you're reading...
Sok Berbagi

Magnet Mbah Surip

Salah satu yang lagi beken hari-hari ini adalah sosok misterius Mbah Surip dengan lagu “Tak Gendong”-nya yang menjadi lagu tema iklan produk operator seluler. Tak tahu apakah produk yang diiklankan itu jadi tambah laku atau tidak, tetapi sang bintang iklannya langsung tenar.

Aku rasa tak ada formula pasti untuk mendapatkan ketenaran. Ia bisa mendadak sontak kita dapat dan bisa pula langsung lenyap. Mungkin kita masih ingat ingar-bingar Manohara. Bisa jadi juga perempuan belia itu masih akan lama menikmati kebekenan dengan berbekal kisah pilu dan reaksi latah sebagian dari kita yang antara lain menyinetronkan kisahnya, baik yang akan diperani oleh Mano sendiri maupun yang dibintangi artis-artis lain. Namun, biasanya, yang instan tidak lama bertahan. Beberapa nama produk kontes idola di TV misalnya cuma bisa menikmati “kedahsyatan ketenaran” nyaris hanya pada momen pengumuman pemenang. Segera setelah itu, mereka lenyap ditelan waktu.

Lalu, faktor apa yang sanggup membikin tenar Mbah Surip lewat lagu “Tak Gendong”-nya? Aku tak dapat mantap menjawab dan tak harus memaksakan diri memberikan jawaban. Namun, aku mendapati bahwa ternyata “mbah” kita satu ini bukan termasuk jenis yang instan. Ia atau bahkan semestinya “beliau”, ternyata, bukan termasuk jenis yang instan. Ia sudah lama berkarya dan berkiprah di dunianya, dunia yang menjadi pilihan hidupnya. Maka, tak aneh buatku saat dia dapat memikat semua orang yang secara langsung menyaksikannya ketika sebuah stasiun TV swasta, Jumat (19/6), menampilkannya. Para artis semisal Cathy Sharon, Indra Bekti, serta si kembar Marcel dan Mischa Chandrawinata pun dibuatnya kesengsem.

Mbah di TV

Mbah di TV

Bagi mereka yang biasa bersinggungan dengan komunitas seniman di Taman Ismail Marzuki (TIM) dan Gelanggang Remaja Bulungan Jakarta mungkin nggak aneh lagi dengan sosok satu ini. Ia memang antara lain sering muncul dan mangkal di kedua tempat itu. Aku sendiri baru satu kali secara langsung menyimak sosok dan penampilan Mbah Surip Jumat pekan kedua Mei 2009 pada acara Kenduri Cinta (KC) di TIM. Soal KC yang merupakan acara rutin bulanan tiap Jumat minggu kedua ini sebelumnya pernah aku tulis . Hanya saja ketika itu soal Mbah Surip tidak sempat aku singgung. Bukan karena saat itu iklannya belum nongol di TV yang kini membuatnya beken. Itu semata-mata karena fokus tulisan/postinganku ketika itu “tidak memungkinkan” untuk menampilkannya. Padahal ia menjadi salah satu bintang acara KC saat itu meski ia tampil bukan pada “prime time”, sebatas sebagai pengisi “check sound” dan penyeling kala para pembicara utama (Emha Ainun Nadjib dkk) serta audiens penat. Mungkin juga pada setiap KC ia jadi bintang (karena memang baru sekali itu pula aku lihat). Namun, harus diakui ia menjadi penyegar dan pengaya suasana.

Ketawa “hah hah hah hah”-nya yang khas, ungkapan “I love you full”-nya yang ternyata legendaris, dan syair-syair lagunya yang kocak membuatnya pantas mendapatkan apresiasi lebih. Aku ingat ketika dini hari itu ia maju kembali ke panggung menyelingi acara saat Emha dkk istirahat, ia menjadi semacam kopi hangat yang mampu menyegarkan stamina. Kebetulan, kopi juga menjadi salah satu “nyawa”-nya selain rokok. Konon, ia mampu bergelas-gelas menghabiskan kopi dan menandaskan tiga bungkusan rokok per hari. Sebuah penikmatan “seruput buss” khasnya yang terus mempertahankan kreativitasnya.

Ia tampak sangat menguasai panggung dan audiens serta jago berimprovisasi. Bisa jadi karena jam terbangnya yang sudah sangat tinggi atau bahkan telah menjadi seperti hidupnya sehari-hari. Ia menjadi sangat komunikatif dengan audiens. Sambil menyanyi, ia bisa langsung merespons celetukan penonton melalui penampilannya dan tiba-tiba bereaksi kala melihat ada salah seorang hadirin membawa segelas kopi. Ia berhasil memaksanya merelakan kopi itu diseruputnya, hah hah hah hah.

Dalam hal improvisasi berlirik dan bermusik, Mbah Surip bahkan mampu “mengalahkan” Dick Doang yang kala itu menjadi pemberi hiburan utama (menyanyi dan bermusik) bersama anak-anak asuhnya. Saat tampil bareng menyanyi dengan saling menimpali secara spontan, Dick agak sedikit tergagap seperti harus berpikir dulu, tetapi Mbah Surip tampak mulus-mulus saja dengan kekocakannya.

Ketika pada rehat selingan itu ada seorang ibu yang tampil membacakan puisinya dan meminta iringan dari Mbah Surip dkk, suasana jadi tetap menggairahkan meski agaknya pembacaan puisi itu sedikit bikin kening berkerut. Apalagi ketika si Mbah kejatuhan rezeki selembar uang 50 ribuan yang dilemparkan sang ibu pembaca puisi dalam ekspresi pembacaannya, kekocakan pun pecahlah. Mbah tampak begitu gesit memungut uang itu. “Lumayan, 50 ribu,” ucap Mbah seusai pembacaan puisi.

Sungguh, melihat Mbah Surip dengan aksinya adalah seperti melihat dan merasakan keceriaan, kedamaian, serta kebahagiaan dalam rupa yang bersahaja. Ia tetap perlu duit seperti kesigapannya menyambar uang 50 ribuan itu, tapi sama sekali ia tak tampak mata duitan.

Sebelum iklan yang dibintanginya meledakkan ketenarannya, ia hanyalah seorang seniman jalanan dengan (menurutku) isi dompet yang pas-pasan saja, padahal album rekaman telah banyak ia hasilkan. Di antaranya (sebagaimana dikutip dari sini dan siniIjo Royo-royo (1997), Indonesia I (1998), Reformasi (1998), Tak Gendong (2003), Barang Baru (2004). Jadi, lagu “Tak Gendong” itu merupakan karya lama. Barangkali industri rekaman sejak 1997 itu kurang serius mempromosikan Mbah Surip sehingga baru sekarang ini ia menuai ganjaran setimpal.

Namun, aku percaya senang-susah, kaya-pas-pasan, atau beken-gurem tidak akan mengubah “keistiqamahan” pribadi Mbah Surip. Tak salah kiranya bila seorang Emha Ainun Nadjib mengatakan sosok Mbah Surip merupakan gambaran “manusia Indonesia sejati” yang tidak pernah merasa susah, tidak pernah gelisah, tidak pernah sedih dan selalu tertawa; meskipun sering diledek orang Mbah Surip tetap saja tertawa, tidak pernah dendam atau membalas ledekan tersebut.

Menurutku, kualitas “kesejatian” itu dimungkinkan karena Mbah Surip tak termasuk dalam kategori “jiwa-jiwa instan”. Ia merupakan sosok yang matang oleh tempaan hidup. Simak misalnya betapa di balik penampilannya yang bersahaja, perjalanan hidup lelaki yang di KTP-nya tertulis bernama Urip Aryanto kelahiran Mojokerto 1963 ini (seperti yang disebut di sini dan sini terbilang kaya warna sebagaimana dikisahkan Mas Jodhiyudono.

Mbah saat muda

Mbah saat muda

Mbah Surip ternyata pernah menjadi pekerja di perusahaan pengeboran minyak (1975–1986). Pada saat itu, ia pun sempat singgah di Texas, Brunei, Singapura, dan tempat-tempat penghasil minyak lain.
Ia juga pernah menghabiskan dua celana saat naik sepeda dari Mojokerto menuju Jakarta pada akhir tahun 80-an. Tujuannya cuma satu, ingin menantang panco petinju Ellias Pical. Sayang, niatnya itu tak kesampaian. Alhasil, ia terdampar di Bulungan. Hidup bersama para seniman. Berbagai cabang kesenian pun ia geluti, mulai dari teater, lukis hingga menyanyi. Waktu akhirnya menjawab, Mbah Surip ternyata memilih nyanyi sebagai jalan hidupnya kini.

Untuk ukuran seorang penyanyi, sebagaimana diutarakan Mas Jodhi, prestasinya menelurkan sekurang-kurangnya lima album itu tentu cukup meyakinkan. Namun, apa boleh buat, industri rekaman negeri ini nyatanya lebih memilih artis-artis “wangi” ketimbang memilih Mbah Surip yang cuma beraroma parfum murahan dan wangi rinso yang meruap dari rambutnya nan gimbal sehabis keramas tiga hari sekali. Lagipula, nyatanya, penikmat musik negeri ini lebih suka mendengar kecengengan-kecengengan hidup ketimbang syair-syair lagu milik Mbah Surip yang telanjang dan bersahaja.

Untuk urusan syair lagu dan tafsirnya dari sosok Mbah Surip, tulisan Mas Ray Asmoro agaknya juga dapat mewakili meski tentu tak lepas dari subjektivitas dirinya.

Menurutnya, Mbah Surip yang pertama kali dikenalnya pada akhir 2002 ketika dia menjadi ketua panitia event “Menjemput Tahun Tanpa Kekerasan” yang diadakan oleh Jaringan Pekerja Teater Jakarta di Taman Ismail Marzuki (TIM), kemudian makin sering diakrabinya kala secara rutin tampil di acara KC (Kenduri Cinta) di TIM, merupakan sosok yang periang. Ia selalu menghadirkan kegembiraan dalam setiap tarikan napasnya. Bahkan ia tidak sakit hati terhadap setiap olok-olok yang ditujukan kepadanya. Semua ditanggapi dengan tawa, hah..hah..hah..hah…. Malah lalu ia akan katakan, ”I love you full… hah..hah..hah..hah….” Lebih jauh menurut Mas Ray, Mbah Surip merupakan manusia yang selalu diliputi cinta, bahkan ia menjelma cinta. Seharusnya lebih banyak lagi manusia seperti Mbah Surip itu di negeri ini, manusia yang penuh cinta. Memandang segala sesuatu bukan berdasarkan nafsu dan kepentingan pribadi semata, tetapi memandang dan memperlakukan segalanya dengan sesuatu yang paling hakiki: cinta. Dialah pejuang cinta, manusia cinta. Hah..hah..hah..hah… I love you full!

Lagu-lagu Mbah Surip begitu spontan dan sederhana, tetapi selalu kontekstual dan mengena. Coba simak syair lagu “Tak Gendong” itu (yang aku kutip lengkap dari sumber lain ini atau bisa juga dicari di http://liriklaguindonesia.net):

Tak gendong ke mana-mana
Tak gendong ke mana-mana
Enak donk, mantep donk
Daripada kamu naik pesawat kedinginan
Mendingan tak gendong to
Enak to, mantep to
Ayo.. ke mana

Tak gendong ke mana-mana
Tak gendong ke mana-mana
Enak tau

Where are you going?
Ok I’m
Where are you going?
Ok my darling

Ha…ha…

Tak gendong ke mana-mana
Tak gendong ke mana-mana
Enak donk, mantep donk
Daripada kamu naik taksi kesasar
Mendingan tak gendong to
Enak to, mantep to
Ayo.. mau ke mana

Tak gendong ke mana-mana
Tak gendong ke mana-mana
Enak tau

Where are you going?
Ok I’m
Where are you going?
Ok my darling

// Ha.. ha…

Tak gendong ke mana-mana
Enak tau
Ha.. ha…
Ha.. ha…
Ha.. ha……

Capek…..



Dalam lagu itu, menurut Mas Ray, tergambar betapa Mbah Surip menyediakan dirinya untuk “menggendong”, menolong yang lemah dan butuh tumpangan, membantu yang jatuh, mengangkat yang nista, untuk kemudian memanusiakannya.

Simak juga syair lagu Mbah Surip berikut (“Bangun Tidur”):
Hey bangun kerja
Ha ha ha ha ha
Ha ha ha ha ha
Ok I love you full

Bangun tidur tidur lagi
Bangun lagi tidur lagi
Bangun… tidur lagi
Ha ha ha ha

Bangun tidur tidur lagi
Bangun lagi tidur lagi
Bangun… tidur lagi
Ha ha ha ha

Habis bangun terus mandi
Jangan lupa senam pagi
Kalau lupa… tidur lagi
Ha ha ha ha

Barang siapa yang ingin hidup
Awet muda, bahagia di dunia ini
Kurangi tidur banyakin ngopi
Ha ha ha ha
I love you full

Bangun tidur tidur lagi
Bangun lagi tidur lagi
Bangun… tidur lagi
Ha ha ha ha

Bangun tidur tidur lagi
Bangun lagi tidur lagi
Bangun… tidur lagi
Ha ha ha ha

Habis bangun terus mandi
Jangan lupa senam pagi
Kalau lupa… tidur lagi
Ha ha ha ha

Habis bangun terus mandi
Jangan lupa senam pagi
Kalau lupa… tidur lagi
Ha ha ha ha

Kalau lupa… tidur lagi
Ha ha ha ha
Kalau lupa… tidur lagi
Ha ha ha ha
Kalau lupa… tidur lagi
Ha ha ha ha
Kalau lupa… tidur lagi
Ha ha ha ha



Ini sebuah sindiran tentang “kita” yang terlelap dalam tidur berkepanjangan. Seharusnya kita sudah bangkit dan berbuat sesuatu yang berguna, tetapi kita memilih tidur.

Mbah Surip menyadari sepenuhnya bahwa perubahan tidak akan tercipta dengan kemalasan, sedangkan kemalasan telah menjadi karib kita. Mbah Surip gelisah. Namun tetap saja di akhir lagu ia tertawa, hah..hah..hah..hah… I love you full…!

Akun FB Mbah ada lho: id-id.facebook.com/people/Mbah-Surip/1067065967

Akun FB Mbah ada lho: id-id.facebook.com/people/Mbah-Surip/1067065967

About Bahtiar Baihaqi

Sekadar ingin berbagi, dari orang awam, untuk sesamanya, orang awam pula dan mereka yang prokeawaman.

Diskusi

57 thoughts on “Magnet Mbah Surip

  1. Semoga pemimpin kita dan rakyat Indonesia bisa meneladani Mbah Surip.. ai lap yu pulll..


    @Semoga begitu. Makasih Bos atas komennya, makasih pula aku dah numpang ngutip blogmu.

    Posted by Tyo | Juni 22, 2009, 9:17 am
  2. waw… baru tau kalo mbah surip itu ga hanya sekedar seniman biasa… beliau luar biasa… jadi suka sama mbah surip… I love you full ha ha ha ha…. *mbah surip mode : On*

    @Kalau sama diriku, suka juga gak Ismi, hah hah hah hah…(versi si Mbah).

    Posted by missjutek | Juni 22, 2009, 2:09 pm
  3. klo saja pemimpin kita kaya mbah surip….
    wow,,,pasti kita bakaln bener2 merdeka,,,,
    hidup mbah surip…

    takk gendhong….

    @Ya, segala kebaikan memang mesti ditularkan, dari mana pun asalnya, termasuk dari Mbah Surip.

    Posted by njety | Juni 22, 2009, 3:57 pm
  4. Hiduuuuuuup mbah Suriiiiip
    Salam Sayang

    @Wah, senangnya jadi si mbah, dapet salam sayang dari KangBoed.

    Posted by KangBoed | Juni 23, 2009, 3:15 am
  5. wah….pak bahtiar penggemar mbah surip juga ya ?…:-)
    sama dong…

    @Ya, boleh dibilang begitu, tapi sebatas menyatakan simpati dan apresiasi.

    Posted by gwgw | Juni 23, 2009, 10:40 am
  6. terima kasih atas info yang mencerahkan ini. dari satu posting saya dapat gambaran yang lumayan lengkap. salam kenal.

    @Salam juga, Paman. Aku pun berterima kasih Paman dah meluangkan waktu mampir dan memberikan apresiasi.

    Posted by paman tyo | Juni 23, 2009, 1:55 pm
  7. mbah mukanya pake silikon yaa???
    tapi aku tetap suka ama lagunya mbah, soalnya unik, primitif N purba….gak ad yang sama mukanya loh !?!
    ok, gtw aja pesan buat mbah.
    ^_^ …hahahhaha… ^_^

    @Huahahahahah…..

    Posted by flowxkill | Juni 24, 2009, 3:01 am
  8. dulu pernah mbah satu ini mucul di televisi beberapa kali … syair-syair lagunya penuh guyonan nakal dan kritikan tajam …
    sudah sangat jarang seniman musik yang berlaku konsisten di jalurnya dengan ciri khas yang timbul secara alamiah penuh daya cipta …
    hebat mbah satu ini … salut saya …

    @Aku juga salut sama simbah dan Bang Dian van Palembang.

    Posted by nomercy | Juni 24, 2009, 4:38 am
  9. wah baru tahu yang ini, sungguh enak syairnya

    @Ayo, teruslah bersyair.

    Posted by sunarnosahlan | Juni 25, 2009, 9:09 am
  10. kesederhanaan yang melahirkan kesahajaan
    bersyukur dengan yang dimiliki
    it inspire me….
    barokallahu lahu

    @Eh, ada Rina. Smoga kita bisa saling berbagi inspirasi.

    Posted by Rina | Juni 25, 2009, 12:17 pm
  11. Killzone 2 – the best PS3 game yet?Still LittleBigPlanet for me, but Sony’s new shooter is mightily impressive.
    What you think about my web? http://www.easyfaxlesspaydayloan.com/payday-loans-online.html

    @Wah, mbuh ra ruh.

    Posted by gameskillz | Juni 26, 2009, 11:04 am
  12. Hehehehe.. memangnya mBah Surip bawa MAGNET yaaaaa.. hihihi.. pokoke HIDUP mbah SURIP..
    Salam Sayang

    @Wah, tuh salamnya buat simbah aja ya, ngiri aku.

    Posted by KangBoed | Juni 26, 2009, 6:05 pm
  13. mbah surip, mbah maridjan, sosok yang sangat inspiratif. di saat sudah memiliki julukan “mbah” tapi ternyata terlahir kembali menjadi seorang yang segar dan isnpiratif buat orang lain di sekitarnya. selamat mbahhhh… itu pasti hasil perjuangan yang panjang dan penuh dengan pengalaman hidup

    @Smoga ada yang bermanfaat buat kita.

    Posted by mangga_sukun | Juni 27, 2009, 10:51 am
  14. kelahiran 1963 koq udah disebut mbah ya???? emang dah punya cucu ?

    @Wah, saya ini “cucunya” Mas.

    Posted by antz | Juni 27, 2009, 4:53 pm
  15. Hohohoho Mbah Surip keren pisan EUy,,,,,,

    @Mas Joko BB (bocah bancar) juga keren kok.

    Posted by bocahbancar | Juni 27, 2009, 5:41 pm
  16. usia boleh uzur, semangat tak pernah luntur. Oh Mbah Surip i love u full…kekeke

    @I love you full juga, hehehe….

    Posted by zenteguh | Juni 27, 2009, 7:44 pm
  17. sebelum lagu ini populer mbah surip tapi memang sudah populer, yang pasti mbah surip unik dan mungkin karena tampilannya yang membuat mbah surip jadi lebih mudah dikenal

    salam hangat . maaf baru mampir

    @Salam kangen, aku pun dah lama gak berkunjung, maaf juga.

    Posted by kawanlama95 | Juni 28, 2009, 9:57 am
  18. hmm salam kenal ya bro hehhee tapi artikelnya menarik bro hehehe

    @Lam kenal juga, makasih.

    Posted by Juliawan | Juli 1, 2009, 4:25 pm
  19. gw donk hari minggu kemaren dah sempet foto bareng si Mbah yang satu nie..ternyata orangnya emang bener2 kocak n bersahaja lho..
    I LOP U PULL MBAH…
    HAAAAA…HAAAAAA…HAAAAAAAA….!!!!

    @Wah, bisa buat koleksi dong.

    Posted by Galih | Juli 2, 2009, 4:59 pm
  20. Hmm. Is it true?🙂

    Posted by Flash | Juli 5, 2009, 9:27 pm
  21. ahh. mbah surip.. sudah lama aku tak lihat kamu mbah! …. kangen…ketawamu..

    Posted by Eyang Kakung | Juli 6, 2009, 5:02 pm
  22. Do you think Michel Jackson killed himself?
    What you think about my web? http://www.easyfaxlesspaydayloan.com fast cash advances fast cash advances

    Posted by BigTomBB | Juli 8, 2009, 5:56 am
  23. Waaakaakakakak..
    SALAM CINTA DAMAI DAN KASIH SAYANG ‘TUK EMPUNYA BLOG NYANG GUANTENG DAN BAIK HATI

    Posted by KangBoed | Juli 9, 2009, 1:01 pm
  24. I Love You Full…hahahahahahaha….hidup mbah…!!!! Jah Bless…

    Posted by NyongQ_RasZZt@ | Juli 10, 2009, 4:22 pm
  25. @Untuk Flash, Eyang Kakung, KangBoed, dan Nyong, makasih atas komen dan kunjungannya.
    Khusus buat KangBoed, kok tahu, emang dah pernah melihat sang empunya blog yang asli? He he he.

    Posted by Bahtiar Baihaqi | Juli 11, 2009, 10:27 pm
  26. mbah, ati2 di jalan ya…

    Posted by mad | Juli 12, 2009, 7:28 am
  27. mungkin maksudnya bukan I Love You Full, tapi I Love You Fool… ha….ha….ha…

    Posted by lin | Juli 14, 2009, 12:02 am
  28. MBAH SURIP ENAK TAU….
    ORIGINAL…..DITENGAH BANGSA YANG PRIBADI IMITASI…. DAN BESAR DENGAN HAYALAN…

    Posted by SYAWAL | Juli 14, 2009, 9:17 am
  29. Mbah Surip yang Fenomenalllllllllll

    Tapi aku mohhh di gendhong mbah surip… Yen di uncari duite gelem

    Tau Ga… Dari “Tak Gendhong” Mbah Surip Dapat Royalty 4,5 M…????

    buka sini (ada videonya lohhh)

    http://ekojuli.wordpress.com/2009/07/14/wuih-dari-tak-gendhong-mbah-surip-dapat-royalty-45-m/

    haaa haaaaaaaaaa haaaaaaaaaa

    i loph yu fullllllllllllllll

    Posted by ekojuli | Juli 14, 2009, 11:57 am
  30. Mbah surip jg pernah menerima penghargaan MURI

    Posted by dani | Juli 15, 2009, 1:05 am
  31. moh aku digendong, rambutnya bau

    Posted by rianto | Juli 15, 2009, 12:44 pm
  32. aku mau digendong, tapi mbah surip keramas dulu ya ,,,,,,,,,,,………….

    Posted by rara | Juli 15, 2009, 12:46 pm
  33. wah salut buat si mbah surip makin ngetop aja nie mau dunk tau rahasiannya mbah surip, kayaknya mbah ngetop gara2 rabutnya kali ya. mbah surip adalah sosok bob maley indonesia salut dan sukses buat mbah surip

    Posted by irvan | Juli 17, 2009, 9:55 am
  34. @Untuk teman2 komentator no 20-33, makasih atas partisipasinya. Semoga melahirkan kebaikan buat kita semua. Mohon maaf jika balasannya digabung begini karena keterbatasan online.

    Posted by Bahtiar Baihaqi | Juli 18, 2009, 12:31 am
  35. Thanks infonya bRo,
    Ai Luph U puLL😆

    *suer br tahu profil si Mbah yg keren ituh™

    Posted by aLe | Juli 18, 2009, 3:04 am
  36. wooooyoooo…..mibradda ‘n zista,
    aku emang dah salut ‘n angkat topi ma mbah surip. sosok sederhana yg sebenernya tajir bro…
    kalo aku blh pinjem jempol org aku bakal pnjm 100 jempol buat dia ^_^

    aku beberapa kali ngobrol ma beliau, jawabannya cm ha…ha…ha…

    tapi sumpah simbah tu wangi bgt…

    jah rastafara….

    Posted by zeptygembelz | Juli 19, 2009, 9:37 am
  37. Ndak bisa commentar.
    Coba mana informasi yang benar sosok mbah Surip menyandang gelar Drs, Ir Mba.punya ijasah SMP, ST, SEMEA, STM.
    Padahal SMP sederajat biasanya sewktu dengan ST, SMA sederajat biasanya satu waktu dengan SEMEA.
    Sedang usia dibilan kelahiran tahun 1949, ada dibilang tahun 1959 dipanggil mbah sekalian.
    Gimana toh itu kabar yang benar?

    Posted by Tegor | Juli 20, 2009, 12:06 pm
  38. @Ale, Zepty, Tegor,
    makasih atas atensinya. Untuk Tegor, soal info Mbah Surip yang banyak versi begitu atau yang dijawabnya dengan “semaunya” memang mesti disikapi tidak dengan serius. Kita mesti selalu ingat dengan kerangka “hahahahah”-nya alias sebagai candaan atau perlakukan saja sebagai fiksi. Tapi, tetaplah beberapa hal tertentu bisa dilacak kebenarannya, misalnya soal karya lagu2-nya (tanpa memasukkan soal tambahan bahwa lagu A misalnya dikatakannya diciptakan di Jerman, yang bisa bermakna “jejere”/di samping “Kauman”).

    Posted by Bahtiar Baihaqi | Juli 21, 2009, 12:17 am
  39. Not pickaback to everywhere
    Not pickaback to everywhere
    Enak donk, donk mantep
    From the plane you cold
    Mild to no pickaback
    Nice to, to mantep
    Come on .. where

    Not pickaback to everywhere
    Not pickaback to everywhere
    Enak tau

    Where are you going?
    I’m ok
    Where are you going?
    Ok my darling

    Ha … ha …

    Not pickaback to everywhere
    Not pickaback to everywhere
    Enak donk, donk mantep
    Rather than take a taxi you astray
    Mild to no pickaback
    Nice to, to mantep
    Come on .. which want to

    Not pickaback to everywhere
    Not pickaback to everywhere
    Enak tau

    Where are you going?
    I’m ok
    Where are you going?
    Ok my darling

    / / Ha .. ha …

    Not pickaback to everywhere
    Enak tau
    Ha .. ha …
    Ha .. ha …
    Ha .. ha … …

    Tired … ..

    i lup u pull Mbahe………….. Wha… ha… ha…

    Posted by Mbah putri | Juli 24, 2009, 5:04 pm
  40. mbah sUriP oke dah,
    hahaha.
    i lovE U fULL

    Posted by anto | Juli 26, 2009, 10:47 am
  41. saya suka cara pak bah menulis dan menceritakan kisah mbah surip. saya jadi tahu banyak akhirnya. matur nuwun nggih

    Posted by antown | Juli 26, 2009, 8:37 pm
  42. @Mbah Putri,
    “not pickaback to everywhere”? Hahahahahah….

    @Anto, makasih.

    @Antown, sami2, maturnuwun ugi.

    Posted by Bahtiar Baihaqi | Juli 26, 2009, 11:41 pm
  43. Mbah kapan ngopi bareng ????

    kamu ki jane enom po twekk

    Posted by Mbah Sarip | Juli 28, 2009, 9:38 am
  44. Telang berpulang ke surga, mbah surip. you will always be in our heart! I love you full !!

    Posted by Harison | Agustus 4, 2009, 11:45 am
  45. selamat jalan mbah surip, ketenaranmu adalah buah keteladananmu…:)

    Posted by didiksalambanu | Agustus 4, 2009, 1:17 pm
  46. inalilahi wa inalilahirajiun…
    turut berbelasungkawa atas wafatnya mbah surip sang musisi penuh talenta dan insipirasi..

    btw, foto-na saya coppy-paste yup di blog saya.. ^_^

    Posted by ilmu inspirasi air | Agustus 4, 2009, 3:51 pm
  47. klu berkenan kunjungi ilmu air… postingan terbaru tentang wafatnya mbah surip…
    hupzz.. commena 2 x, soalna yang pertama linkna bukan pada postingan tentang mbah surip… ^_^

    Posted by ilmu inspirasi air | Agustus 4, 2009, 3:56 pm
  48. Met jalan Mbah…semoga amal ibadah mbah di terima oleh Tuhan YME
    amin

    ai lop yu pooollll…..

    Posted by TJ Lee | Agustus 4, 2009, 4:41 pm
  49. jadi salut dengar cerita ini…selamat jalan mbah. semoga amal ibadahmu diterima disisinya.

    Posted by FnD | Agustus 4, 2009, 5:32 pm
  50. I LuV U fuLL….

    Posted by Lupa Lupa Ingat | Agustus 5, 2009, 3:29 am
  51. Selamat jalan ya Mbah, semoga Amal dan Ibadah yang Mbah gendong dapet diterima disisiNya… I Love you Full

    Posted by Iwan | Agustus 5, 2009, 10:43 am
  52. semoga mbah amal ibadahnya diterima Allah SWT
    mbah aQ bangga pernah mendengarkan lagu@ mbah saya terinpirasi Untuk menjadi Orang yang bersahaja Seperti mbah,………!
    ha….ha….ha.
    ILOVE U FULL……

    Posted by hamba allah | Agustus 5, 2009, 12:40 pm
  53. Mbah,… semoga dirimu diterima di sisiNya,..
    nice juga histornya…
    Hahahahahahahahaha….
    AI LOP YU PULL !

    Posted by Jefry farhad | Agustus 6, 2009, 8:23 am
  54. I Love Indonesia and You FULL…..

    Selamat jalan Mbah Surip,,,,semoga amal dan kebaikanmu diterima disisi-Nya… Amin…

    I Love You FULL…..

    Posted by Mr. See | Agustus 10, 2009, 9:40 pm
  55. A person essentially lend a hand to make critically articles I’d state. That is the first time I frequented your web page and up to now? I surprised with the research you made to make this actual post amazing. Wonderful activity!

    Posted by Leslee Sobey | April 15, 2011, 3:04 pm
  56. I love u foolll…mbah ak kangen sama mbah …(smga Allah mbri tmpat yg lapang wat mbah..amin…)

    Posted by Siti aminah | Desember 9, 2011, 7:18 pm

Trackbacks/Pingbacks

  1. Ping-balik: Magnet Mbah Surip | Komunitas Pecinta Musik Indonesia (Pecintamusik.Co.Cc) - Juli 30, 2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: