you're reading...
Sok Berbagi

Malulah pada Robot

Seberapa canggih pun sebuah robot, kita akan selalu menyebutnya sebagai benda mati. Paling tidak jika dibandingkan dengan manusia. Tapi, apakah kita bisa menjamin bahwa sebagai manusia kita akan bisa lebih beradab dan bermanfaat dibandingkan robot?

Cobalah kita berpikir agak serius tentang diri kita sendiri, minimal sekali saja dalam hidup. Apakah kita telah bersikap manusiawi terhadap sesama manusia? Apa kita sudah cukup peduli, minimal mau menjalin komunikasi dengan sesamanya secara tulus? Tidak sekadar searah untuk maunya terus dituruti keinginannya, kebutuhannya, egonya, dll?

Kalau kita merasa telah melakukan hal itu, syukurlah. Kalau belum, ada baiknya kita renungi kabar soal robot satu ini.

Cosmo namanya. Robot ini buah kreasi Corrinna Lathan asal Amerika Serikat (AS) lulusan Massachusetts Institute of Technology (MIT). Cosmo terbilang robot pintar yang lebih manusiawi lantaran ia bisa berperan sebagai boneka, teman, dan bahkan seorang guru bagi anak-anak.

ImageMendasarkan diri bahwa robot bisa bergerak lantaran efek sebab akibat, Lathan pun menyimpulkan, jika dikembangkan lebih lanjut, robot mampu memahami hubungan sosial dengan manusia. Lalu, diciptakanlah Cosmo itu. Hasilnya?

Cosmo mampu membantu menyelesaikan permasalahan sikap dan perilaku manusia. Robot ini bisa fokus terhadap kekurangan yang ada pada manusia. “Cosmo juga dengan cepat mampu mempelajari kekurangan itu,” ujar Lathan.

Selama ini, sebagian besar ilmuwan lebih banyak berpikir bahwa robot berinteraksi hanya satu arah. Padahal, robot dapat diajak berkomunikasi dua arah layaknya relasi manusia. Robot dapat memahami relasi orang dewasa yang membutuhkan lawan jenis ataupun sebagaimana orang tua yang memerhatikan anak-anaknya.

Lathan telah membuktikan hal itu. Pada penelitiannya yang diumumkan baru-baru ini, ia menguji coba seorang anak yang mengalami gangguan pertumbuhan mental dengan diterapi oleh Cosmo. Hasilnya, selama hampir Lima tahun, anak tersebut, Kevin, berangsur-angsur pulih seperti laiknya anak-anak normal.

Perkembangan signifikan Kevin terlihat sejak 12 bulan terakhir atau pada usia enam tahun. Kini, Kevin diizinkan untuk mengikuti sekolah normal. Tidak lagi belajar di sekolah bagi anak-anak yang memiliki kelainan. “Kevin mengalami perkembangan tingkah laku, dapat mematuhi peraturan, dan mampu berbagi. Hebatnya lagi, berkat Cosmo, Kevin juga mampu membaca dan memiliki kemampuan menghitung. Selebihnya, dia mampu menulis namanya sendiri,” kata Lathan.

Menurut ibu Kevin, Patty Fitzgerald, dia dan keluarga sungguh senang dengan perkembangan positif putra mereka. Dia mengungkapkan, pihak keluarga ingin melihat Kevin tumbuh normal menjadi pria dewasa, memiliki pekerjaan, serta keluarga. “Itu cita-cita kami, tidak muluk-muluk,” paparnya.

Selama lima tahun terakhir, Kevin setiap hari tinggal dan bermain dengan Cosmo. Cosmo menjadi orang tua, guru, dan teman yang baik bagi Kevin. Robot canggih itu mampu mendeteksi berbagai kelemahan dan keterlambatan mental Kevin. Cosmo mampu memberikan solusi dengan pertemanan dan sentuhannya. Dapat dikatakan, robot setinggi 50 cm itu mampu mengambil alih pekerjaan orang tua, guru, dan teman bagi Kevin.

Padahal, Patty mengaku frustrasi ketika putranya dideteksi mengalami gangguan otak ketika baru berusia 18 bulan. “Otaknya seperti mengalami stroke. Otaknya mampu bekerja, tetapi anggota tubuhnya tidak mau diperintah olehnya,” katanya. Kini, semua bisa teratasi.

Memang aneh, Kevin justru sembuh bukan dari uluran tangan orang tua, keluarga, ataupun manusia. Dia justru terselamatkan dari tangan robot yang memberikan harapan. Cosmo memang diprogram untuk mampu memberikan respons terhadap gerakan tubuh. Selebihnya, Cosmo mampu mengajar sikap dan tingkah laku dasar.

Cosmo juga mampu berbicara dengan frase dan kalimat yang sempurna sehingga bisa ditirukan oleh anak kecil atau anak yang menderita kekurangan. Cosmo mampu menyanyi dan bertepuk tangan. Ujung-ujungnya, Cosmo mampu menyelesaikan tugas-tugas spesifik.Kini, Cosmo pun menjadi pusat perhatian orang tua yang memiliki anak cacat mental. Robot itu dikembangkan dan digunakan dalam terapi anak di sebuah klinik bernama Mayo di Minnesota, Amerika Serikat. Sayang, belum ada informasi ke publik berapa biaya harus dikeluarkan. Namun, ke depan, Cosmo kemungkinan bakal dibuat massal.

Krista Coleman-Wood, pakar terapi fisik di Laboratorium Biomekanik Mayo, mengungkapkan, Cosmo merupakan revolusi robot yang mahadasyat. Jika sebelumnya robot dianggap sebagai benda mati, menurut Coleman-Wood, kini robot dianggap benda hidup.

Hasil penelitian yang revolusioner itu berkat tangan dingin Corinna Lathan yang mendesain Cosmo pada 1999. Dia dikenal sebagai ahli dalam pengembangan produk, pakar robot, dan pengusaha bidang pendidikan. Dia berpengalaman luas, mulai dari penelitian, mengajar hingga menjadi konsultan di bidang biomedik dan teknik mesin.

Demikianlah “kisah” tentang robot Cosmo yang aku kutip dari Seputar-Indonesia Online/edisi cetak 22 Maret 2009––dengan sedikit pengubahan dan pemotongan.

Rasanya aku malu lantaran suka tak sabar menghadapi anak-istri, tetangga, dan orang-orang lain di sekitar, seolah-olah akulah yang paling benar dan berhak untuk diikuti tanpa mampu memahami kekurangan dan kemauan orang lain. Malu aku pada Cosmo yang mampu jadi perantara-penyembuh anak yang kerap dianggap cacat mental itu.

About Bahtiar Baihaqi

Sekadar ingin berbagi, dari orang awam, untuk sesamanya, orang awam pula dan mereka yang prokeawaman.

Diskusi

4 thoughts on “Malulah pada Robot

  1. jalan- jalan dulu ahh. salam kenal ommm.

    @Wah, situs webmu keren oei. Dah langsung register tuh.

    Posted by antonclaten | Maret 23, 2009, 12:17 pm
  2. iya tinggal copy htmlnya aja bro. aku juga ada blog antonclaten.blogspot.com
    and santai aja broo, akrab bisa ko. bagi aku web sama blog gak ngaruh yg penting orang ya.

    @Oke bos, ntar aku coba dan cek blognya, trus kutaut.

    Posted by antonclaten | Maret 23, 2009, 7:13 pm
  3. liburan kemana aja pak, cerita2 dong🙂

    @Wah, saya mah gak kenal libur tanggal merah. Mesti jaga warung trus.
    Makanya, cerita buat up-date blog tak kunjung ada nih. Klo ceritamu gimana? Tuliskan aja di sini, panjang-panjang pun muat kok.

    Posted by moel | Maret 27, 2009, 7:47 am
  4. iNrgCb czmhucmozhyf, [url=http://dvmdsdwwqcfa.com/]dvmdsdwwqcfa[/url], [link=http://zufdimwtabsc.com/]zufdimwtabsc[/link], http://ntbvkkvbtzyr.com/

    @Walah, agak ribet nih “iklannya” bos.

    Posted by ryhusslid | April 3, 2009, 9:07 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: