you're reading...
Puisi Awam

DOA Naif Seorang Hamba Awam

DOA RINDU

Wahai yang maharupaview-ijo-154f1
Yang ada dalam butiran debu dan kata-kata
Yang siaga dalam derapku dan golek lena
Dalam keluhku dan rengekan minta-minta
Aku betul-betul merasa tak berdaya
Digilas kemalasan dan kelemahanku begitu rupa
Jika bukan karena dayamu jelas kutakbisa apa-apa

Maka perkenankan kiranya
Kugunakan fasilitasmu tuk berdoa
Dan kumohon kesediaanmu tuk mengabulkannya

Terima kasih atas janjimu itu
Dan kini aku betul-betul tergantung hanya padamu
Kala kepala terasa berat dan sakit oleh derita
Ketika jidat hanya bisa berkerut dan lidah kelu semata
Didera kantuk dan lelah menerpa, aku terbata-bata

Siapa lagi teman kiranya rela ulurkan tangannya
Sedangkan aku hanya punya satu dua
Itu pun tlah terhalang rasa maluku pada mereka
Hari gini masih juga merepotkan mereka
Lantas kapan bisa sebaliknya menjadi diri berguna
Memberdayakan diri saja tak kuasa

Memang hanya dirimu, bukan, yang kuasa?
Aku betul-betul tak mampu menggapai asa
Kecuali kau izinkan diriku mewujudkannya

Wahai yang mahasegala
Jadikan aku khalifahmu segera
Agar anak-anakku bisa bangga undut-langit
Punya ayah yang layak jadi idola
Supaya mama mereka bisa ceria
Tak lagi gamang jadi ratu rumah tangga

Sudah tentu ujianmu tak segera sirna
Namun biarkan kami jadi kuat karenanya
Punya kesabaran dan ketabahan hati menerimanya
Mampu menjadikan itu semua sebagai surga

Wahai yang mahakuasa
Mampukan diri menerima pengabulan doa ini
Agar tak ada yang terserak dari yang semestinya
Supaya tak ada yang terselip bukan pada tempatnya
Agar segala sesuatunya berkah dan amanah adanya

Wahai dikau sang pengabul doareranting
Tanpa percikan kuasa darimu itu
Mustahil aku mampu tuk sekadar
Memanjatkan ini semua padamu
Apatah lagi melakukan banyak hal lain
Maka kiranya senantiasa kuatkan aku
Dan biarkan aku terus bergantung padamu
Tuk menebarkan cahayamu di sini
Tuk mewujudkan nilai-nilaimu di sini
Tuk selalu menjadi hamba dan khalifahmu di bumi ini

Bj. Gede, 22 Mei 2007


DOA MATA DUITAN

Tuhan, aku pusing, kepalaku pening
Jika obat tak lagi cespleng, aku jadi makin spaneng

Maka kucari-cari doa penawar duka
Kukais-kais kata pengungkap rasa
Namun, ternyata, lidahku kelu tuk mengucapnyamataduitan
Tanganku kaku tuk menuliskannya

Padahal, kantong makin melompong
Ngutang pun tak lagi gampang
Tak ada lagi yang merasa cukup lapang
Uang mesti disayang-sayang, takut kurang

Jadi, maafkan aku maha pemberi gratis
Jika doaku jadi materialistis
Bermohon kaya, konglomerat abis

Bj. Gede, 22 Mei 2007


DOA SEDERHANA

Kenapa berumit-rumit segala, katamu
Berlagak sufi sok malu-malu berharap pada Dia
Berniat ibadah dengan segenap pasrah
Tanpa embel-embel udang dunia di baliknya

Kita ini manusia biasa masih hirau harta
Terpukau tahta, terpikat belahan jiwa
Mengapa mesti pura-pura tak memerlukannyarerumput
Mengaku-ngaku berpribadi sempurna

Toh kita diberi jalan tuk bermohon pada-Nya
Dan Dia berjanji tuk mengabulkannya
Kenapa tak kau gunakan saja itu semua
Dengan yakin seyakin-yakinnya

Lakukan saja salat dhuha, tiap hari sebaiknya
Lantas berdoalah dengan sederhana
Mintalah semau kita, bermohon apa jua
Penjahat saja bisa diterima-Nya

Bj. Gede, 22 Mei 2007


DOA GELISAH

La khaula wala quwwata illa billah
Betapa diriku senantiasa merasa dirundung masalah
Ataukah gerangan aku saja yang serakah
Berharap berkah tak sudah-sudah

Tapi, sungguh, aku ingin tegak berdiri
Jadi panglimamu di muka bumi ini
Menebarkan kedamaian kesentosaan pada sesamaringtail_lemur-th-wildmadagascar-org
Jangan lagi jadi fakir hina dina menutup muka
Namun tak jadi congkak kala berjaya

Rasanya memang cuma kamu yang mahatahu
Tentang segala kekurangan dan kebutuhanku
Dan cuma kamulah yang mampu mencukupiku
Dengan segala kelapangan dan keberlimpahanmu

Kini, tlah kutengadahkan rongga dadaku
Agar segera kau enyahkan gundah gulanaku

Bj. Gede, 22 Mei 2007


DOA KEKI

Hari ini rasanya rumah kami tlah jadi tempat orasi
Berhamburan keluh kesah kami tentang rasa benci
Tentang iri dengki dan kebebalan tak mau pergi

Ada banyak rumpang di antara kami
Tetangga kanan-kiri tak terjembatani
Rasanya budi pekerti telah mati

Di sebuah tempat mengaji seorang ibu berdirikilatlistrik
Galak menyalak: jangan bicara akhlak di sini
Lantas apa gerangan mesti kita pegangi
Bukankah kita tlah bersepakat mengimani
Peran kehadiran sang pesuruh Ilahi
Bahwa dia penyempurna budi pekerti?

Wahai sang pendamai hati, jangan biarkan kami
Tergerus rasa keki, tercerai-berai iri dengki
Tercabik-cabik cakar kesombongan diri
Biarkan akhlak bersemai lagi berseri-seri
Abadi di bumimu ini, di segenap relung hati

Bj. Gede, 22 Mei 2007

About Bahtiar Baihaqi

Sekadar ingin berbagi, dari orang awam, untuk sesamanya, orang awam pula dan mereka yang prokeawaman.

Diskusi

14 thoughts on “DOA Naif Seorang Hamba Awam

  1. wow panjang banget, rindu memang sangat indah untuk dibahasakan dalam bentuk puisi. mantap
    @Panjang karena dikumpulkan jadi satu sebagai sebentuk doa dan mungkin gak bagus sebagai puisi. Betapapun aku berterima kasih pada Mas Narno, moga aku bisa makin memantapkan diri dalam hidup dan dalam berpuisi. Begitu pula halnya dengan Ma Narno. Amin.

    Posted by sunarnosahlan | Februari 22, 2009, 9:16 am
  2. doain saya ya!!!🙂

    @Sama-sama aja Mas. Siapa tahu doa Mas Ibnu lebih manjur. Moga kita selalu dilimpahi berkah oleh Allah SWT. Amin.

    Posted by Rusa Bawean | Februari 24, 2009, 8:10 am
  3. Thank you!

    @Terima kasih untuk apa nih bos? Tapi, okelah, makasih jg.

    Posted by GeleIgnogue | Februari 24, 2009, 9:45 pm
  4. Do’a mungkin tepat sebagai refleksi kerinduan.

    @Rasanya sih demikian Mas Rudy-RCO. Makasih tlah ikut menyimak doaku meski agaknya yang ini kurang laku.

    Posted by RCO | Februari 25, 2009, 10:53 pm
  5. awesome
    luar biasa…patut direnungkan..

    @Halah, wong curhatan naif gitu kok. Sekadar cara biar bisa tetep jujur ma diri sendiri dan bisa rileks aja. Tentu juga pengin terkabul. Makasih Mas.

    Posted by zenteguh | Februari 26, 2009, 12:44 am
  6. thanks ats kunjungannya pak bahtiar,
    wah saya kalo mengunjungi blog ini hawanya seperti di surga, heheheh
    asyik…
    pak request nich, bikin doa antimiskin pak
    hehehe, thanks pak, met bekerja

    @Halah, bisa aja. Kalo surga mah mending cari “di bawah telapak kaki ibu”. Soal doa, aku baru bisa bikin “doa kuat sengsara”, kalau yang “antimiskin” baru sedang dirancang-rancang. Ngomong2, itu avatar menggoda banget bos. Itu foto Saropah ya, istri Dulmanap yang juragan ayam, ha ha ha?

    Posted by shalimow.com | Februari 26, 2009, 9:51 am
  7. wah… doanya panjang ya…. hehehe…
    bisa titip doa ga pak?? kebetulan dah punya list nih mo minta apa aja… ehhehe…

    salut bacanya.. patut buat diremungkan nih..

    @Lah, klo udah punya list permintaan mah tinggal dibaca aja, insya Allah terkabul. Soalnya kan penghayatan pada kebutuhan sendiri jauh lebih mantaaaps.

    Posted by widie | Februari 26, 2009, 3:27 pm
  8. haha! doanya sapu jagad ya, mas BB?
    semua dipanjatkan, termasuk doa kejatuhan rejeki. sepertinya semua doa bisa dijadikan sajak oleh mas BB nih.

    tapi doa #3 dan #4 sungguh membuat hati damai, mas BB.

    @Iya nih Mba Yulfi, rada gak sabaran jadi pakai jurus doa sapu jagat. Lalu, soal puitisasi itu mah sekadar agar diriku sedikit terhibur saja. Mau dibikin prosa kayak tulisan2 Mba Yulfi blum bisa.
    Makasih Mba Yulfi dah berkunjung. Moga bisa bertaut makin erat.

    Posted by marshmallow | Februari 26, 2009, 5:59 pm
  9. OOT:
    asyik, saya ada kesempatan mampir silaturahim lagi kemari. oiya sudah saya pasang tuh linknya di halaman bloggerhood. dipasang ya punya saya juga hehehe..

    smangat!!

    @Ya, makasih Mas Antown. Tautmu segera kupasang juga.

    Posted by antown | Februari 26, 2009, 9:19 pm
  10. puisi doanya bener2 menyentuh nilai religiusitas saya, mas baihaqi.diksinya ok, muatan isinya juga bener2 menyentil kepekaan nurani kita sebagai hamba Tuhan yang dhaif. salam kreatif dan salam budaya!

    @Makasih Pak Sawali dah berkunjung lagi ke sini. Moga kita makin berbudaya dan kreatif. Amin.

    Posted by sawali tuhusetya | Februari 26, 2009, 11:40 pm
  11. kalau begitu caramu meminta
    kalau juga begitu caramu merindu
    merintih dan merayu
    bagaimana aku tak terenyuh
    mungkin dia juga sama
    tersenyum melihat manja-manjamu
    mungkin dia benci selalu menjadi nomer dua
    dan sayangnya tak berkurang sama sekali
    tapi dia pasti bahagia selalu jadi nomer satu setiap kau ada masalah
    sial! memangnya dia tong sampah?!

    @Oh, gitu ya Mew, aku terasa menduakan dia atau malah menjadikannya tong sampah. Trims Mew dah kesasar lagi ke sini. Aku harap sih sering2lah nyasar, hue he he.

    Posted by Mew da Vinci | Februari 27, 2009, 1:26 pm
  12. Отличный блог, интересное и полезное содержание!

    @Walah, iki tulisan opo….

    Posted by mensoinge | April 11, 2009, 5:57 am
  13. Очень полезно

    Posted by zoobUnpap | April 20, 2009, 7:03 am
  14. doa yang akan selalu menjadi harapan kita semua

    Posted by parfum | Mei 28, 2013, 11:54 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: