you're reading...
Awamologi

Awamologi: Aku Dukung Yahudi Satu Ini

yahudiTema dasar blogku memang keawaman. Itulah makanya aku namakan “blog orang awam”. Agar prinsip-prinsip keawaman dapat dirumuskan, dimaklumatkan, dimantapkan, digali terus-menerus, dan ditebarkan manfaatnya, aku pun berusaha merangkumnya dalam apa yang kusebut sebagai awamologi.

Dari situ barangkali dapat dikatakan, akulah yang pertama-tama menggagas dan “berjualan” awamologi ini, tapi itu tak penting. Yang lebih penting, kita semua mampu menghayati dan memahami, lalu mengamalkan nilai-nilai keawaman atau awamologi ini. Lha, memangnya awamologi ini agama sehingga wajib diamalkan?

Ya, bukan, tapi awamologi ini memang didasarkan atas semua nilai yang baik berdasarkan agama. Terutama agama Islam karena aku ini orang Islam. Namun, tentu saja, semua nilai kebaikan universal dalam agama apa saja atau ajaran apa pun dapat kita pungut menjadi bagian dari awamologi. Tapi, ini juga bukan berarti jenis sinkretisme atau pluralisme yang diharamkan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Lha memang awamologi itu bukan agama kok.

Lagipula, aku sendiri sebagai penggagasnya tak mau terjebak pada istilah-istilah itu, tapi berusaha memberi batasan tersendiri kalaupun hendak dikategorisasi, dinamai, atau dimasukkan ke dalam cakupan istilah-istilah itu. Artinya, kalau pluralisme sebagaimana didefinisikan MUI sebagai pencampuradukan ajaran agama ya jelas haram itu. Tapi kalau pluralisme dimaknai sebagai kewajiban untuk hidup damai saling menenggang, menghargai, menghormati, menyayangi satu sama lain ya jelas ini fardu ain, wajib banget gitu loh. Nah pluralisme jenis inilah yang termasuk ke dalam awamologi.

Intinya, awamologi dimaksudkan sebagai langkah untuk membangun sebuah rumah besar bernama akhlak, moral yang baik, sehingga semua orang bisa betah berada di dalamnya dan dapat menjadi saudara sekemanusiaan. Bukankah Nabi Muhammad SAW memiliki misi kerasulan untuk menyempurnakan akhlak manusia? (Innama bungistu liutammima makarimal akhlak). Awamologi juga menampung ajaran untuk saling peduli, saling berbagi, dan senantiasa rendah hati. Apa gunanya kehebatan dan kesuksesan kalau kita sombong? Mending go to hell aja kalau begitu.

Ayo, Kita Dukung Yahudi Satu Ini

Ya,  atas dasar prinsip-prinsip awamologi tadi, aku pun setuju dan mendukung gagasan rabbi Yahudi yang satu ini, Rabbi Mordechi Weberman. Ia menyampaikan pidatonya di bawah perlindungan the Palestine Right of Return Coalition (Al-Awda NY/NJ), pada sebuah demonstrasi di depan Konsulat Israel, Jumat 26, Juli 2002.  Aku kutip hal itu dari terjemahan Mas
Herry Mardian dari sumber ini.  Inilah dia:

Justru Karena Kami Yahudi

rabbi-weberman_sm

ORANG-ORANG bertanya mengapa kami berdemonstrasi dengan orang-orang Palestina. Mengapa kita mengibarkan bendera Palestina? Kenapa kami mendukung tuntutan-tuntutan Palestina?

“Kalian adalah orang-orang Yahudi!” kata mereka pada kami. “Apa yang kalian lakukan?”

Dan tanggapan kami, yang ingin saya bagi dengan Anda sore ini, sebenarnya sangat sederhana.

Justru karena kami Yahudi, maka kami berdemonstrasi dengan Palestina dan mengibarkan bendera mereka!

Justru karena kami Yahudi, maka kami menuntut agar bangsa Palestina dipulangkan ke rumah mereka dan tanah-tanah mereka!

Dalam Taurat kita, kita diajarkan bahwa terlarang bagi kita untuk memiliki negara sendiri, walaupun seandainya semua negara, termasuk bangsa Palestina, bersedia untuk memberikannya pada kita. Benar bahwa dalam Taurat kita dikatakan bahwa Y-H-W memerintahkan pengucilan bangsa Yahudi sekitar dua ribu tahun yang lalu. Lalu dengan tegas Dia melarang kita untuk mengakhiri hukuman pengucilan yang langsung diberikan oleh Y-H-W ini. Talmud jelas-jelas menyebutkan bahwa Y-H-W pernah mengambil sumpah kita atas tiga hal: Satu, bahwa kita tidak akan pernah menduduki Tanah Israel. Dua, terlarang bagi kita untuk mengangkat senjata terhadap bangsa apapun. Tiga, terlarang bagi kita untuk mengajukan penebusan (atas pengucilan ini–penerj.) sebelum waktunya. Kita diperintahkan untuk menunggu dengan sabar, sampai tiba waktunya ketika Y-H-W sendiri menetapkan waktu yang terbaik untuk mengakhiri hukuman pengucilan. Saat itu, semua bangsa akan mengenal Y-H-W yang tunggal dan seluruhnya akan mengabdi pada-Nya dalam perdamaian.

Hal kedua, kita diperintahkan untuk menjadi orang baik dan penuh kasih sayang. Tentu saja terlarang bagi kita untuk mencuri, membunuh, dan semacamnya. Benar, dalam kitab kita Taurat, kita diperintahkan supaya berlaku adil. Kita diseru untuk menegakkan keadilan. Nah, apa yang lebih tidak adil dari upaya seabad gerakan Zionis untuk menduduki tanah bangsa lain, mengusir penduduknya dan mengambil barang-barangnya? Para Zionis awal mengklaim bahwa mereka adalah penduduk tanpa wilayah, dan pergi ke wilayah tanpa penduduk.

Kalimat yang kedengarannya sungguh innocent.

Tapi seluruhnya dan sepenuhnya salah.

Palestina adalah wilayah berpenduduk. Dan ketika itu penduduknya sedang membangun kesadaran bernegara.

Kami sama sekali tidak ragu jika seandainya para pengungsi Yahudi dahulu, datang ke Palestina tanpa niat mendominasi, tanpa niat mendirikan negara Yahudi, tanpa niat mengambil kepemilikan, tanpa niat mencabut bangsa Palestina dari hak-hak kemanusiaan mereka, maka mereka akan menerima bangsa Yahudi dengan keramahan yang sama seperti yang diberikan orang-orang Islam kepada bangsa Yahudi sepanjang sejarah. Dan kita sekarang akan hidup berdampingan seperti ketika dahulu Islam dan Yahudi pernah hidup berdampingan di tanah Palestina dalam damai dan harmoni.

Kepada umat Islam dan bangsa Palestina di seluruh dunia, dengarkanlah apa yang ingin kami sampaikan–ada banyak orang Yahudi di seluruh dunia yang mendukung tuntutan-tuntutan kalian. Dan jika kami mengatakan bahwa kami mendukung tuntutan kalian, kami tidak memaksudkannya kepada sedikit wilayah negara bagian dari skema usulan tahun 1947.

Jika kami mengatakan bahwa kami mendukung tuntutan kalian, kami tidak memaksudkannya kepada bagian potongan wilayah Tepi Barat yang ditawarkan oleh Barak di Camp David dengan ketetapan hukum, yang diperuntukkan bagi kurang dari sepuluh persen pengungsi.

Maksud kami, tidak lain adalah mengembalikan seluruh wilayah, termasuk Jerusalem, kepada kedaulatan Palestina!

Dan saat itu, ketetapan hukum menghendaki bahwa bangsa Palestina harus memutuskan apakah bangsa Yahudi tetap diijinkan tinggal di sana, dan berapa jumlahnya.

Inilah satu-satunya jalan untuk mencapai rekonsiliasi yang sesungguhnya.

Namun kami bahkan menginginkan lebih dari itu. Kami menuntut, ketika wilayah dikembalikan kepada pemilik yang sebenarnya, itu pun bahkan belum cukup bagi kami. Harus ada permintaan maaf kepada bangsa Palestina dengan jelas dan akurat. Zionisme menzalimi kalian. Zionisme mengambil rumah-rumah kalian. Zionisme mengambil tanah-tanah kalian.

Karena dengan menjelaskan hal itu, kami menjelaskan pada seluruh dunia bahwa kami adalah umat Taurat, bahwa agama kami menghendaki agar kami menjadi orang-orang yang jujur, adil, taat, dan pemurah.

Kami telah menghadiri ratusan demonstrasi pro-Palestina selama bertahun-tahun dan kemana pun kami pergi, para pemimpin dan audiens menyambut kami dengan kehangatan dan keramahan bangsa Timur Tengah. Bohong jika dikatakan bahwa bangsa Palestina, atau Muslim, benci kepada Yahudi. Kalian benci ketidakadilan. Bukan Yahudi.

Jangan takut, sahabat-sahabat. Kejahatan tidak akan pernah lama berjaya. Mimpi buruk Zionisme sudah mendekati akhirnya. Zionisme sedang menjelang kepunahannya. Tindakan brutalnya yang terakhir adalah getar sakratul maut dari seorang yang sudah tak bisa sembuh.

Kita semua masih akan hidup untuk melihat hari ketika bangsa Yahudi dan bangsa Palestina saling berdampingan dalam damai di bawah bendera Palestina, di Yerusalem.

Dan pada akhirnya, ketika Sang Penebus Umat Manusia datang, derita hari ini akan lama terlupakan di dalam perahmatan-perahmatan masa yang akan datang. ***

About Bahtiar Baihaqi

Sekadar ingin berbagi, dari orang awam, untuk sesamanya, orang awam pula dan mereka yang prokeawaman.

Diskusi

13 thoughts on “Awamologi: Aku Dukung Yahudi Satu Ini

  1. nomor sijimologi pak bah…

    @Toplah, dapet pahala insya Allah.

    Posted by zenteguh | Maret 9, 2009, 6:23 pm
  2. eniwei, rabbi yang satu ini Yahudi beneran gak ya….tumben normal otaknya😀

    @Lah, klo soal otak, Yahudi itu biangnya. Tapi, klo soal hati, nurani, lain lagi.

    Posted by zenteguh | Maret 9, 2009, 6:25 pm
  3. awamologi.. suatu yang kontradiktif
    bagaikan emas yang terbungkus kain dari kulit bulu..

    seorang guru yang menyamar sebagai awam,
    namun sebenarnya dia adalah seorang begawan..
    ——–hebat……..
    @Ah, jangan gitu saudaraku. Aku sungguh2 ingin menampilkan kedirianku apa adanya. Keawaman itu keluar dari lubuk hatiku yang terdalam. Tapi, tentu aku pun masih terus berproses untuk mengenal diriku sendiri agar juga kenal siapa penciptaku. Maka, tepat seperti juga dirimu yang memancang nama “siafa” (siapa). Itu berarti kita memang terus berproses dalam upaya pengenalan terus-menerus.
    Salam.

    Posted by siafa | Maret 10, 2009, 9:48 am
  4. memang sepanjang sejarah masih ada orang-orang Yahudi yang benar-benar jujur, tetapi di arena politik mereka tidak mendapatkan tempat, alias tersingkir atau menyingkir atau disingkirkan
    @Sayang ya, padahal kan keberadaan mereka justru mempermudah terciptanya perdamaian. Daripada yang politis2 itu, bikin perundingan damai berkali2 gak taunya cuma basa-basi.
    Itulah makanya diperlukan orang2 yang tetap peduli pada budaya, agama, dll. Jangan semuanya berebut kue politik.

    Posted by sunarnosahlan | Maret 10, 2009, 5:03 pm
  5. bah, boleh request ga?😀
    paragraf pertama dikasi enter dua kali aja ya biar saya gak bingung bacanya. soale tulisane abot

    @Makasih Ton. Soal2 teknis gitu kadang agak ribet, banyak kode html yang nyangkut, dll. Jadi keburu diposting dulu.

    Posted by antown | Maret 10, 2009, 8:07 pm
  6. ini tulisan orang awam yang sangat mendasar awamnya, sehingga mudah dicerna dan masuk ke hati.

    terkait topik utama yang diangkat, kupikir, memang kita tak perlu memasang banner ANTI YAHUDI… karena bagaimanapun, tidak semua orang yahudi melanggar ajarannya sendiri.

    Yahudi, Nasrani, dan Islam adalah agama langit. jika kita kembali meninggikan Sang Pencipta agama tersebut, maka pluralisme dalam perspektif awamologi bisa kita rasakan kenikmatannya.

    btw, ulasan yg cerdas!

    @Yang lebih penting sih sebenarnya ukhuwah insaniah itu bisa terkukuhkan.

    Posted by MT | Maret 10, 2009, 9:32 pm
  7. ga semua orang yahudi jahat..
    dan ga semua orag islam baik..
    tapi semua orang ingin diberlakukan secara adil.
    dan tak seorangpun yang ingin disakiti..
    ————————————-
    kita semua sama…
    manusia
    ————————————-

    @Setuju Bos.

    Posted by siafa | Maret 11, 2009, 9:02 am
  8. Saya tertarik dua hal di sini.
    (1) Tentang awamologi. Saya setuju dengan panjenengan mas bahwa kita perlu menjaga “kebodohan” kita tetap kia akui. Dengan kata lain, kita perlu berendah hati, karena banyak hal yang tidak kita ketahui, tidak kita miliki. Dengan demikian, kita akan menghargai seberapa kecil pun pengetahuan, harta, kekuasaan, dan terutama, ketaqwaan orang lain kepada Tuhan YME, Allah SWT.

    (2) Tentang Yahudi yang satu ini. Kok hebat, menurut saya, pemikiran yang sungguh berakar pada sumber yang jelas dan perjuangan yang konsisten. Sayangnya, banyak Yahudi yang lain justru berkebalikan pemikiran dengan dia ya. Mungkin karena diselipi nafsu-nafsu duniawi sehingga tingkah polah mereka justru menurunkan martabat Yahudi itu sendiri. Mereka yang seperti ini ada di negara-negara lain, terutama negara maju yang menguasai perekonomian, dan politik negara tersebut.

    Ah, maaf berpanjang-panjang karena keasyikan di blog ini.

    Salam hangat aja dulu ya mas. Blognya sudah kupasang di blogrollku.

    @Makasih Pak Hejis. Sumpah, gara2 kau Antown, aku jadi dapet rezeki dari pak dosenmu ini.

    Posted by Hejis | Maret 11, 2009, 1:50 pm
  9. alhamdulillah, senang rasanya bah kalau akhirnya sampean bisa kenal juga sama pak hejis.
    dalam skripsiku saya menuliskan sebuah motto berbunyi “wong goblok iku duso”. makanya saya pingin pinter hehe

    @Oke Ton, makasih. Eh, mana pesenan banner awamku. Hehehe, berharap.

    Posted by antown | Maret 11, 2009, 7:48 pm
  10. Aku perhatikan, kutipan pada artikel ini lebih banyak daripada tulisan Kang Bahtiar. Salut deh. Emang, kita selaku orang awam mestinya lebih banyak membuka telinga daripada membuka mulut.

    @Eh eh eh (ketawa rendah hati, gak unjuk gigi). Bukan cuma yang ini aja, rata-rata aku pun cuma kutap-kutip kok. Soale blum bisa seperti Mas Shodiq. Btw, komennya masih nyangkut dulu si spam, padahal secara teknis gak bermasalah tuh.

    Posted by M Shodiq Mustika | Maret 15, 2009, 1:08 pm
  11. Great site this awamologi.wordpress.com and I am really pleased to see you have what I am actually looking for here and this this post is exactly what I am interested in. I shall be pleased to become a regular visitor🙂

    @Thanks. I hope so.🙂

    Posted by Zoorierweva | April 5, 2009, 12:25 am
  12. terrific site this awamologi.wordpress.com brill to see you have what I am actually looking for here and this this post is exactly what I am interested in. I shall be pleased to become a regular visitor🙂

    @Makasih juga. Tapi, postinganku gak tentu kok, bisa berupa apa saja. Moga bisa jadi pengunjung reguler blog ini.🙂

    Posted by Pymnfunc | April 11, 2009, 8:02 am
  13. formidable site this awamologi.wordpress.com brill to see you have what I am actually looking for here and this this post is exactly what I am interested in. I shall be pleased to become a regular visitor🙂

    Posted by Pymnfunc | April 17, 2009, 1:14 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: