendapat2nya sejalan dengan pemikiran pembaharuan Islam yang moderat. Kini ada yang mengagumi beliau, terus catut nama, serobot status orang yang telah almarhum.
    Oleh karena tak mungkin seorang almarhum dapat beri komen di internet, dan karena penyerobot nama status informalnya bela-bela NII artinya yaaaa tentu NII-MAZ, maka sang jamaluddin yang ini tentu terlebih cocok diberi gelar jamaluddin al niimaz. Artinya seorang jamaluddin berasal dari niimaz. Kalau Sdr al niimaz sudah dapat mengendus ketidakberesan di niimaz dan berniat ganti nama bolehlah pake nama asal daerah setempat. Misalnya jamaluddin al depok. Tapi ingat bahwa orang yang boleh pake nama ditambahi al (al) dibelakangnya, beliau adalah orang yang terkenal paling tidak di tingkat regional, syukur di internasional (selebretis). Anda (Sdr) dikenal oleh siapa??? Pendapat2 dan pemikiran2 Anda mana???

    Seyulieang melihat bahwa NKRI adakah wadah yang tidak amat bagus tetapi juga tidaklah amat buruk. Kebetulan (ndilalah) isinya juga tidak dapat diandalkan. Ada korupsi, pungli, sogok-menyogok dlsb. Seyulieang sebagai orang Islam menangis dalam hati demi melihat kenyataan seperti ini. Saya rasakan bahwa, negara ini sedang mempunyai pemerintah yang berniat keras untuk memberantas kenyataan semrawut itu. Kalo tak dapat berbuat lain yang lebih baik, mengapa tidak dukung (sumbangkan pendapat) untuk tujuan yang Islami ini??? Caranya gimana?? Ya cobalah kita benahi diri sendiri dulu, dengan menanam kebencian dalam hati untuk hal-hal yang semrawut tadi. Diri ini harus benci dengan hal-hal yang haram (mungkar). Karena ada banyak orang yang pidatonya anti korupsi, giliran ada kesempatan dapat kursi maka korupnya berlebih-lebih. Cobalah ukur masing-masing diri, sedang menuju ke ketinggian akhlak-kah?? Atau sedang menuju ke keterperosokan lembah lumpur nista??

    Seyulieang melihat bahwa Negara Islam (kekhalifahan) adalah wadah yang amat bagus. Apalagi aku adalah seorang muslim, cocok, tentu cocok. Tapi kenyataaan terlihat bagaimana akhir dari kisah Kekalifahan di Turki?? Sejarah menyebutkan bahwa salah satu penyebab kejatuhannya adalah disebabkan adanya korupsi di tubuh pemerintahannya. Muncullah sang penguasa (pengrusak) Musthafa-Kamal-Attaturk, seorang Mustafa dari Turki. Ini adalah pelajaran yang sangat berharga bagi kita. Apapun nama dan bentuk negara, yang terlebih penting adalah manusianya (isinya). Manusia Islam haruslah manusia yang dapat memancarkan syiar Islam dengan berakhlak sebagaimana ajaran Rasul SAW.

    Seyulieang melihat dan mendengar gaung NII versi MAZ (terdiri dari kw-kw). Yang mengumandangkan gaung hukum Allah (khalifah) dari tempat tersembunyi. Ternyata terkuak bahwa tujuannya bukan untuk menegakkan hukum Allah, tetapi hanya semata menggalang dana. Kenyataan semakin nampak oleh karena cara-cara yang digunakan dengan meremeh dan meleceh syariat Islam. Banyak sekali cerita2 kebohongan NII-MAZ yang dapat dibaca pada situs semacam ini.
    Karena mereka2 yang jadi korban ada juga yang kerasan. Disebabkan telah mendapat posisi yang enak. Serta karena yang telah terdoktrin oleh paham bejatnya NII-MAZ, maka diskusi antara pro dan kontra jadi berkepanjangan. Dan ingat siapakah yang menjadi korban??? Adalah generasi muda calon-calon terbaik generasi Islam. Semangat juang dan ruh jihadnya dibelokkan untuk dijadikan budak pencari dana berkedok infaq.

    Kini seyulieang membaca seorang Mas Jamal yang telah membenci ke-semrawutan aparat dan masyarakat di NKRI. Itu betul…. dan setuju. Dan kini Mas Jamal juga telah mengelak dikatakan berjuang untuk NII-MAZ. Tentu, itu betul…. dan setuju. Sebentar saja orang mau membaca uraian2 di berbagai situs berkaitan dengan NII-MAZ, akan mudah mengambil kesimpulannya.
    NII-MAZ bukanlah wadah yang baik sehingga melahirkan orang2 jahat dari generasi Islam terbaik. Adalah tempat pencetakan menusia baik menjadi bejat. Adalah wadah yang telah dirancang untuk pengrusakan.
    Beda dengan NKRI. Sebenarnya adalah tempat mencetak manusia dalam komunitas bernegara secara baik dalam kebersamaan. Tetapi dasar akhlak dari individunya yang tidak agamis makanya jadilah isi wadah ini semrawut. Karena itu marilah kita junjung dan amalkan ajaran Rasul SAW. Kalo setiap individu adalah sebuah titik putih maka 85% NKRI adalah putih. Sehingga,,, Apakah tertolak??? menjadikan hukum Allah sebagai aturan yang mengayomi semua kepentingan agama, semua kepentingan masyarakatnya. Tentunya yang tidak bertentangan dengan aturan itu sendiri.
    Kalau kita-kita ikhlas dengan hukum Allah mengapa tidak memulainya dengan menerapkan ajaran Rasul SAW sehingga memancarkan akhlak yang mulia??? Bukan malahan menjadikan opini yang terbalik. Sebagai tukang teror.

    Kini Mas Jamal bukan NKRI dan bukan NII-MAZ. Sedangkan NII yang dibilang asli sudah undur diri. Apakah mau menawarkan wadah yang lain lagi??? Maka jawabnya hanyalah perbaikan secara agamis masing-masing pribadi insan penghuni negara ini. Rusaknya pribadi-pribadi ini adalah bagian dari kontribusi rusaknya negara ini, demikian sebaliknya.

    Sehingga janganlah kau bilang aku ini ,, jadi pembela KEBATILAN sejati,, Tetapi mencoba membuat pilihan yang terbaik diantara beberapa pilihan, jelek.
    Akhirnya, toh semua terserah Anda. Pilihan jalan hidup masing-masing individu, akibatnya ditanggung masing-masing pula.

    Posted by seyulieang | November 27, 2009, 1:51 pm
  79. Sdr. Seyulieang

    Terima kasih atas penjelasan dan saran-sarannya, semoga ini juga mencerahkan bagi sahabat-sahabat yang terjerat dalam NII MAZ.

    Salam.

    Posted by MAZ PLIN PLAN (kata jamal al niimaz) | November 29, 2009, 3:28 pm
  80. Terimaksih Mas Baktiar, rupa-rupanya seorang demi seorang sahabat-sahabat kita yang terjerat telah insyaf akan kesalahannya dan kembali kepada ajaran Islam yang sebenarnya. Semoga Tuhan meridhoi usaha-usaha kita. Amin

    Posted by seyulieang | Desember 27, 2009, 5:30 am
  81. jaringan intelijen eks binaan CSIS/katolik/bule/ali moertopo/Bakin, cek sejarah sebelum 89/orba

    @Makasih, Mas Blandhong atas infonya.

    Posted by BLANDHONG | September 18, 2010, 10:37 pm
  82. Apakah masih musim membicarakan NIIMAZ???

    Posted by Jabaal Nur Hakim | November 26, 2010, 11:42 pm
    • Kalo “NII”-nya sih mungkin dah jadul, tapi soal penipuannya tuk dapetin dana gak halal kan berlangsung terus hingga entah kapan. Itu yang terus makan korban dan hanya orang munafiklah yang nggak mau peduli atas hal itu.

      Posted by Awam | November 30, 2010, 10:42 am

Trackbacks/Pingbacks

  1. Ping-balik: APAKAH ADIK SAYA BISA KEMBALI DARI NII ? | PUSAT REHABILITASI KORBAN TERORIS NII NKA KW9 – Telp / SMS : 08132 8484 289 - Agustus 19, 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: