you're reading...
Gak jelas

Ketika Tuhan Menyingkap Aurat Luna

Agaknya tak penting lagi ada bantahan atau justru konfirmasi perihal kabar tentang aib seseorang bila Tuhan telah menetapkan untuk menyingkap aibnya. Luna Maya dan Ariel Peter Pan pun tak kuasa menahan kehebohan soal video “mama-papa-an” mereka atau dua insan yang persis mereka berdua.

Maka, tak cukup buat mereka, Luna Maya terutama, untuk sekadar “mengikhlaskan” perihal kehebohan itu dengan sedikit menyatakan bantahan. Kata Luna, ia tidak memiliki tato seperti yang tampak dalam salah satu video persebadanan itu. Ia juga membantah bahwa mereka pelakunya.

“Ya nggaklah. Aku berharap semuanya, pokoknya enggaklah,” kata Luna yang ditemui wartawan Okezone di Studio RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat (4/6/2010).

Menurut Luna, itu cuma fitnah. “Biasa saja, saya sudah sering difitnah,” imbuhnya. Kebetulan, soal fitnah ini, Luna pernah diramal Mama Lauren (alm.) bahwa hidupnya akan dipenuhi fitnah.

Memang, bintang iklan sabun mandi itu semula ingin mencari tahu dan menyeret pelaku penyebar rekaman video tersebut ke jalur hukum. Tapi pada akhirnya Luna memilih mengikhlaskannya. “(Semula) aku mau cari tahu, pasti orang ada tujuannya nyebarin itu. Tapi (akhirnya) saya ikhlasin saja,” tandasnya.

“Sayang”, Mas Roy Suryo, setelah kini menjadi anggota DPR, enggan memberikan pernyataan soal keaslian atau palsunya para pelaku adegan persetubuhan itu, apakah mereka benar-benar Luna-Ariel atau bukan?

“Selaku anggota DPR saya tidak boleh (ber)komentar. Tetapi menyangkut hal-hal telematika, oke,” papar Roy Suryo melalui pesan singkatnya kepada mediaindonesia.com, Jumat (4/6).

Kalaupun Roy sudah melihat rekaman adegan itu, ia tetap tidak mau mengomentarinya. “Sekali lagi maaf. (Soal) statemen asli atau palsu sekarang saya tidak boleh memberikan jika hanya kepada hal-hal yang sifatnya pribadi. Namun misalnya jika menyangkut kepentingan umum atau masyarakat, misalnya soal video fenomena alam, masih oke,” tambahnya.

Menurut ahli hukum telematika dari Universitas Indonesia Edmon Makarim, beredarnya video mesum yang diduga aktris Luna Maya dan Ariel dilatarbelakangi motif untuk membunuh karakter pasangan tersebut.

“Pelaku penyebaran kemungkinan berharap dapat membunuh karakter keduanya dengan cara memalukan orang lain. Untuk melihat kasus tersebut harus dilihat dari kacamata etik, apakah tindakan yang dilakukan Ariel-Luna itu bermoral atau tidak? Biar masyarakat yang menentukan, karena kalau dilihat dari kacamata KUHP mereka tak melanggar. Pasalnya, hal itu dilakukan ketika mereka tidak terlibat dalam ikatan pernikahan, kecuali mereka melakukan perselingkuhan,” kata Edmon kepada Okezone, Jumat (4/6/2010).

Selain itu, Edmon meyakini hal demikian akan makin sering terjadi di masa mendatang.

“Pembongkaran private sex pasti ada tujuannya. Pelakunya berharap memalukan orang itu dengan menyebarkan tindakan asusila. Orang akan dengan mudahnya menjatuhkan orang lain dengan cara seperti itu,” tambah Edmon.

Artinya, baik video mesum itu hasil rekayasa orang lain atau memang bikinan Ariel-Luna, nama baik pasangan selebritas itu tetaplah tercemar. Karena itu pula, tak cukup bagi Ariel-Luna untuk sekadar “mengikhlaskan” saja “huru-hara” yang menimpa mereka ini. Yang tak kalah penting, mereka perlu merenung, jangan-jangan mereka memang telah memetik “buah larangan” sebagaimana Adam-Hawa yang membuat aurat mereka tersingkap dan selanjutnya terusir ke dunia “buas” ini. ***

About Bahtiar Baihaqi

Sekadar ingin berbagi, dari orang awam, untuk sesamanya, orang awam pula dan mereka yang prokeawaman.

Diskusi

11 thoughts on “Ketika Tuhan Menyingkap Aurat Luna

  1. Ampuni aku Tuhan bahwa aku ternyata lebih tersentuh nulis soal Luna daripada soal Palestina.

    Posted by Awam | Juni 5, 2010, 8:31 am
  2. besoknya bisa nulis tentang Palestina, masih banyak yang bisa disingkap

    @Semoga bisa.

    Posted by sunarnosahlan | Juni 5, 2010, 11:03 am
  3. ??

    @!!

    Posted by Daoz | Juni 5, 2010, 2:00 pm
  4. 1) Aku usul ya Kang, gambarnya tolong diganti dengan yang lebih sopan.

    2) Menurutku, yang tersingkap auratnya dalam hal ini adalah masyarakat, termasuk kita berdua, Kang. Sebab, menuduh zina tanpa empat orang saksi itu dosanya 80% dari dosa zina itu sendiri. Sedangkan bila kita membiarkan si tertuduh “terpojok”, apalagi ikut menyuburkan tuduhan tersebut, maka kita ikut berdosa. Bukan begitu, Kang?

    @(1) Sudah.
    (2) Benar, soal empat saksi itu dan dosanya. Tapi, kalau dalam konteks zaman sekarang, apa "saksi" kamera tidak bisa dijadikan pegangan, Mas? Memang sih untuk sahnya mesti ada konfirmasi/verifikasi ahli.
    Semoga tulisanku tidak terlalu "memojokkan". Btw, makasih atas pengingatannya
    .

    Posted by M Shodiq Mustika | Juni 5, 2010, 6:01 pm
  5. aku justru baru baca blog yg berisi tentang luna dan ariel di sini.🙂 makasih ya bro!

    @Wah, jangan2 aku jadi bandar Luna. :)

    Posted by mt | Juni 6, 2010, 1:45 pm
  6. Ah, dasar artis, cari sensasi aja bisanya T.T

    @Gaklah, terlalu berisiko, nama taruhannya.

    Posted by Miftahgeek | Juni 6, 2010, 10:40 pm
  7. donlut dimana🙂

    @Ah, bisa aja. Cuma dapet estafet dari temen. :)

    Posted by bahtiar | Juni 7, 2010, 11:50 pm
  8. Nama & kata-kata Kang Bahtiar aku catut tanpa izin di
    http://muhshodiq.wordpress.com/2010/06/09/ketika-ariel-peterpan-mengaku/
    Aku mohon maaf dan keridhaan dari Kang Bahtiar.

    @Silakan saja, Mas. Aku malah jadi ikut terpromosikan, he he he.

    Posted by M Shodiq Mustika | Juni 9, 2010, 2:12 pm
  9. Salam Kenal!!

    Hai BRo..Bagi Yang Mau Cross Back Tukeran Link..

    Mau Tukeran Link Klik Aja Disini..

    http://kurn0209911.wordpress.com/tukeran-link/

    Posted by kurniadi | Juni 24, 2010, 10:55 pm
  10. salam kenal,,bro,,mau izin tukeran link nich,kunjungi blogku,,

    Posted by yoyon | Oktober 19, 2010, 12:37 pm

Trackbacks/Pingbacks

  1. Ping-balik: Stop Pengidolaan (Ariel) Berlebihan! « Awamologi - Juli 27, 2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: