you're reading...
Sok Berbagi

Soal Pemimpin (Oleh-oleh Jumatan)

sekadar ilustrasi

sekadar ilustrasi

Dari Jumatan tadi siang (15 Mei 2009) di Masjid Bimantara, sang khotib bicara soal pemimpin. Beberapa istilah yang merujuk pada pemimpin disebut. Di antaranya “imam”, “khalifah”, “roin”. Semua arti dari istilah-istilah itu berintikan pada makna yang baik yang mesti diwujudkan oleh seorang pemimpin.

Misalnya, salah satu istilah bagi pemimpin itu berarti penggembala. Seorang penggembala tentu saja harus bertanggung jawab penuh terhadap segenap gembalaannya tanpa kecuali. Karena itu, rakyat menjadi tanggung jawab penuh pemimpin untuk menyejahterakannya. Jangan justru berfokus untuk menyejahterakan diri sendiri dan keluarganya. Demikian pula seluruh aset negara menjadi tanggung jawab sang pemimpin untuk menjaga, memelihara, dan mendayagunakannya untuk kepentingan bangsa.

Ada satu contoh yang dikutip sang khotib. Di suatu siang panas terik di sahara Timur Tengah sana yang membuat semua orang memilih tinggal di rumah, tampak oleh pandangan mata Usman bin Affan seseorang sedang menarik-narik kambing sendirian. Begitu orang itu makin dekat, diketahuilah ternyata dia Khalifah Umar bin Khattab. Usman pun bertanya kepadanya, kenapa Umar melakukan itu. Umar bilang bahwa semua itu ia lakukan karena sudah menjadi tanggung jawabnya. Sebab, kambing yang dibeli dengan uang negara itu tersesat sehingga jika dibiarkan bisa saja akan hilang tak diketahui rimbanya. Menurut khotib, itu contoh perkara teknis yang boleh saja atau bahkan dalam kondisi tertentu mesti dikerjakan oleh pemimpin. Seorang pemimpin bukan berarti haram mengerjakan hal-hal teknis.

“Masalahnya, berapa banyak aset negeri kita yang hilang tak jelas rimbanya? Bukan hal tabu bagi pemimpin untuk terjun melakukan hal teknis demi menyelamatkan aset berharga negeri ini,” kira-kira begitu ujar sang khotib.

Seorang pemimpin juga harus bekerja keras tanpa kenal lelah. Seorang Umar bin Abdul Aziz pun tak bisa mengelak dari keharusan ini. Pada saat-saat awal setelah penahbisannya sebagai khalifah, Umar begitu capai dan ingin beristirahat di rumahnya. Tapi, begitu hendak merebahkan badan di pembaringan, salah seorang anaknya mengingatkannya bahwa bukankah sang ayah baru saja dinobatkan sebagai pemimpin sehingga tak layak untuk bersantai-santai. Ketika Umar berkata bahwa ia akan segera bekerja kembali selepas zuhur, sang anak bilang apakah ayahnya yakin masih akan punya umur hingga zuhur nanti? Umar pun tak marah kepada anaknya, bahkan berterima kasih telah diingatkan akan tanggung jawabnya dan keharusannya untuk bekerja keras demi umat.

Dalam konteks negeri kita, biasanya itu berkaitan dengan “agenda 100 hari” kepemimpinan. Lalu, ketika ada pihak yang mengkritik atau memberitahukan sekian rapor merah, sang pemimpin bilang, “Ya, maklumlah, ini kan baru 100 hari.” Lalu, setelah lima tahun terlewati dan segenap ketimpangan masih saja muncul di sana-sini, ia masih saja bilang soal keterbatasan waktu dan ketikakcukupannya untuk menyelesaikan semua persoalan bangsa. Maka, ia pun mencalonkan diri lagi untuk menjadi pemimpin periode berikutnya dan menyatakan agar dipilih kembali supaya bisa melanjutkan sekian PR-nya yang tertunda.

Kira-kira, kalau lima tahun lagi dia memimpin negara, tapi masih banyak urusan belum beres juga, apa undang-undang mesti diubah kembali agar dia bisa mencalonkan diri sebagai pemimpin (presiden) lagi? Jangan sampai deh, zaman jahiliah kembali berlaku di negeri ini.

About Bahtiar Baihaqi

Sekadar ingin berbagi, dari orang awam, untuk sesamanya, orang awam pula dan mereka yang prokeawaman.

Diskusi

7 thoughts on “Soal Pemimpin (Oleh-oleh Jumatan)

  1. belum ada seekor eh seorang pemimpin di negeri ini, yang bisa disandingkan dengan contoh-contoh dari sang khotib di atas. sedih memang, tapi bagaimanapun rakyat harus tetap nrimo!🙂

    @Ya, nrimo yang gak pasif, ikhlas gitulah sehingga tetap punya energi kreatif untuk survive.

    Posted by MT | Mei 15, 2009, 3:43 pm
  2. Qod aflaha man tazakka, beruntunglah orang – orang yang menyucikan dirinya.
    Sungguh beruntung bangsa Indonesia bila memiliki pemimpin yang selalu berusaha untuk menyucikan dirinya.
    Bapak… Thank you for the comment on my blog.
    I’ll folloy for your show on Awamologi.
    see ya!!!

    @Makasih juga Rina. Terus saling berbagi ya.

    Posted by Rina | Mei 15, 2009, 6:36 pm
  3. sebenernya negara ini juga belum beres2 pak. Jadi apa harus golput ya pilpres depan he..he…

    @Iya2, emang jadi gak seru tuh pilpres mendatang. Tapi, gimana nanti mood-nya aja deh.

    Posted by zenteguh | Mei 16, 2009, 1:18 am
  4. bukan hanya pemilih yang perlu istikharoh, para capres dan cawapres juga, masih pantes nggak gitu…

    @Iya, mestinya gitu ya Masjaliteng.

    Posted by masjaliteng | Mei 16, 2009, 2:34 pm
  5. jumat siang sudah di bimantara ya?
    tentang khotbah, saya senang kalo denger khotbah di daerah asal. lebih mengena soalnya dibumbui bahasa jawa

    @Cuma kebetulan belum pulang dari warung. Soal khotbah, ya tergantung khotibnya juga sih, baik di kota ataupun di kampung. Sori nih, blum sempat berkunjung balik.

    Posted by antown | Mei 16, 2009, 6:14 pm
  6. agenda 100 hari itu kan buku harian saja … sekedar catatan biasa … hehehe😀

    @Sekadar catatan yang gak diwujudkan ya?

    Posted by nomercy | Mei 17, 2009, 8:14 am
  7. seharusnya seorang pemimpin itu pelayan… yakni orang yang melayani yang dipimpin….celakanya sebagian dari pemimpin berperilaku sebaliknya….yakni alih-alih melayani namun minta dilayani…seharusnya seorang pemimpin mampu membangun keteladanan Khalifah Umar bin Khatab…terlebih teladan kepemimpinan Rasulullah yang super leader dan super manajer….selaku pemimpin keluarga,bisnis,sosial politik,perang,dakwah,pendidikan dst…..

    @Betul Pak, seharusnya memang begitu. Mereka mestinya juga sering baca2 blog Pak Sjafri yang banyak memberikan pelajaran terkait soal ini. Makasih Pak dah berkenan mampir.

    Posted by sjafri mangkuprawira | Mei 31, 2009, 6:48 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: