you're reading...
Curhat Awami

Kenapa Kau Delete Blogmu, Bay?

http://1.gravatar.com/avatar/c1359f79ab9f0ebd90185fe3d5a9bd6e?s=48&d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Favatar%2Funknown-48.jpg

Kehilangan orang-orang terdekat, sahabat, adalah sebuah musibah yang bikin hati berduka. Meski kita tak bisa mengelak dari kenyataan yang satu ini, tetap saja lara hati tak mudah terobati.

Ya, aku baru saja menyadari bahwa temanku, sahabat blogger atau sohiblog menurut istilah Bunda Menik, tak lagi dapat kukunjungi lantaran telah menghapus jejak blognya. Ini memang sebuah kehilangan sebatas dunia maya. Tapi, masalahnya, pada batas dunia maya itu pula aku menautkan silaturahmi dengannya. Di dunia nyata, aku belum pernah bertemu muka. Lebih khusus lagi sebatas blog. Lewat e-mail atau sarana kontak yang lain aku belum pernah menyapanya. Tulisan ini pun menjadi langkah awal diriku mencari tahu perihal dirinya. Sambil mengecek data e-mail yang dia isikan pada kolom isian komentar-komentarnya di blogku, insya Allah segera kuhubungi dia, mudah-mudahan e-mail-nya pun tak turut dihapusnya alias masih aktif.

Aku masih ingat, belum lagi aku punya banyak teman, seorang anak muda bernama Bayhakiramli datang menyapa dan menautkan tali silaturahmi denganku.

“Salam kenal, Pak Bahtiar Baihaqi. Tidak ada salahnya meninggalkan jejak-jejak makna di tempat Anda, biar sejarahlah nantinya yang akan menuliskan betapa bersyukurnya kita berdua akhirnya bisa berkenalan di dunia maya dan bersua akhirnya.”

Itulah kata-kata yang dia tuliskan pertama kali di blogku pada 13 Januari 2009. Berikutnya, pada hari yang sama, dia bilang begini. “Pak Bahtiar Baihaqi yang baik, saya add blognya di blogroll saya ya, biar mudah melacak tuk dikunjungi slalu. Salam :)

Duh, betapa senangnya diriku. Sebagai blogger pemula, tentu saja mendapatkan sahabat blogger adalah sebuah anugerah tak terkira. Apalagi, Bayhakiramli ini ternyata lalu sering berkunjung ke blogku. Tentu saja, dia menjadi salah satu nama yang aku catat dalam perjalananku ngeblog, tepatnya di JejakGoBlog.

“Ketika halaman ini (JejakGoBlog) dituliskan, belum lama aku baru bertaut dengan anak muda bernama Bayhakiramli (bayhakiramli.wordpress.com).” Lalu aku katakan bahwa kebetulan sekali nama kami memiliki kesamaan: BHQ (Baihaqi/Bayhaki).

Suatu saat kemudian, 20 Februari 2009, ketika membaca penyebutan nama dirinya itu, Bayhaki pun berkomentar, “Wah, ada nama saya di situ. Terima kasih, Mr.BB ;)Kesamaan nama semoga saja membawa kesamaan berkah dan rizki. Amin-amin. :) Moga rizkinya cukup dan berkah serta rajin bersedekah (syukur-syukur bisa masuk komunitas TDA, tangan di atas). Amin ya robbal ‘alamin.” Demikian jawabku.

Namun, rupanya, itu menjadi komen terakhirnya sampai kutahu bahwa blognya tak aktif lagi, bahkan telah di-delete. Kenapa, Bay?

Sungguh, aku merasa berdosa karena jarang mengunjungi blognya dan meninggalkan komentar atau sekadar sapaan di sana. Aku suka berdalih dalam hati bahwa meski jarang, sekalinya berkunjung, aku betah berlama-lama menyimak tulisan-tulisan di dalamnya. Ia termasuk penulis yang bagus dan banyak ide. Banyak pemikirannya yang bernas. Ah, tapi apakah kau tahu alasan, perasaan, dan penilaianku ini, Bay?

Hatiku pun tambah sedih ketika baca postingan Antown, kariblogku juga (eh eh eh pakai modifikasi dikit dari sohiblognya Bunda Menik). Dia bikin judul postingan “kenapa” yang mengulas soal ngeblog, manfaatnya, dan alasan-alasan seseorang (dia khususnya) ngeblog atau lalu berhenti ngeblog. Menurutnya, ngeblog itu menyehatkan otak. Otak diajak berpikir dan menciptakan kreativitas. Ngeblog juga bisa mendatangkan banyak manfaat. Kita bisa menulis dan memublikasikannya ke segenap penjuru dunia secara gratis.

Tapi, pas dia tulis tentang alasan orang berhenti ngeblog dan kaitannya dengan kebutuhan para blogger atas kunjungan dan komentar, mak deggg, aku jadi teringat Bayhakiramli. Menurut Antown, kebutuhan atas komentar karena secara psikologis komentar itu bisa membangkitkan semangat untuk menjalin silaturahmi. Lalu dia bilang, “Komentar yang baik adalah komentar yang objektif, bukan komentar pujian atau sanjungan. Tidak masalah sih kita mendapatkan pujian asalkan itu tulus dari hatinya dan komentar itu tidak berakibat bak bumerang bagi kita sendiri.”

Komentar sebagai penyemangat? Aku setuju Antown. Apalagi bagi pemula sepertiku. Lagipula, sepinya kunjungan dan komentar dapat menjadi pemicu seseorang berhenti ngeblog, katamu.

“Kenapa berhenti (ngeblog)? Penyebabnya macam-macam sih. Bisa karena urusan keluarga, bisa karena pernah mendapat musibah, bisa karena dimusuhi banyak orang di dunia maya, bisa juga benci karena blognya jarang dikunjungi, apalagi dikomentari,” tulismu.

Duh, Bay, moga kau tak cabut dari blog lantaran poin terakhir itu. Sungguh, aku makin merasa berdosa kalau begitu.

Ket.: Ilustrasi “kenapa” diambil dari postingan Antown itu.

About Bahtiar Baihaqi

Sekadar ingin berbagi, dari orang awam, untuk sesamanya, orang awam pula dan mereka yang prokeawaman.

Diskusi

17 thoughts on “Kenapa Kau Delete Blogmu, Bay?

  1. 😀
    mas bay datanglah..
    ganti blog paling mas.

    @Moga aja begitu.

    Posted by Apria | Maret 19, 2009, 11:31 am
  2. saya dulu pernah bikin postingan di blog yang lama dengan judul”Yang Berjatuhan di Jalan Ngeblog”
    Lama gak bersua

    @Iya nih, maaf, lama gak mengunjungi blog dan “jandamu”. Insya Allah aku sempatkan.😀

    Posted by achoey | Maret 19, 2009, 12:19 pm
  3. Atau mungkin gak sengaja kepencet delete dan ga bisa di-reverse lagi pak..😛

    *ngawur*

    @Bisa jadi Ri. Aku pun pernah coba menu “delete blog” di WP, maksudku mo menghapus blog yang gak jadi dipake, tapi lantaran takut ngedelet semua blogku di WP, gak jadilah aku. Soalnya di situ muncul pertanyaan: “Benarkah Anda nggak akan lagi ngeblog di WP?” Gitu deh. Jadi kamu gak ngawur, tapi langsung kabur ya.😛

    Posted by ariawan | Maret 19, 2009, 2:50 pm
  4. Iya, saya juga sepemikiran dengan mas ariawan. itu kemungkinan juga soalnya.
    berpantun.wordpress.com

    @Iya, bos, tapi mestinya dikau komennya pakai pantun.😀

    Posted by berpantun | Maret 19, 2009, 7:27 pm
  5. mungkin dia hanya ingin rehat sebentar dan memulai semangat baru di blog barunya kali pak…
    salam persohiblogan:mrgreen:

    *besok2 mungkin akan ada salam perkariblogan:mrgreen: *

    @Moga begitu, Bun. Salam persohibkariblogan.:mrgreen:
    *Horeee, Bunda salah soal salamku, beda lagi kan?*

    Posted by Menik | Maret 19, 2009, 7:44 pm
  6. yuk kopdar bertiga di bogor yuk pak bah. hehe… kapan yo keturutan

    @Kowe sih libure dua hari ya. Klo aku cuma sehari. Tapi, kapan aja sih insya Allah bisa, kan aku orang malam, jadi pagi ampe siangnya masih bisa ketemuan. Itu kalau gak molor, huehehe. Eh, yang ketiganya siapa, Bun Menik ya sebagai tuan rumah?

    Posted by antown | Maret 19, 2009, 8:01 pm
  7. semoga banyak yang menggantikan Pak. Meskipun itu memiliki makna yang berbeda

    @Di batin aku sebenarnya tetap bertaut dengan Bay, tapi tanpa bersua lagi rasanya gak afdol. Amin, moga banyak yang bertaut.

    Posted by sunarnosahlan | Maret 19, 2009, 9:38 pm
  8. weleh, salame malah jadi panjang😆

    eh, ada apa ini ?? kok saya yg jd tuan rumah ?? mbok ya saya yg diundang dan dijamu… *sombongnya kumat*

    Posted by Menik | Maret 20, 2009, 8:22 am
  9. @Bun-Niar Menik,
    gpp kan panjang, yang penting jangan sampai putus.
    Klo soal ada apa, tanya ma Antown aja yang sering Bun kunjungi… *cemburunya kumat*

    Posted by Bahtiar Baihaqi | Maret 20, 2009, 9:20 am
  10. pertama kali ngeblog, aku kenalnya ebloggy.com tapi tak kulanjutkan lantaran pernah dibekuk entah karena apa, yang jelas setelah aku bikin banner anti amerika, israel, dan pro TIBET.

    lalu bikin juga di blogspot, tapi sengaja kumatikan karena, setiap isi blog itu khusus untuk segala kekecewaan. ketika melihatnya, aku jadi down. karena itu kuhapus saja. kumatikan blogku di blogspot.

    akhirnya ke blogsome dan multiply. sampai sekarang tetap eksis walau tak terupdate dg baik. kini berjejak di blogdetik.

    jadi, buanglah rasa bersalahmu mas! kehilangan teman -walau maya- memang menyesakkan. tapi itu bukan karenamu! pasti ada alasan pribadi yang bikin bay begitu…

    @Wah, kau dah bangkotan jadi blogger rupanya. Aktivitas nulismu berarti juga gitu. Siplah, pokoknya kita trus berbagi apresiasi aja ya. Kini, paling tidak ada dua “bahan” postingan darimu: buku puisi dan buku jihad. Dua2nya seru.
    Soal Bay, aku cuma menyayangkan ilang-nya itu. Moga masih bisa dihubungi.

    Posted by MT | Maret 20, 2009, 1:24 pm
  11. wah wah wah ada apa..
    hmm ngeblog mungkin juga bisa menimbulkan sedikit kebosanan, tapi entah kenapa selalu merindukan untuk ngeblog dan ngeblog lagi, walau ga ada yang komen sekalipun

    @Bagus itu, Ika, kangen untuk terus ngeblog, nulis dan menjalin silaturahmi. Siplah, aku dukung. Moga aku sempat ke tempatmu juga. Makasih ya.

    Posted by ika | Maret 20, 2009, 7:09 pm
  12. numpang lewat…..pertama kali main….
    waktu pertama kali temen bilang bahwa temannya men-delete blognya, saya bingung, buat apa di delete, toh kapan2 bisa di update lagi klo ada kesempatan (contohnya saya😀 ) tapi yah… tiap orang punya pertimbangan sendiri….
    salam kenal🙂

    @Lho, singgah berlama-lama gak apa-apa kok. Masa cuma numpang lewat, hehehe.
    Iya, aku setuju ma pendapat Winy. Salam kenal jg.

    Posted by winy | Maret 20, 2009, 10:35 pm
  13. Salam kenal mas bay (kalo masih liat)
    sy malah blum tahu kok sudah gak ada duluan..
    **mas antown: nek kopdar, aku nunggu oleh2nya aja…wekwk..

    @Gabung kopdaran wae Mas. Klo ma aku mungkin dah bosen, kan bisa ketemu Antown yang makin cerah karena “main warna” terus, lalu ma yang lain, siapa lagi ya?

    Posted by zenteguh | Maret 20, 2009, 10:51 pm
  14. Salam mas Bahtiar
    Sudah dua tahun saya mengasuh blog dan banyak melihat fenomena yang terjadi. Sejenak saya berpikir apakah sebuah blog yang dikunjungi dan dikomentari banyak orang merupakan tanda kesuksesan sebuah blog? Karena pada akhirnya saya pun diperlihatkan ada blog seperti itu yang pada akhirnya juga ditutup oleh penulisnya. Sampai saat ini saya masih menyimpulkan bahwa blog yang akan terus bertahan adalah blog yang setiap postingnya memberikan manfaat bagi pembacanya.

    @Eh, Mas Dimas, waalaikumsalam.
    Niat hati sih penginnya begitu, memberi manfaat. Tapi, sebagai manusia yang banyak maunya, bisa jadi aku gak bisa istiqamah jada diri dan “jaga postingan”. Jadi, untuk yang kurang atau tak bermanfaat, aku mohon maaf buat pembaca semua. Meski begitu, aku tetap berharap bahwa di dalam serbakekurangan apa pun yang tersaji di sini moga dapat dimaknai oleh kita semua. Amin.

    Posted by Dimas | Maret 22, 2009, 1:32 pm
  15. Wa’alaikumsalam Pak Bahtiar B

    == > Terima kasih buat sapaanya di email, wah-wah saya sampai kaget mendapati email yang mengabari mengenai postingan khusus soal diriku, “Kenapa Kau Delete Blogmu,Bay?” Untuk menjawab pertanyaan ini, sulit juga sih, agar ungkapan jawaban ini bisa diterima secara utuh, dengan usaha tertatih-tatih saya berusaha mencoba menjelaskan:

    Selain karna ada faktor internal juga ada faktor eksternal, mengapa saya harus menghapus Blog. Diantaranya seperti: kecanduan menulis “keluar” bukan “kedalam”. Belum mampu mengatur skala prioritas. Terjebak pada “kesemuan” atas harapan yang berlebihan,dll

    Energi saya cukup dilintahi disana, untuk bisa tetap menghidupkan blog tersebut dengan rata-rata 8-10 judul tulisan perbulan, kurang lebih 2 judul perminggu, saya diharuskan membayar mahal terhadap “skala prioritas” lain yang tlah tergantung, tertunda, dan terlupakan (Mungkin ini juga akibat dari keseringan “pengalihan” dari kewajiban utama saya) masalahnya kemudian blog tersebut menjadi bagian yang tak terpisahkan dari ritme keseharian saya, saya kira ini kurang baik untuk saya saat ini, karna kalau materi yang hilang bisa dicari lagi, tapi kalau waktu yang hilang tak dapat dikembalikan lagi. Sebenarnya ini alasan terbesar “kenapa kau delete blogmu,Bay?” Tetapi saya tetap menulis sampai detik ini, bedanya hanya di topik tulisan, kalau di jurnal menulis “kedalam”, sebaliknya di blog menulis “keluar”.

    Meskipun saya juga menerima keuntungan selama bulan desember,januari,februari dari segi eksplorasi ide,kemampuan menalar terhadap issue aktual, tapi setelah saya renungkan, kegiatan “blog” masih belum sesuai dengan tingkat “skala prioritas” utama saya saat ini. Saya masih muda, sebaiknya (menurut pendapat saya) menjadwal ulang hal-hal utama yg ingin saya raih saat ini.

    Anak muda seyogianya memikirkan lagi skala prioritasnya, smoga tidak terjebak pada prioritas kecil, ditengah prioritas-prioritas besar. Generasi yang lebih tua, seyogianya memberikan banyak pencerahan terhadap prestasi, sejarah, kelebihan, peristiwa besar di masa lalu yang mungkin patut dibanggakan, diceritakan bagi generasi muda, supaya ada saling terhubung ikatan emosional antar generasi,mungkin seperti itu.

    Demikian penjelasan singkatnya, smoga bisa dimaklumi, susah memang “harus” melepas jerat kelekatan terhadap sesuatu, tapi semuanya harus berani saya lepas, supaya hidup lebih ringan bebas seperti elang. Lantas apakah saya menyesali masa-masa indah “dunia perbloggeran” tidak, sama sekali tidak, tidak ada kehidupan yang paling indah daripada proses usaha saya tuk tetap mencari jalan menjadi diri sendiri ditengah derasnya luapan arus informasi, dan kegiatan. Setiap orang punya kesempatan mencari kebahagiaan dimana hatimu membawamu….

    Salam
    B🙂

    Ps: terima kasih buat seluruh komentator: Apria, Achoey, Ariawan, Berpantun, Menik, Antown, Sunarnosahlan, MT, Ika, Winy, Zenteguh, Dimas. == > Salam kenal buat kalian smua.

    Posted by Bayhaki R | Maret 31, 2009, 2:58 pm
  16. @Bay,
    makasih atas penjelasanmu. Aku jelas mendukungmu, setuju banget, jika alasannya prioritas. Wajib itu kau pilih prioritasmu dan kau perjuangkan. Ngeblog mungkin kapan saja kau sempat, baru kau lakukan.

    Memang aku belum sepenuhnya paham tentang detail urusan yang menjadi alasanmu itu. Tapi ini tak penting. Yang penting, teruslah maju menggapai cita-citamu.

    Makasih, Bay, moga kita bisa tetap bertaut.

    Posted by Bahtiar Baihaqi | April 1, 2009, 12:24 am
  17. Lam kenal, mas Bay
    Klo begitu jalinlah silaturrahim yang baru dengan saya. kunjungilah aku.
    http://www.duniafikar.co.cc

    Oia, Ada kesempatan menarik nih, untuk dapetin Blackberry Bold dan Javelin gratis, cuma dengan mengikuti survey di bawah ini :

    Klik link di bawah ini untuk mengikuti survey RedMango Indonesia:

    http://survey.redmangoindonesia.com/?act=NzA1NTRzcnZ5cmVkbWFuZ29pZA==

    Regards,
    Fikar

    Posted by Fikar | Juli 7, 2009, 3:24 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: