you're reading...
Puisi Awam

Koin, Membebek, Mengayam, Menggagak

KOIN BEBEK AYAM GAGAK*


koin

Sekeping koin gopean kupegang
Inilah rupanya yang bernama uang
Pembikin banyak hal jadi mudah memang
Namun bisa pula bikin orang jadi pemberang
Menyumpah-serapah miskin tak hilang-hilang
Menjadikan diri lupa berpegang pada setang
kemudi yang membuat diri tidak menyimpang

Lalu, kita pun berdalih
Harta memang layak kita pilih
Pembuat harkat berkerah putih

mallard-duck

Ya, kita memang makhluk punya nafsu keinginan dan harapan, namun jangan jadi bebek tabiat keserakahan
paruhnya selalu di tanah mengeruk apa jua terbenam, basah kering baik buruk sama saja, permata atau kacang tiada beda

ayamjantan

Atau ayam jantan pemburu betina
Karna agamanya nafsu belaka
Maka, kendali diri laki-laki pun dilepasnya
Akal pun ditumpulkannya
(Yang betina bisa juga, umbar cita-cita
meraih mangsa, harga diri diobralnya
demi menggapai yang dipuja-puja)

gagak

Atau juga burung gagak terus berkoak
menyuarakan permintaan panjang di dunia
seakan yang ada tak pantas disyukurinya
Bagai iblis minta tangguh tak terhingga
bukannya minta tobat saja dari dosa

(Jelang subuh, 15 Agustus 2006. *Bait ketiga, keempat, dan kelima puisi ini berisi cuplikan dari ibarat Jalaluddin Rumi dalam puisinya yang dikutip Jalaluddin Rakhmat dalam buku Memaknai Kematian, Cet. I Maret 2006 Penerbit Pustaka Iman, Jakarta)


About Bahtiar Baihaqi

Sekadar ingin berbagi, dari orang awam, untuk sesamanya, orang awam pula dan mereka yang prokeawaman.

Diskusi

11 thoughts on “Koin, Membebek, Mengayam, Menggagak

  1. nomor siji pak bah

    @Wah, mantap, tetep nomer siji. Punya filosofi bilangan ganjil rupanya.

    Posted by zenteguh | Maret 1, 2009, 7:03 pm
  2. harta memang layak kita pilih
    tapi tak harus pilihan pertama bukan…?
    (ikut2an jd sufi he..he..)
    @Jadi, yang ini bukan nomer siji ya.

    Posted by zenteguh | Maret 1, 2009, 7:04 pm
  3. Kayak model2 sastra melayu klasik😀

    Saya dah terlanjur utopis sama ama yg namanya “Nurani” mereka…

    Saya masih merasa lebih baik kalo hukum gantung atau potong tangan cepet2 diimplementasiin, ketimbang nunggu orang2 kerah putih di atas sana insyaf.

    @Sungguh, gw suka ma komen gaya khas Uchan, “mematikan”. Soal nurani orang2 kerah putih, no komen (ngikut ma komenmu aja). Mengenai gaya “mpuisiku”, wah, betul Chan, melayu klasik alias jadul banget, terlalu maksa untuk taat pada rima. Hasilnya seperti syair jadul, tapi lebih buruk. Toplah Chan, komenmu dapet nilai 100, bikin aku bisa melihat lebih jelas tulisanku sendiri.

    Posted by Uchan | Maret 1, 2009, 8:29 pm
  4. makin mantap mengawinkan banyak kisah dan gambar sekaligus. Salut Pak Bahtiar

    @Makasih Mas Narno, tapi aku sebenarnya ingin lebih banyak “dicela” biar bisa lebih banyak tahu kekurangan diri. Karena sampai kini pun aku masih awam terus, gak pinter-pinter.

    Posted by sunarnosahlan | Maret 2, 2009, 7:12 am
  5. Hi Friend.. Interesting post.. Keep up the good work.. Do visit my blog and post your comments.. Take care mate.. Cheers!!!

    @Thank you, Sriram. I hope you enjoy all my post in Bahasa.

    Posted by ocean | Maret 2, 2009, 2:06 pm
  6. komentar nmr 123 saya kenal tuh, hehe… ayo tularkan semuanya biar jadi blogger hohooho…

    subuh2 emang paling enak buat nulis.

    @Ya, Uchan jg pernah singgah di eks kantor dirimu dulu. Kini sama2 dah kabur, tinggal Mas Teguh dan diriku. Salam kreatif, salam budaya, dan salam blogger (dua yang pertama minjem dari Pak Sawali).

    Posted by antown | Maret 2, 2009, 8:01 pm
  7. wahh bapak semakin lihai aja mengolah kata-kata..
    makasih pak udah memberi wejangan di comment saya dengan panjang lebar..
    saya dapet beberapa pelajaran dari situ,
    1. belajar ga terpatok sama umur, maksud bapak menggali potensi diri ga terpatok berapun umurnya kan?? alhamdulillah saya jadi tau itu
    2. saya dapat menuangkan segala unek2 saya walaupun itu kekesalan saya pada milan yang ahir2 ini penampilannya mengecewakan.
    3. walaupun kita rival tapi masih tetep doonk sharingnya..
    forza milan,.
    hehehehe

    @Pokoknya mah, kita sama2 belajar dan berbagi aja. Saat ini performa Milan memang sedang mengecewakan, terpaut jauh ma Inter. Namun, dari catatan prestasi, keknya Milan masih lebih unggul. Gpp kan aku sedikit memuji Milan, masa nyela melulu, huehehe.

    Posted by falla | Maret 3, 2009, 11:12 pm
  8. ini menjadikan cermin diri ,atawa kita seperti itu.Blog yang enak dilihat.Sukses pak

    @Amin, makasih. Ya, Mas Amir, tak ada salahnya tuk dijadikan cermin aja.

    Posted by amir azzam | Maret 5, 2009, 12:12 am
  9. keep writing.

    success

    @Makasih ORB. Moga kita semua bisa begitu. Amin.

    Posted by ofa ragil boy | Maret 6, 2009, 12:24 pm
  10. adakah situs web ini availible di English?

    @Waduh, unfortunately, belum tuh. My English katro banget. Dengan senang hati kalau ada yang bersedia menerjemahkan. Klo versi mesin (otomatis) keknya jelek deh meski sedikit membantu. Tapi aku gak sempet.

    Posted by work and travel | Maret 15, 2009, 6:49 am
  11. koak koak!!!!
    burung gagak lagi lewat
    *mak sliwer*😀

    @Ngumpet di kamar ah, takut ada gagak.😀

    Posted by om-blog | Mei 6, 2009, 4:35 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: