you're reading...
Sok Berbagi

Kita Semua (Mbah Surip, MU-Mania, dll) Terguncang Bom Jakarta

Di saat kita semua “terlena” selepas pemilu presiden (pilpres), terutama mungkin mereka yang merasa diri sukses meraih kemenangan, tiba-tiba petaka itu membahana, mengguncang Indonesia. Dua lokasi di Jakarta, tepatnya di Hotel JW Marriot dan Hotel The Ritz Carlton, kawasan Mega Kuningan, diteror dua ledakan bom dahsyat, Jumat (17 Juli 2009).

Segenap doa dan belasungkawa mesti kita berikan bagi mereka yang menjadi korban ledakan itu. Mereka yang tewas dan luka-luka, keluarga masing-masing, dan untuk kita semua yang masih memiliki hati, yang tentu saja ikut terluka (berduka).

Mungkin aku termasuk yang terlena itu meski bukan termasuk kelompok yang jagoannya menang dalam pilpres karena akhirnya nggak nyontreng lantaran mesti berlibur ke luar kota. Ya, paling tidak aku terlena menikmati keterkejutan bahwa ternyata berita-berita seputar Michael “Jacko” Jackson dengan kematiannya, yang berlarut-larut, tak mampu menggeser menanjaknya kepopuleran nama Mbah “Hahahahah-Tak Gendong” Surip. Bahkan di blogku, postingan soal si Mbah meng-KO postingan soal Jacko. Baik dalam jumlah pembaca maupun komentar, postingan Mbah Surip lebih berkibar. Semula aku pun akan bikin postingan untuk memaknai itu, tetapi keburu kena ledakan bom. Sebuah aksi teror yang langsung membatalkan kedatangan tim sepak bola Manchester United (MU) ke Indonesia. Para pihak yang terlibat dalam acara duel MU vs tim Indonesia All Star dan segenap MU-mania Indonesia pun dibikin merugi dan kecewa. Media bahkan memberitakan, panitia kedatangan MU ke Jakarta terancam rugi Rp50 miliar. Padahal, sebelumnya, segepok keuntungan sudah di depan mata mereka.

Ya, sesuap nasi yang sudah dikunyah mulut atau bahkan telah masuk ke perut pun bisa termuntahkan. Begitu pula rezeki, kesuksesan, kemenangan yang telah kita raih bisa terlepas dari genggaman atau tergantikan dengan musibah kemalangan. Inilah yang paling tidak membuatku selalu ingat pada ayat kitab suci bahwa ketika kita berada dalam nikmat keberhasilan atau kemenangan, Tuhan tetap wewanti-wanti kita untuk segera bertasbih, memuji-Nya, dan memohon ampunan (beristigfar) kepada-Nya (QS An-Nasr).

Tak ada tempat buat keterlenaan dan kejumawaan. Ketika tertimpa musibah, kita mesti tetap bersabar dan meneruskan ikhtiar. Sebaliknya, ketika mendapatkan kenikmatan, kita pun mesti tetap bersyukur. Termasuk berempati, menenggang mereka yang kurang beruntung atau kalah atau bahkan terkalahkan oleh struktur, sistem, dll, lalu turut memberdayakan mereka. Sebab, selain ada keniscayaan kekuasaan Tuhan dalam kesuksesan kita, ada pula peran sesama. Kita nyata-nyata tak bisa berhasil hanya atas andil tangan kita sendiri.

Akhirnya, kita semua mesti mengutuk kebiadaban teror bom itu, sebuah aksi yang bisa kita kategorikan tak masuk akal, tak sesuai dengan nalar sehat, tak rasional, bodoh, dll. Namun, kita juga mesti merunut sekian ketidakrasionalan perilaku kita selama ini, yang bisa jadi berkait dan bersebab-akibat satu sama lain melahirkan ketidakmasukakalan baru dari pihak lain, terutama bagi mereka yang diamanahi menjadi pemimpin, pengurus negara dan bangsa ini.

Selamat menempuh hidup baru bagi kita semua untuk lima tahun mendatang, semoga kita semua bisa belajar dari segenap kekhilafan dan perilaku dungu yang telah lalu.

About Bahtiar Baihaqi

Sekadar ingin berbagi, dari orang awam, untuk sesamanya, orang awam pula dan mereka yang prokeawaman.

Diskusi

18 thoughts on “Kita Semua (Mbah Surip, MU-Mania, dll) Terguncang Bom Jakarta

  1. semoga yang luka-luka cepat sembuh, yang ditinggal pergi yang berkepanjangan dalam duka

    Posted by sunarnosahlan | Juli 18, 2009, 7:52 am
  2. “ini ibu budi..” (MU style)…
    hiks2..

    Posted by romailprincipe | Juli 18, 2009, 10:40 pm
  3. Pesan sang pelaku pengeboman jelas: Gagalkan pertandingan MU!

    Posted by racheedus | Juli 18, 2009, 11:06 pm
  4. * Mengutuk keras bom Marriott-Ritz
    * Mengutuk keras yang jumpa pers dan merasa akan dibom……:D

    Posted by zenteguh | Juli 19, 2009, 1:03 am
  5. Hentikan Diam Kita, Tolak Kekerasan!
    Duka cita yang dalam.
    Bunga Bukan Bom….
    Kasih Bukan Kekerasan….

    Pembunuh-pembunuh itu memang pengecut. Tapi kita mestinya juga tegas menolak siapa pun yang mempolitisir musibah ini untuk kepentinganya, alias memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan. Mereka sama pengecutnya. Dalam kasus bom ini mereka sama-sama berlaku pengecut, yang pertama pengecut dan pembunuh, yang kedua pengecut dan pembohong…….

    Jangan dilupakan pula kita mesti melawan kekerasan oleh negara dan kekerasan sistimik/struktural karena tatanan sosial ekonomi yang tidak adil…..

    Posted by andreas | Juli 19, 2009, 4:16 am
  6. Assalamu’alaikum wr wb

    Mari kita sama-sama mendoakan agar korban yang wafat diampuni segala dosanya dan segala amalnya diterima oleh Allah SWT, sedang bagi yang ditinggalkan semoga diberi ketabahan, amin. Kang Bahtiar apa kabar…

    Wa’alaikum salam wr wb
    Dewi Yana

    Posted by jalandakwahbersama | Juli 19, 2009, 10:16 am
  7. Hempaskan malam walau tak berpenghuni
    ketika datang merah menyambang
    aku terdiam dalam galau oh
    matikah nuranimu kawan

    ternyata kau bukan kawanku
    karena kau mematikan yang seharusnya
    mereka tetap hidup dalam
    mengais rezeki tuk
    buah hati mereka

    salam hangat selalu pak

    Posted by kawanlama95 | Juli 19, 2009, 9:20 pm
  8. ya kalau itu berasal dari lingkungan kita sendiri … kalau ternyata tidak?🙂

    lebih baik kita berpikir positif sajalah … daripada berpikir hal-hal yang masih dalam khayalan tak berujung kenyataan … hanya dapat berandai-andai atau menduga-duga …

    ahhhh … semoga negeri ini semakin kuat karena harus melalui berbagai cobaan duka lara nestapa …

    Posted by nomercy | Juli 20, 2009, 7:23 pm
  9. waspadalah !!
    waspadalah !! *ingat bang napi*
    selalu waspada dan instropeksi….

    Posted by gwgw | Juli 21, 2009, 8:46 am
  10. aksi terir bom itu demikian menyita perhatian publik, mas baihaki. yang saya juga masih belum ngeh benar, apa iya sih, aksi teror itu berkaitan dg pilpres? saya kok ndak percaya *halah* kalau gitu, kenapa yang dibom bukan KPU sekalian yang sednag melakukan kalkulasi manual? yang pasti, apa pun motifnya, perilaku biadab semacam ini tak bisa ditolerir. salam hangat, mas.

    Posted by Sawali Tuhusetya | Juli 23, 2009, 2:30 am
  11. bom kemarin itu adalah pemicu bagi kebersamaan para elit politik endonesya. itupun jika mereka mau menginsyafinya…

    Posted by mataharitimoer | Juli 24, 2009, 10:28 pm
  12. makasih pak atas pencerahannya, memang kita harus banyak bersyukur atas nikmat yang telah Ia berikan kepada kita sekalian

    Posted by antown | Juli 26, 2009, 8:39 pm
  13. OOT: Aa Ach sedang sibuk, ya? Kami tunggu loh, email balasan berisi kabar gembira dari Aa. Pliiisss…..

    Posted by M Shodiq Mustika | Juli 27, 2009, 12:59 pm
  14. Setuju pak bachtiar… tak ada waktu berpuas diri, setiap saat bahaya terorisme selalu mengancam kita.

    Salam,🙂

    Posted by kolojengking | Juli 27, 2009, 4:20 pm
  15. Pilihan telah dijatuhkan oleh sebagian besar bangsa ini untuk seorang calon pemimpin….

    semoga kita benar-benar hidup dalam era yang benar-benar baru.

    Posted by rco | Juli 27, 2009, 10:23 pm
  16. Siap2 kelompok islam garis keras (dalam artian trhdp amerika) dicaplok satu2.

    Kalo islam garis keras satunya (yg dikit2 bilang bid’ah) lagi nemplok ke pemerintah incumbent.

    kompor banget ga pak?😀

    Posted by Uchan | Juli 29, 2009, 6:39 pm
  17. turut mengutuk atas pemboman marriott dan rich carlton… semoga yang meninggal di terima di sisi terbaik Tuhan, dan yang mengalami luka fisik dan batin di sembuhkan… amin..

    oya, postingan-mu da tentang mbah surip-na juga yup… penggemar-na bukan? tadi pagi mbah surip musisi berumur yang penuh talenta niy telah wafat

    berkunjung ke blog saya : ilmu inspirasi air, klu berkenan…

    Posted by ilmu inspirasi air | Agustus 4, 2009, 3:26 pm
  18. Kini Simbah telah pelgi….

    Posted by Si Ponang | Agustus 5, 2009, 1:30 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: