you're reading...
Sok Puitis

Lubuk Doa

Sudah lama, kata-kata yang meluncur dari deras hujan itu tak bisa kutampung. Padahal, aku hanya ingin mengambilnya beberapa saja, secukupnya.

Lalu aku mencoba bersabar menunggu mereka muncul di lubuk dalam diriku, tapi tak jua ada yang segera jadi nyata. Padahal, aku hanya ingin mengejanya, mengucapkannya, menuliskannya, dan meresapkannya sebagai doa.

About Bahtiar Baihaqi

Sekadar ingin berbagi, dari orang awam, untuk sesamanya, orang awam pula dan mereka yang prokeawaman.

Diskusi

3 thoughts on “Lubuk Doa

  1. akupun hanya ingin turut melafalkannya

    @Makasih, Mas.

    Posted by sunarnosahlan | Mei 17, 2010, 3:46 am
  2. aku
    berdoa utkmu🙂

    @Makasih juga, Achoey.

    Posted by achoey | Mei 17, 2010, 11:22 am

Trackbacks/Pingbacks

  1. Ping-balik: blogor : pria itu memilih menjanda « komuter jakarta raya - Mei 19, 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: