you're reading...
Puisi Awam

Balada Ketupat Sayur

sekadar ilustrasi

sekadar ilustrasi

Teh tawar dan ketupat sayur beradu pandang
senyam-senyum melirikku begitu dihidangkan
Mereka sebenarnya iba padaku semenjak kupesan
tapi tak mampu mengusir geli melihatku belingsatan
sejak tadi: tampang boleh trendi tapi nyali
tak kuasa dikendali, grogi

Itu sejenis kegelisahan akut khas orang miskin
dan pada akhirnya mereka merasa berdosa
karena gagal bersolider padaku:
menu begitu sederhana kok mahal juga
(huahaha)

–St. Gambir, 7 Mei 2009–

About Bahtiar Baihaqi

Sekadar ingin berbagi, dari orang awam, untuk sesamanya, orang awam pula dan mereka yang prokeawaman.

Diskusi

7 thoughts on “Balada Ketupat Sayur

  1. dan ketika balada ini disenandungkan
    telingaku lapar
    perutku keroncongan

    salam kenal

    @Salam juga Mada. Geguritanmu itu lho (di blogmu), bagus-bagus.

    Posted by madagumilang | Mei 11, 2009, 7:53 am
  2. wah, cukup sekali aku menikmati mahalnya makanan dan minuman di kedai stasiun gambir. apalagi, rasanya tak sebanding dengan harganya. tapi, begitulah cara mereka mencari uang. tinggal kita yang kadang “bokek” menjadi seolah-olah dikorbankan. tapi tak apalah, yang penting perut tak lagi lapar. besok2 cari yang murah tapi tak murahan.🙂

    @Ya, moga gak sering2 bokek, jadi gak grogi melulu.

    Posted by MT | Mei 11, 2009, 11:33 am
  3. wah kemarin baru makan ketupat sayur juga saya sewaktu di kebun … hehehe .. eunak tenan … murah kok, malah gak ngeluarin biaya … dianterin oleh yg punya kebun sebelah …🙂

    @Jadi pengin aku. Mas Ardi di Palembang ya?

    Posted by nomercy | Mei 11, 2009, 5:29 pm
  4. jadi pengen…coba tadi tanya harga dulu😀

    @Kadang juga gitu, nanya dulu. Tapi kan gak selalu nyaman demikian, liat-liat sikon-lah, he he he. Tapi gpp sih kemarin itu, gak mahal2 banget, cuma aku tebersit aja tuk menuliskan impresi seperti itu.

    Posted by rizalihadi | Mei 11, 2009, 8:17 pm
  5. Semoga apa yang kita makan menjadi energi untuk tetap bersyukur pada-Nya.

    @Amin ya robbal ‘alamin.

    Posted by racheedus | Mei 12, 2009, 12:29 am
  6. wah harusnya ke selatan dikit pak, di warung mpok noer di bawah rel (bisa utang pak he..he…)

    @Nanti dicoba deh ke mpok noer, mas teguh. Bisa ngutang ya. 😀

    Posted by zenteguh | Mei 12, 2009, 1:04 am
  7. ketupat sayurnya solider sama orang miskin ya?

    @Ya, ya mestinya gitu. Tentu maksudnya penjual ketupat sayurnya sih. Juga semua penjual bahan-bahan menu ketupat sayur. Pokoknya mereka semua mesti jualan dengan harga yang sedang-sedang saja, yang tetap bisa dapat untung tapi juga gak memberatkan orang miskin.

    Posted by rco | Mei 12, 2009, 10:53 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: