you're reading...
Unek-unek awam

Mataku Terkena Virus India?

Tiba-tiba saja, selepas bangun subuh (Minggu pagi, 21 Maret 2010), mataku pedih dan memerah. Biasanya, itu gara-gara ada benda keras yang nyangkut di dalamnya semisal bulu mata yang tanggal. Dengan direndam air, bulu mata dan sejenisnya itu akan ikut mengapung di air, terbawa ke luar.  Mata pun akan terasa nyaman kembali. Bisa pula ditambah dengan penggunaan obat tetes mata agar tak terjadi iritasi.

Namun, kali ini rupanya berbeda. Setelah segala ritual penyembuhan itu dilakukan, mataku masih merah dan pedih. Bahkan makin menjadi-jadi rasanya. Akhirnya aku pun menyerah dengan berobat ke dokter. Rupanya ada sejenis bakteri atau virus  (dalam pengertian awam) yang menyerangku dan tidak cukup dilawan dengan obat-obatan biasa. Minimal mesti menyertakan antibiotik. Akhirnya setelah kurang lebih sepekan, mataku baru bisa pulih. Itu pun setelah turut menulari anak dan istriku.

Masalahnya, dari mana sebenarnya muasal biang penyakit itu? Aku ingat betul kejadiannya. Setelah keasyikan nonton film Slumdog Millionaire, aku pun lelah dan tertidur. Nah, begitu terbangun, tahu-tahu mataku terasa sakit. Apakah itu berarti aku terserang virus atau bakteri dari India?

Bisa jadi begitu. Tapi, rasanya sih tidak karena kok kurang kerjaan banget tuh virus datang jauh-jauh dari negeri Ramayana-Mahabarata khusus untuk berkenalan dengan keluargaku. Memang sih berturut-turut sebelumnya aku mengkhidmati film-film India My Name is Khan dan 3 Idiots lantaran gencarnya pemberitaan atas kesuksesan kedua film itu meraih penonton, baik di dalam negeri maupun di mancanegara. Isi cerita dan penggarapannya memang bagus. Itulah makanya aku tertarik untuk lalu membandingkannya dengan film terdahulu produk negeri “nehi-nehi” itu, Slumdog Millionaire, yang telah mendapatkan Oscar. Wah, memang film-film mereka itu patut diacungi jempol. Cek sendiri sajalah biar lebih afdal.

Rupanya, aku memang terkena virus India, tepatnya virus film India alias terpikat oleh tiga film India tadi.

Hari Perfilman Nasional baru saja berlalu. Ada satu kelebihan dari film-film India (termasuk yang tampak dari ketiga film di atas) yang patut dicontoh oleh para insan perfilman kita, yaitu adanya keleluasaan memasukkan unsur-unsur kritikan di dalam film. Film-film Bollywood itu begitu leluasa mengkritik ketimpangan birokrasi, terutama polisi, dan unsur-unsur lain pemerintahan. Juga mengkritik hal-hal apa saja di dalam negeri mereka.

Jadi, ayo, siapa yang bisa dan berani menuangkan kritikan atas karut-marut bangsa ini sebagaimana yang antara lain terpapar dari kasus dana talangan Bank Century, kasus pajak Gayus, mafia kasus di kepolisian, kejaksaan, kehakiman melalui karya-karya perfilman?

About Bahtiar Baihaqi

Sekadar ingin berbagi, dari orang awam, untuk sesamanya, orang awam pula dan mereka yang prokeawaman.

Diskusi

11 thoughts on “Mataku Terkena Virus India?

  1. Jangan sering-sering nontonnnya pak. Kalo sakit matanya lama, halaman 1 jadi agak lama. Ingat deadline…………kwkwkwkwkwkkaa…

    @Wong nontone selepas tutup warung kok, huahaha.

    Posted by zenteguh | April 5, 2010, 12:37 am
  2. ngomong-ngomong soal film, semoga para sineas kita membaca artikel ini. Semoga mereka sadar atas kebodohannya yang berlarut-larut itu. Dan semoga tidak ada pocong, gendruwo, air terjun yang jadi pengantin itu, dan sebangsanya yang tak jelas di film itu. payah.


    @Alasannya sih, konon, banyak larangan-larangan di sini. Tapi, masa sih nurut-nurut aja, gak bisa menyiasti. Jangan2 emang pemalas dan beneran payah.

    Posted by zenteguh | April 5, 2010, 12:39 am
  3. kalau sineas india berani mengkritik lewat film
    sineas kita?

    @Berani juga (bikin "hantu-hantuan").

    Posted by achoey | April 6, 2010, 11:35 am
  4. yang saya sukai dari film India ya keberaniannya dengan menyisipkan kritikan itu

    @Iya, Mas, dari sisi itu kita memang tertinggal jauh dari film India.

    Posted by sunarnosahlan | April 7, 2010, 8:56 am
  5. Saya belum nonton 3Idiot T.T

    @Bagus, kok, gak rugi nonton. Ada isinya plus lucu.

    Posted by Miftahgeek | April 7, 2010, 5:15 pm
  6. kalau saya sudah lama terkena virus
    sebab sejatinya saya memang suka banget
    nonton film Bollywood,
    btw, 3 idiots, my name is Khan,
    memang film yg layak tonton….
    mantap bro🙂

    @Iya, Bang. Banyak hal yang bisa kita contoh dari Bollywood.

    Posted by mikekono | April 8, 2010, 10:34 am
  7. wakwkakwak
    sudah lama saya tidak pernah nonton film india itu
    kangen juga jadinya
    hahahha

    @Silakan, segera diobati kangennya.

    Posted by darahbiroe | April 8, 2010, 11:00 am
  8. “Ini pukulan telak bagi MA, karena dari awal MA mengatakan tidak ada masalah (dalam kasus Gayus). Tidak ada pelanggaran dan tidak ada suap, tapi ternyata buktinya ada. Ini menunjukan praktek mafia hukum masih eksis sampai sekarang,” ujar peneliti hukum ICW Febri Diansyah di Kantor ICW, Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (18/4/2010).

    Febri menyatakan, klaim MA telah melakukan pembersihan terhadap mafia hukum, harus diuji lagi. “Kalau begini terkesan MA memberikan perlindungan terhadap pihak bermasalah dengan mengatakan tidak ada masalah,” katanya.

    Febri menyangsikan polisi dapat menyeret aktor utama kasus Gayus Tambunan. Hal ini disebabkan polisi merupakan bagian dari kasus Gayus.
    Selain itu kejaksaan tidak jelas dalam menanggani masalah ini.

    “Jalur konvensional seperti ini pasti akan gagal dalam kondisi yang kita sebut darurat mafia ini. Sebaiknya diserahkan ke KPK agar lebih baik,” katanya.

    @Makasih atas tambahan infonya.

    Posted by makelarkasus.com | Mei 5, 2010, 3:44 pm
  9. Saya baru nonton My Name isKhan saja, dan memang bikin mata saya ketularan virus India ….🙂 Mungkin para produser dan sutradara kita perlu dikirim belajar ke Bollywood ya …

    Beberapa film Indonesia juga cukup bagus, seperti Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Garuda di Dadaku, dan Alangkah Lucunya (Negeri Ini). Tapi memang masih lebih banyak film jenis Suster Ngesot …😦

    @Iya, Mbak. Film kita juga udah banyak yang bagus kok. Cuma memang, kalau yang kental kritikan masih jarang. Alangkah Lucunya... itu salah satunya. Semoga dari tempat Mba (UII) akan terlahir banyak sineas jempolan (meski UII bukan kampus film, gpp kan Mba).

    Posted by tutinonka | Mei 17, 2010, 6:19 am

Trackbacks/Pingbacks

  1. Ping-balik: Tweets that mention Mataku Terkena Virus India? « Awamologi -- Topsy.com - April 5, 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: