you're reading...
Sok Berbagi

Ekonomi Kerakyatan Jadi Rebutan?

Sebagai orang awam, aku agak sedikit senang mendapati kenyataan bahwa kini para pasangan capres-cawapres beserta tim suksesnya saling menyatakan diri membela rakyat kecil dengan mengusung program ekonomi kerakyatan. Ketika Boediono disudutkan sebagai antek asing proekonomi neoliberal yang nggak ramah terhadap rakyat kecil, para koleganya pun memberikan testimoni bahwa Pak Boed merupakan sosok sederhana yang rendah hati dan prorakyat (ekonomi kerakyatan). Lihat misalnya penuturan ekonom Faisal Basri di harian Kompas. Juga Ayu Utami melalui kolomnya di harian Seputar Indonesia (atau bisa lihat kutipannya di sini).

Pak Boed sendiri menepis anggapan atas dirinya itu melalui pidatonya saat deklarasi pencalonan dirinya bersama SBY sebagai capres-cawapres di Bandung. Menurutnya, harus ada intervensi negara dalam hal mengelola ekonomi (sesuatu yang mungkin dipinggirkan neolib). Lagipula, persoalan ekonomi Indonesia harus dilepaskan dari label-label. Hal yang lebih penting, kata dia, pembangunan ekonomi Indonesia harus berorientasi pada peningkatkan kesejahteraan rakyat.

Tentu saja lalu tiap pihak pasangan capres-cawapres berlomba-lomba mencitrakan diri sebagai pihak yang lebih prorakyat. Pada 24 Mei nanti tim pasangan Megawati-Prabowo akan mendeklarasikan pencalonannya sebagai capres-cawapres di Bantar Gebang, daerah yang terkenal sebagai “sarang” pemulung yang berpusat pada tempat pembuangan akhir sampah di sana. Pilihan itu tentu untuk semakin memantapkan gambaran bahwa mereka sangat peduli pada nasib wong cilik.

Tim sukses Jusuf Kalla (JK)-Wiranto pun tak mau kalah. Mereka mengusung strategi pemenangan berupa tawaran program ekonomi kerakyatan yang berfokus pada pada usaha kecil dan menengah. Menurut ketua tim pemenangan mereka, Fahmi Idris, timnya akan menyusun program untuk menguatkan sektor usaha kecil itu. Begitu juga sektor industri menengah.

Duet JK-Wiranto bahkan berjanji akan lebih cepat dalam melaksanakan program-program untuk rakyat seperti menuntaskan pengangguran dan kemiskinan. Menurut Kalla, selama ini Indonesia selalu tertinggal dibandingkan bangsa lain karena lambat mengambil keputusan.

“Negara mutiara di khatulistiwa ini tidak dipoles dengan baik karena selalu terlambat dibandingkan bangsa lain, terutama dalam program dan keputusan,” ujarnya.

Menurut Kalla, tidak perlu terlalu banyak rapat untuk mengatasi krisis keuangan saat ini. Hal yang perlu dilakukan adalah terjun langsung ke lapangan dan melakukan manajemen yang baik. “Tidak perlu terlalu banyak rapat untuk mengatasi krisis,” selorohnya.

Hemmm, rasanya gak sabar nih rakyat menanti kesejahteraan.

About Bahtiar Baihaqi

Sekadar ingin berbagi, dari orang awam, untuk sesamanya, orang awam pula dan mereka yang prokeawaman.

Diskusi

27 thoughts on “Ekonomi Kerakyatan Jadi Rebutan?

  1. apakah semua dapat mewujudkanya?

    @Mestinya bisa kalau mau dan sungguh2.

    Posted by suwung | Mei 19, 2009, 7:35 am
  2. ulasanya hebad salute

    @Halah, saya cuma kutap-kutip, terus menyebutkan harapan sebagai orang awam.

    Posted by BRI net | Mei 19, 2009, 7:36 am
  3. setuju dengan Wiranto (JK-Win), kita selalu terlambat, terutama untuk menyadari bahwa mereka hanya menjual rakyat saja.🙂

    @He he he, kirain muji (setuju) beneran.

    Posted by MT | Mei 19, 2009, 12:54 pm
  4. sangat disayangkan pak SBY memilih pak Boediono sebagai cawapresnya … saya masih teringat kasus BLBI …

    /* ini hanya sekedar opini/pendapat pribadi saya saja tanpa ada kepentingan untuk pihak manapun */

    @Iya, BLBI memang menjadi salah satu batu sandungan mereka.

    Posted by nomercy | Mei 19, 2009, 2:06 pm
  5. Hmm, pernyataan “tidak perlu terlalu banyak rapat” kayaknya menyindir kebiasaan presiden SBY tuh🙂 Trus, gimana pasangan Mega Pro menurut mas? Kan keduanya juga mengusung konsep ekonomi kerakyatan.

    @Mestinya, dengan tambahan Prabowo, pasangan Mega-Pro lebih powerful dalam menggarap ekonomi kerakyatan. Kalau kata-kata Prabowo bisa dipegang, tentu rakyat akan diuntungkan. Semoga mereka bener. Batu sandungan terbesar Prabowo ada pada soal pelanggaran HAM masa lalu (seperti halnya Wiranto). Bisakah itu “dibersihkan” (publik memberi maaf)?

    Posted by iskandaria | Mei 19, 2009, 2:30 pm
  6. cuman cuap2 ajah tuh biasanya calon-calon pemimpin kita, semuanya mengusung ekonomi kerakyatan, namun kenyataannya nanti kalo sudah jadi belum tentu. ya kita tunggu saja

    @Ya, kita tunggu (dan kita pilih salah satu, tentu). Semoga mereka bener.

    Posted by gratisss | Mei 19, 2009, 4:33 pm
  7. aduh lama gw gg nongol nih pak….*kangen*
    btw, sebagai rakyat kecil gw ngerasa belon ada pengaruhnya ama kehidupan gw pak…

    kalo masalah blt seh, ok
    sekolah gratis seh , ok
    pengobatan gratis seh masih ?
    pekerjaan…kok byk phk ?

    wawasan nusantara..kok anggaran buat TNI sedikit…? kasihan para tentara tuh…
    akibatnya wilayah kita diobok-2 orang lain…ilegal loging lah, ilegal fishing lah..
    gw nonton di metro tv kemarin….
    gw gg rela kalo negara indonesia yg gw cintai ini diobok-2 orang lain pak….

    @Iya, tuh. Yang penting terutama pendidikan dan kesehatan (pengobatan) gratis. Trus anggaran TNI memang mesti dinaikkan. Tuh, pesawat Hercules-nya baru saja kecelakaan lagi di Jatim. Makasih ya dah menyempatkan bersilaturahmi lagi.

    Posted by gwgw | Mei 20, 2009, 3:30 pm
  8. saya setuju dengan pendapat saudara @gwgw … kita butuh para pemimpin yg tegas, sangat berwibawa, bukan hanya sekedar pro demokrasi dan nasionalis atau ekonomi semata … salah satu masalah negera kita adalah mengembalikan martabat bangsa di mata dunia agar dapat sejajar kembali … kita butuh pemimpin yg berani dan memiliki kemampuan untuk menyatukan semua elemen bangsa menjadikan bangsa Indonesia ini kembali memiliki kebanggaan sebagai anak-anak bangsa …
    kalau memilih pemimpin yg jago berpolitik, maka setiap hari akan dipenuhi janji-janji kosong …
    kalau memilih pemimpin yg jago ekonomi, maka kita hanya dapat berandai-andai menjadi kaya …
    kalau kita memilih pemimpin yg nasionalis, maka kita setiap hari mendengar ada yg kelaparan …
    kalau kita memilih pemimpin yg otoriter, maka setiap hari kita terkukung dalam kesunyian …
    kita harus memiliki pemimpin yg hebat, yg mumpuni dengan kecerdasannya, keimanannya, kebersamaannya, kebersahajaannya, kerendahan hatinya, dan keberaniannya dapat mengabdi sepenuh hati dan membawa rakyat Indonesia menuju kejayaan … jangan katakan kalau pemimpin seperti ini tidak ada dari sekian ratus juta penduduk Indonesia …

    @Kalau tiga pasangan capres-cawapres sungguh2, insya Allah mereka bisa mewujudkan semua harapan baik itu.

    Posted by nomercy | Mei 20, 2009, 6:40 pm
  9. Kita duduk dan perhatikan ocehan mereka
    Lalu,apa kelak yang terjadi
    Bisa jadi ya gini-gini aja
    Tapi harapan masih ada🙂

    @Semoga harapan jadi kenyataan. Amin.

    Posted by achoey | Mei 20, 2009, 10:45 pm
  10. Orang yang berbuat BAIK, walaupun rejeki belum tiba, tetapi bencana telah menjahuinya.

    Orang yang berbuat JAHAT, walaupun bencana belum tiba, tetapi rejeki telah menjahuinya.

    @Moga kita termasuk dalam golongan orang yang berbuat baik. Makasih Mas Syaiful.

    Posted by syaiful | Mei 21, 2009, 5:00 am
  11. SBY-Boediono: gak sip
    JK- Win : juga gak sip
    Mega-Bowo

    Posted by zenteguh | Mei 21, 2009, 5:03 pm
  12. SBY-Boediono: gak sip
    JK- Win : juga gak sip
    Mega-Bowo

    Posted by zenteguh | Mei 21, 2009, 5:03 pm
  13. Ah nggak juga deh, kayaknya golput aja pak. Saya contreng yg mau naikkan gaji dan mengguyurkan bonus..

    @Lho, gak jadi milih Mega-Bowo?
    Untuk soal berikutnya… bingung komennya (karena punya harapan yang sama)
    .

    Posted by zenteguh | Mei 21, 2009, 5:04 pm
  14. Politik sama dengan orang pacaran, kalau ada maunya,banyak rayuan, usan terwujud atau tidak kan rialita yang bicara nanti. Cuma tatanan ideal oke..oke saja…kan Mas…

    @Klo buatku sih yang penting terwujudnya itu.

    Posted by Pakwo :Kenapa SBY pilih Budiono | Mei 22, 2009, 10:55 am
  15. ini belum kampanye, tapi mereka sudah berebut simpati, padahal janji adalah hutang ya Mas?

    @Yang namanya utang walau seperak dua perak tetep ya utang. Apalagi utang jenis ini, hii ngeri.

    Posted by masjaliteng | Mei 23, 2009, 10:37 pm
  16. Para pemimpin boleh berjanji selangit. Tapi kelak track record bisa menjadi acuan untuk menilai apakah mereka sedang menggombal atau memang bersungguh-sungguh.

    @Media mesti banyak mengungkap track record mereka, biar banyak yang tahu.

    Posted by racheedus | Mei 23, 2009, 11:16 pm
  17. Salam kenal Pak. Tulisan yang cukup menarik, saya harap para capres dan cawapres ikut baca. Kayaknya masukan ke mereka hanya bagaimana meraih simpati ya pak? kebetulan yang paling populer adalam mensejahterakan rakyat. Trims Pak.

    @Salam juga Mas Yayat. Semoga para calon pemimpin itu sungguh-sungguh menepati kata-katanya.

    Posted by Yayat Sudrajat | Mei 24, 2009, 1:45 pm
  18. ahh roda politik sedang berputar kencang sekarang, makin mendekati pemilihan putarannya makin cepat, kalo saya sih ga sanggup ngikut putaranya… semoga yang terbaik untuk kita semua yang menang, amin

    @Gak usah diikuti atau dipelototi putarannya, nanti kita ikut pusing. Biar mereka saja yang sibuk. Kita mah, tinggal milih. Klo mereka gak bener, teriakin aja atau bikin karikaturnya buat “nonjok” mereka, dirimu kan jago.

    Posted by ontohod | Mei 24, 2009, 2:01 pm
  19. sudah tidak aneh klo musim janji2…
    yg jadi korban janji2 rakyat kecil…
    knp yah…???

    memang beginilah keadaan negeri kita tercinta…
    yang hanya diperhatikan 5 taon sekali :D…
    perhatiannya pun cuma sementara n janji2 doank…

    yg pasti kita harus memilih dari dalam hati nurani kita sendiri…
    semoga setelah pemilu ini keadaan negeri kita lebih kondusif lagi….amin.

    thx ya mas…

    ups smpe lupa…lam kenal ya mas… ;))

    @Iya, salam kenal juga. Makasih.

    Posted by iklan baris | Mei 24, 2009, 11:25 pm
  20. para capres dan cawapres jangan saling menjatuhkan yang satu dengan yang lain.
    kami ini hanya ingin program yang bagus tidak perlu sesumbar ini dan itu, apakah nantinya apabila terpilih dapat mewujudkannya?
    Tidak usah sesumbar ekonomi kerakyatan segala, dulu itu apakah membela wong cilik

    @Iya ya, bukti bukti bukti, bukan janji janji janji.

    Posted by onot | Mei 25, 2009, 6:44 pm
  21. sudah menjabat lupa akan slogannya membela rakyat kecil.
    hayo berlombalah secara jantan dan berwibawa, apakah sangsinya apabila telah terpilih tidak dapat melaksanakan janjinya?

    @Sanksinya dicatat sejarah sebagai pemimpin yang buruk dan kita kutuk ramai2.

    Posted by onot | Mei 25, 2009, 6:48 pm
  22. pak mo tanya dikit neh… mohon di jawab ya…

    apa bedanya ekonomi kerakyatan vs ekonomi neoliberal?
    pengaruh pada bisnis mikro dan makro?
    siapa saja yang di untungkan pada kedua prinsip ekonomi tsb??

    terima kasih.

    @Halah, Tebe ini, emangnya aku ini ahli ekonomi? Saya mah cuma mengutip istilah2 yang mereka gunakan saja secara eksplisit bahwa mereka akan menjadikan ekonomi untuk kepentingan (menyejahterakan) rakyat. Saya sih sebenarnya gak peduli pada label-label itu (sebagaimana Pak Boed juga membela diri agar gak meributkan label2 itu). Bisa saja itu dinamai ekonomi Pancasila atau apa, yang penting itu semua dapat adil dan menyejahterakan rakyat. Tapi, makasih, dah sudi berbagi.

    Posted by tebe | Mei 25, 2009, 9:20 pm
  23. Pro rakyat… Pro rakyat…

    Mungkin karena mereka sekarang masih menjadi rakyat (baca:belum menjadi penguasa) makanya mereka pro-rakyat. tapi, kalo sudah menjadi penguasa, pro-rakyat itu ya berubah menjadi pro penguasa dan pro pengusaha.

    Semoga kali ini kojeng salah!!!!

    @Berarti salah yang benar… he he he, bisa dipahami kok harapan Mas Kojeng.

    Posted by kolojengking | Mei 29, 2009, 12:22 am
  24. berarti mana ekonomi yang bagus untuk Indonesia??
    dan ekonomi apa yang di usung Indonesia sekarang??

    saya sebagai mahasiswa ekonomi masih bingung ..

    @Ayolah Mas Reza, gak usah bingung2, berbagilah buat kami orang awam yang pasti lebih awam dalam hal pengetahuan ekonomi.

    Posted by Reza Habibi | Juni 1, 2009, 2:06 pm
  25. ampun ki sanak, saya mau nyedot psotingan ini di bakudara.com

    @Silakan, bos.

    Posted by annas | Juni 6, 2009, 10:48 am
  26. rakyat kta sekarang udah ng terlalu mukirin tentang ekonomikerakyatan… atau apalah istilah lain yang mungkin saja muncul. rakyat sekarang lapar dan butuh segera makan…

    Posted by niko | Juni 14, 2009, 8:18 pm
  27. @Niko,
    iya tuh, aku juga gak sabar pengen lekas melihat realisasi janji2 mereka.

    Posted by Bahtiar Baihaqi | Juni 15, 2009, 7:09 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: