you're reading...
Awamologi

Bukan Bahlul Sembarang Bahlul

Biasanya kata “bahlul” diucapkan untuk merujuk pada ketololan. Namun, bahlul yang ini (tepatnya Bahlul/nama orang) justru sebaliknya, cerdas. Ini dia kisahnya yang kukutip dari sumber yang sama dengan postingan sebelum ini.

Pada suatu hari, Bahlul mendatangi sebuah masjid. Tiba-tiba dia mendengar seorang laki-laki menyombongkan dirinya di hadapan orang banyak di dalam masjid. Dia mengatakan bahwa dirinya orang alim yang menguasai berbagai cabang ilmu. Lalu dia bilang, “Sesungguhnya Ja’far bin Muhammad (ash-Shadiq) berbicara dalam beberapa masalah yang tidak menarik bagiku. Di antaranya:

Dia (Ja’far) berkata, ‘Sesungguhnya Allah maujud (ada), tetapi Dia tidak dapat dilihat, baik di dunia maupun di akhirat.’ Maka, bagaimana mungkin sesuatu yang ada tidak dapat dilihat? Sungguh, ini betul-betul suatu hal yang bertentangan.

Dia berkata, ‘Sesungguhnya setan disiksa di dalam api neraka,’ padahal, kata orang itu, setan diciptakan dari api. Maka, bagaimana mungkin sesuatu disiksa dengan apa yang ia diciptakan darinya?

Dia juga berkata, ‘Sesungguhnya perbuatan-perbuatan seorang hamba dinisbatkan kepada dirinya sendiri,’ padahal ayat-ayat Alquran menunjukkan secara jelas bahwa Allahlah pencipta segala sesuatu (termasuk perbuatan).”

Ketika Bahlul mendengar perkataan orang itu, dia segera mengambil tongkatnya dan memukulkannya ke kepala orang itu sehingga melukainya. Darah pun mengalir ke wajah dan jenggotnya.

Maka, orang itu menghadap Harun ar-Rasyid dan mengadukan perbuatan Bahlul tersebut terhadapnya.

Ketika Bahlul dihadirkan ke hadapan Harun dan ditanyai kenapa dia memukul orang itu, dia berkata kepada Harun, “Sesungguhnya orang ini menyalahkan Ja’far Muhammad a.s. dalam tiga masalah.

Pertama, dia mengatakan bahwa segala perbuatan seorang hamba sesungguhnya Allahlah pelakunya. Maka luka yang dialami orang ini semata-mata perbuatan Allah. Lalu, apa salahku?

Kedua, dia mengatakan bahwa segala sesuatu yang ada pasti dapat dilihat, maka jika rasa sakit ada pada kepalanya, kenapa ia tidak dapat dilihat?

Ketiga, sesungguhnya dia diciptakan dari tanah dan tongkat ini berasal dari tanah, sedangkan dia mengatakan bahwa suatu jenis tidak akan disiksa dengan jenis yang sama. Jika memang demikian halnya, lalu mengapa dia merasakan sakit dari pukulan tongkat ini?”

Harun ar-Rasyid pun merasa kagum dengan perkataan Bahlul. Maka, dia melepaskan Bahlul dari hukuman karena memukul orang itu.**

Demikianlah.  Semoga kita tidak mudah membusungkan dada dan menyepelekan orang lain meski orang lain itu bernama Bahlul.***

About Bahtiar Baihaqi

Sekadar ingin berbagi, dari orang awam, untuk sesamanya, orang awam pula dan mereka yang prokeawaman.

Diskusi

8 thoughts on “Bukan Bahlul Sembarang Bahlul

  1. Wah, sufi banget neh, mesti baca berulang kali deh..🙂

    Posted by Miftahgeek | Juli 19, 2010, 1:45 pm
  2. Bahlul yang hebat😀
    memang bukan smebarang bahlul, dah ^^d

    Posted by rizarahmi | Juli 21, 2010, 6:39 pm
  3. ente bahlul eh salah ente betul ding hihihii

    Posted by arek s | Juli 24, 2010, 2:42 am
  4. bahlul yg keren:P

    Posted by echa | Agustus 1, 2010, 11:15 pm
  5. Dengan segala hormat, aku sangat mengharap tanggapan terhadap sebuah postingan yang mungkin mengagetkan banyak orang, yaitu: “Inilah PENGGANTI ISLAM sebagai Agama Menurut Al-Qur’an!

    Posted by M Shodiq Mustika | Agustus 3, 2010, 7:51 am
  6. Great article, thanks for sharing this. I have subscribed to your RSS feed and am looking forward to reading more from you.
    Keep up the good work and don’t stop posting please.

    Posted by the Success Ladder | Agustus 12, 2010, 2:45 pm
  7. Nice story.

    Posted by Tim 27 | Agustus 22, 2010, 10:28 pm

Trackbacks/Pingbacks

  1. Ping-balik: berkesempitan « komuter jakarta raya - Juli 26, 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: