you're reading...
Puisi Awam

Dari Syair Martubi ke Gelak

SYAIR MARTUBI

taksi1

Martubi terbunuh pagi tadi
Sang pelaku kerdil tak bernyali
Cuma berani tikam kaum sendiri
Sama-sama manusia pinggir kali

Martubi bukan orang pintar
Sehari-hari hanya berputar-putar
Mengemudi taksi menahan lapar
Anak bini di rumah sudah tak sabar
Tunggakan aneka rupa belum terbayar

Walah, di mana alumni mimbar spiritual
Bersufi-sufi di rumah ber-ac berbalut dolar
Menikmati surga sendiri tak kelar-kelar
Di luar sana banyak saudara kita terkapar
Jangan pula dianggap sekadar buah ingkar

[12 Agustus dini hari 2006]



GELAK

Tak ada kiamat di sini
Juga bencana atau huru-hara
Hanya gelak beraroma arak

taksi2

Bahkan, jelang subuh
orang-orang masih riuh
sehabis peluh, juga lenguh,
tanpa keluh

Taksi-taksi mengangkang
partner setia demi penumpang
para pramuria bersiap pulang

Tak terdengar desir ajal di sini
Hanya tatap nanar, juga binal
Alam pun luluh oleh peluh
dari diri yang rela jadi pesuruh
oleh gelora gairah tubuh

Cuma sakit bisa mengusiknya
Atau dengki memorak-porandakannya
Juga selingkuh sanggup menggoyahkannya
Atau musuh pembunuh yang lantas mengakhirinya
Bukan ajal yang tertahan oleh dajjal

[12 Agustus 2006, jelang subuh]

About Bahtiar Baihaqi

Sekadar ingin berbagi, dari orang awam, untuk sesamanya, orang awam pula dan mereka yang prokeawaman.

Diskusi

5 thoughts on “Dari Syair Martubi ke Gelak

  1. pertamaxxxx..
    pertamax mahal pak, beruntung sekali saya dapat pertamax di blog bapak😀

    @Justru aku yang beruntung dapet pertamax dari dirimu. Blogku mah masih terbilang sepi. Komen pun rata2 masih di bawah angka 10, masih lebih ramai di tempat Falla. Tapi, ya gpp, dapet segitu aja dah bersyukur aku. Namanya juga blog orang awam.
    Makasih Falla. Menurutmu, siapa kandidat pengganti pelatih Milan? Atau Ancellotti (maaf klo ejaannya salah) mau dipertahankan? Ayo, bungkam tuh Mourinho yang mulai kambuh omong besarnya.

    Posted by falla | Maret 5, 2009, 1:19 pm
  2. pemilihan kata’y keren.,.,.

    penulis ky’y punya perbendaharaan kata yg banyak.,.,.

    @Makasih Mas Aziz. Aku harap sih begitu, tapi agaknya aku masih harus banyak belajar, masih jauh dari jangkauan kekerenan. Cuma kalau ada yang tahan untuk menikmatinya, tentu saja aku senang.

    Posted by aziz | Maret 5, 2009, 3:38 pm
  3. lho, nomor ganjil lagi pak bah. Eniwei, who’s MARTUBI?

    @Klo ganjil yg ini kebetulan kan? Soal Martubi, itu ada rujukan peristiwa yang sebenarnya. Waktu itu aku baca kejadiannya di Republika lewat kolomnya Pak Kiram Mashuri. Mungkin Martubi nama alias saja, tapi memang dia supir taksi yang tewas kala bertugas cari nafkah buat keluarga. Jadi aku tinggal memindahkan kata-kata perihalnya dalam bentuk puisi itu saja.

    Posted by zenteguh | Maret 6, 2009, 12:02 am
  4. tata bahasanya lugas dan tajam
    kunjungi puisiku juga ya
    salam…
    http://apriakristiawan.wordpress.com/2009/03/05/beberapa-kata-untuk-citra

    @Ya, aku belum bisa bikin metafora2 atau pencitraan yang bagus, halus, jadinya ya masih lugas atau malah kasar ya sebenarnya. Belum mencapai pengertian “puisi yang semestinya” barangkali. Salam jg, makasih. Insya Allah segera ke TKP.

    Posted by Apria | Maret 6, 2009, 12:31 am
  5. keren coyy…salam kenal ya mampir ke kompetisiku

    @Makasih Bos. Nanti insya Allah aku lihat blogmu.

    Posted by Kontes Fajarseraya | Maret 6, 2009, 4:46 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: