you're reading...
Awamologi

Akhirnya Mudik Juga (Mudik Berseri 3)

Bila semula aku rada ragu akan bisa mudik Lebaran ke Banyumas, ternyata pada akhirnya kesampaian juga ber-Idul Fitri di kampung halamanku itu. Memang, liburnya teramat singkat (lima hari) sehingga tidak ada waktu untuk jalan-jalan sekadar melihat-lihat suasana alam daerah kelahiran. Apalagi, sebagian waktunya juga sempat habis di jalan akibat kemacetan.

Jadwal Pemberangkatan KA Argo Parahyangan di loket St. Gambir

Tanggal 9 September pagi, aku naik Kereta Api Argo Parahyangan ke Bandung. Jadwal pemberangkatan pukul 05.45 WIB, baru berangkat 06.00 WIB. Pas malam takbiran aku di Bandung, sehabis salat Id baru berangkat ke kampungku, Desa Tipar, Kecamatan Rawalo, Kabupaten Banyumas, 20-an km lagi ke Purwokerto dari arah Bandung. Sejak dari Bandung hingga Tasikmalaya macet, padat-merayaplah kurang lebihnya. Baru selepas itu lancar. Jadi, yang semestinya asar sudah sampai, ini malah 16.30 WIB masih di Tasik. Kami sekeluarga dengan tiga anak ikut mobil saudara, suami-istri plus dua anak. Di Tasik pula, tepatnya di Masjid Baitul Amanah yang biasa juga disebut sebagai “Masjid Itje Trisnawati”, kami mampir salat.

Anak-anakku bersantai di depan Masjid Baitul Amanah Tasik.

Anak-anakku bersantai di depan Masjid Baitul Amanah Tasik.

Tiba di rumah baru pukul 21.30 WIB. Praktis hanya dua hari, 11 dan 12 September, kami di sana karena pada tanggal 13-nya sudah harus ke Bandung lagi. Tanggal 14 sudah harus kembali menjalani rutinitas nguli di Jakarta.

Tak apalah, kami mesti tetap bersyukur bisa mudik dengan selamat dan sehat walafiat.

Anak-anakku dan para sepupu mereka asyik bermain di kampung.

Kalaupun agak sedikit flu, hal itu tak begitu mengganggu. Begitu pula dengan rintangan-rintangan yang lain, tak ada yang berarti. Sebaliknya, semua itu semestinya malah sarat makna. Pasalnya, jika dirata-ratakan secara gampangan saja, rentang usia kita lebih banyak sisi sehatnya daripada sakitnya. Begitu pula sisi lapangnya daripada sempitnya, baik lapang dalam hal waktu maupun lapang dalam hal rezeki. Intinya, meski dalam kondisi apa dan bagaimanapun, kita mesti tetap bersyukur. Termasuk dalam hal diberi kesempatan mudik ke kampung halaman, sebelum tiba gilirannya nanti mudik ke kampung akhirat. Ket. tambahan: Postingan ini merupakan seri ketiga sebagai lanjutan dari dua seri sebelumnya (seri 1 dan seri 2) dan diniatkan sebagai partisipasi lomba “Mudik ke Blogor”.

About Bahtiar Baihaqi

Sekadar ingin berbagi, dari orang awam, untuk sesamanya, orang awam pula dan mereka yang prokeawaman.

Diskusi

8 thoughts on “Akhirnya Mudik Juga (Mudik Berseri 3)

  1. selamat mudik kang Awam! semoga menyenangkan. terima kasih pula, sampai 3 tulisan kau buat!

    @Makasih juga buat Blogor yang dah memacuku tuk bikin postingan mudik.

    Posted by MT | September 14, 2010, 10:15 pm
  2. soal dunia ketenagakerjaan masih sama-sama belajar bang, lam kenal juga.

    @Makasih ya Mas dah jalin silaturahmi.

    Posted by Tri Wahyudi | September 15, 2010, 3:41 pm
  3. mudiknya penuh kehangatn dengan keluarga tentunya. salam dari saya

    @Waalaikumsalam. Tentu mudik Mas Narno juga demikian adanya.

    Posted by sunarnosahlan | September 17, 2010, 8:21 am
  4. wah asyik anak-anaknya bisa maen di kampung halaman,
    yang masih asri, masih sejuk udaranya,
    belum tentu kan suasana seperti itu bisa didapatkan saat di kota,
    semoga bisa merangsang pikirannya untuk menjadi lebih baik…

    @Ya, semoga, amin.

    Posted by isdiyanto | September 17, 2010, 11:31 pm
  5. turut merasakan energi mudik…. 😉

    @Ya, biar tetap bertaut dengan “akar sejarah” sebagaimana yang Kopral ajarkan.

    Posted by kopral cepot | September 18, 2010, 12:28 pm
  6. Kalo flu mah udah jadi menu wajib para pemudik kang, terutama karena perbedaan iklim [pengalaman sendiri Bogor-Indramayu]😀

    @Iya, Mif. Wah, ke Indramayu mah deket ya.

    Posted by Miftahgeek | September 18, 2010, 4:12 pm
  7. Selamat, artikel ini menjadi salah satu pemenangnya🙂

    @Tengkyu Aa Achoey. Besok Minggu bisa diambil ya hadiahnya.

    Posted by achoey | Oktober 4, 2010, 8:47 am

Trackbacks/Pingbacks

  1. Ping-balik: KUBURAN (Silakan Berpelesiran ke Sini) « Awamologi - Januari 10, 2011

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: