you're reading...
Curhat Awami

YANG BARU DARI AWAM

Seorang karib blogku, MT, bertanya, “Mana lagi (postingan) yang baru, Mas?”

Hemm, aku memang bukan blogger produktif dalam menulis, tidak sebagaimana misalnya MT sendiri, Aa Achoey, atau yang lain-lain. Ini agaknya juga termasuk salah satu “keawamanku” alias kelemahan diriku.

Sudah begitu, tulisan-tulisanku pun bukan termasuk jenis yang awet untuk terus nikmat dibaca dan dapat selalu menimbulkan makna atau inspirasi baru (karena memang nggak inspiratif, kok). Yang bisa begitu antara lain tulisan-tulisan jenis sastra atau artikel hikmah.

Salah satu blog/blogger yang tak terbilang produktif dalam hal postingan, tetapi isi blognya inspiratif dan kaya hikmah adalah suluk.blogsome.com alias Mas Herry Mardian. Jauh sebelum ngeblog, aku suka baca-baca postingannya dan kukopi, kusimpan dalam komputerku. Beberapa di antaranya kujadikan bahan diskusi dengan istri. Blog Mas Herry menurutku mampu menjadi oase sufistik yang dapat membasahi kegersangan diri dan lingkungan yang kerontang. Tak terkecuali buat Indonesia kita hari-hari ini yang terus saja bermain dalam pragmatisme politik.

Aku jadi ingin bertanya kepada Mas Herry, mungkinkah seorang sufi jadi politikus? Selain Muhammad SAW dan banyak nabi lain, aku belum sempat dan belum mampu merunut nama-nama lainnya yang masuk dalam kategori demikian. Tolong Mas, bikin postingan soal ini ya. Atau teman-teman yang lain bersedia berbagi mengenai hal ini. Rasanya dunia jadi damai kalau banyak tokoh demikian.

Ah, sebelum terjebak menggunjing orang (terutama para elite politik kita), izinkan aku menikmati “kesendirianku” dengan mengingat-ingat sebagian dari postingan Mas Herry yang sempat kubuat dalam “bentuk puisi” (jadi sesungguhnya bukan puisi) seperti ini.

JIWA MUTMAINA
:untuk diri sendiri

Aku tak paham tentang diri ini
Konon, di dalam diri ini ada
jiwa, pikiran, perasaan, dan ragaku

Jiwa adalah raja-diraja
Pikiran mestinya jadi perdana menteri
Meski raja masih kanak-kanak
pikiranlah yang pegang kendali

Jangan mau pikiran diperbudak perasaan
Syahwat dan perut lantas menuntut
Raga pun jadi pesuruh yang penurut
Dibawanya diriku ke mana nafsu mau
Tanpa ragu bak kerbau hidung dipasung

Yang utama jika raja jiwa telah dewasa
Dialah sang nakhoda kita
Damailah putaran roda dunia
Intrik konflik sekadar penggoda
Segera reda berkat arahan masternya
Maharaja jiwa mutmaina namanya

(Jakarta, dini hari, 14 Agustus 2006)

About Bahtiar Baihaqi

Sekadar ingin berbagi, dari orang awam, untuk sesamanya, orang awam pula dan mereka yang prokeawaman.

Diskusi

17 thoughts on “YANG BARU DARI AWAM

  1. kedamaian itu kadang melenakan mas…
    kalau tak ada hingar bingar kurang seru🙂

    @Ya ya, setuju aja ma Mas KW, pakar out of the box: “seru yang terkendali” (he he he, orba banget ya).

    Posted by kw | April 28, 2009, 2:23 pm
  2. bisakah kita menjadi nahkoda yang bijak?

    @Mestinya bisa, insya Allah.

    Posted by sunarnosahlan | April 28, 2009, 2:28 pm
  3. terima kasih. mengenalkanku dg mas Herry Mardian. ini penting sekali bagiku!

    tengkyu katsiran!

    @Ya, sama2. Moga betah dan karib.

    Posted by MT | April 28, 2009, 6:41 pm
  4. keawaman yang selalu melahirkan kebajikan. Selalu khas pak Bah, rendah hati….

    @Ah, Mas Zenteguh ni….

    Posted by zenteguh | April 28, 2009, 8:08 pm
  5. mungkinkah seorang sufi jadi politikus?

    Jangan mau pikiran diperbudak kekuasaan
    Syahwat dan perut lantas menuntut
    Raga pun jadi pesuruh yang penurut
    Dibawanya diriku ke mana nafsu mau
    Tanpa ragu bak kerbau hidung dipasung

    maaf, Mas Awam, digubah dikit puisinya.

    Pertanyaan yg sering dilontarkan para penganut salafus shaleh, Apakah Muhammad SAW pernah mengajarkan tasawuf? adakah dalil tentang tasawuf yg dapat dijadikan hujjah?

    sampe sekarang saya mumet jawabnya..

    @Ilmuwan seperti dirimu dilarang mumet. Aku setia mendukungmu Mas Teguh dan menanti dengan sabar jawaban2nya.

    Posted by Teguh Saja | April 28, 2009, 11:31 pm
  6. huaaaa…. linknya itu… bikin betah baca blognya mas herry… makasih infonya

    @Wah, akhirnya ada jejak seorang Ichanx, seleb blog, di sini. Silakan Mas or Aa (?) Ichanx yang imut menikmati blognya Mas Herry. Klo di blogku, mau apa aja terserah, termasuk “BAB/BAK”. Jangan khawatir, air di sini banyak, gak perlu pakai tisu tuk bebersihnya. Huahahaaa….

    Posted by ichanx | April 28, 2009, 11:53 pm
  7. wedew, mas ichanx dah duluan kasih koment nih, ini sebuah kehormatan lho pak….

    pak bahtiar, gg perlu harus jadi blogger produktifpun gpp pak, yang penting blognya bpk punya “isi” yg bagus, yg bisa ngebuat orang awam semakin menjadi mengerti akan ke-awamannya…it’s ok pak…
    gw tetep suka blognya bpk kok…:-)

    @Makasih teman. Moga aku bisa memenuhi harapanmu. Amin.

    Posted by gwgw | April 29, 2009, 8:08 am
  8. Wah, mas baht, sebuah kehormatan bagi saya🙂 terima kasih banyak ya. Salam diskusi untuk istrinya juga🙂

    Harus diakui, saya memang tidak produktif ngisi blog, hehehe.. Tema tulisan yang saya pilih untuk dimuat di blog suluk memang membutuhkan sekian kadar perenungan sebelum menulis. Jadi, disela-sela waktu luang, baru bisa sebegitulah. Apa boleh buat, saya harus kompromi antara kuantitas dan kualitas. Saya memilih kualitas (standar pribadi, tentunya, tidak obyektif).

    Saya percaya sunatullah: yang (benar-benar) berasal dari hati, akan masuk ke hati. Jadi kalaupun tidak memungkinkan untuk menulis secara teratur, paling tidak saya usahakan menulis dari hati.

    Sufi jadi politikus? Kenapa tidak. Tapi mungkin definisi politiknya bukan ‘mencari kekuasaan’, ya. Tapi menjadi khalifah yang berarti penguasa pemakmur bumi. Rasulullah SAW, Abu Bakar, Umar, Usman, Ali, Nabi Daud, Nabi Sulaiman, Umar bin Abdul Aziz, Salahuddin Al-Ayyubi, Iskandar Zulqarnayn, Khomeini, Ahmadinedjad… siapa lagi ya?

    Ada tulisan Syaikh Bawa Muhaiyaddeen yang bagus mengenai ini. Meski judulnya “Sufi, Bisnis dan Pekerjaan”, tapi saya kira masih kontekstual jika dikaitkan dengan posisi politik. Ada di sini:

    Suluk Blog: Sufi, Bisnis dan Pekerjaan

    Btw, “bentuk puisi”-nya bagus mas🙂 hehehe… You grab it. Belajar di mana?

    Salam kenal untuk semua…

    @Wah, terima kasih banyak Mas Herry atas penjelasannya. Link-nya juga dah aku simak sejenak. Sementara ini baru bisa manggut-manggut. Soal “sebentuk puisi” itu, sori, main serobot gitu. Untung aku masih menyebut-nyebut sumbernya, he he he😀 . Inysa Allah kalau sempat, nanti aku cek lagi postingan yang dimaksud dari Mas Herry. Yang pasti aku belajar dari dirimu.

    Posted by Herry Mardian | April 29, 2009, 1:40 pm
  9. semoga besok tetap semangat ya pak, dan idenya bisa dibagi2 ke pengunjung blog indah ini

    @Soal semangat, aku mesti merujuk padamu.

    Posted by antown | April 29, 2009, 5:02 pm
  10. Langsung meluncur ke blog Mas Herry
    Blogger semacam apa yang sudah mampu memikat hati inspirasiku ini🙂

    @Meluncur dengan hati, menemui hati, insya Allah nyambung.

    Posted by achoey | April 29, 2009, 10:17 pm
  11. salam kenal buat Mas Herry Mardian, blognya bikin adem ayem nek diresapi.

    Ada satu kata yang inspiratif di atas ‘sunatullah’…bagi kaum awam tentang manunggaling kawulo gusti seperti saya, ini sungguh menarik…

    @Moga Mas Teguh jadi “tamu” setiaku dan dengan energi peresapan “sunatullah” dari Mas Herry, silaturahmi jadi makin erat di hati.

    Posted by Teguh Saja | April 29, 2009, 11:09 pm
  12. Mas Baht: Soal “sebentuk puisi” itu, sori, main serobot gitu. Untung aku masih menyebut-nyebut sumbernya, he he he

    Bukan, mas🙂 maksud saya, ‘you grab it’ maksudnya terlihat dari puisi buatan mas baht itu bahwa mas baht sudah meng-grab poinnya: jiwa yang dewasalah yang harus memimpin jasad, pikiran harus jadi perdana menteri ketika jiwa masih kanak-kanak, untuk menjadi abdi Allah ta’ala dalam fungsi memakmurkan bumi, baik bumi semesta maupun bumi diri.

    @Teguh: Salam kenal juga, mas teguh🙂

    @Ya begitulah Mas Herry. Makanya klo ngobrol sama diriku mesti pakai bahasa awam, jangan pakai boso londo gitu. 😀

    Posted by Herry Mardian | April 30, 2009, 11:19 am
  13. siapa bilang tulisan mas nggak inspiratif.
    Dari niat ngeblognya aja sudah inspiratif dan heroik😀
    membuat yang awam jadi pd dengan keawaman
    yang awam jadi ngerti sesuatu
    Ini salah satu blog heroik memperjuangkan yang minoritas, tertindas dan yang dizalimi
    tulisan anda selalu kunanti

    @Makasih Apria. Maaf kalau aku jarang bersilaturahmi ke tempatmu. Mohon jangan diukur dengan “statistik WP” ya.

    Posted by om-blog | April 30, 2009, 6:24 pm
  14. belajar dan diskusi dgn Mas Awam banyak gunanya buat bekal hidup saya yg masih ijo royo-royo ini

    @Lah, saya yang “tua gak kaya-kaya” malah mesti banyak berterima kasih ma yang ijo-ijo itu lho Mas Teguh.

    Posted by Teguh Saja | April 30, 2009, 8:54 pm
  15. aslmkm bapak, apa kabar ? kopdaran gimana ceritanya ?😆

    @Waalaikumsalam, Bun. Soal kopdaran, mungkin nanti pas tgl 10 Mei ber-linux dan ber-ngeblog-ria. Juga pas acara pancingan jilid 2.

    Posted by Menik | Mei 1, 2009, 3:45 pm
  16. sm pcsn

    Posted by jadul | Oktober 13, 2010, 7:14 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: