you're reading...
Sok Berbagi

Kelas Ekonomi pun Berbagi

Ini memang cerita soal kereta rel listrik (KRL) kelas ekonomi Jabotabek. Tepatnya jurusan Bogor-Jakarta atau sebaliknya. Tapi rasanya kok itu bisa jadi bukti bahwa yang kelas ekonomi awam-bawah-biasa pun bisa berbagi atau bahkan melebihi mereka yang kelas ekspres (kelas atas, elite, dan sejenisnya). Padahal, dari sisi “materi”, kelas ataslah yang lebih dituntut untuk berbagi.

Kejadiannya berlangsung hari Jumat, 3 Desember 2010. Tepatnya jelang salat jumat, pukul 11-an. Mendekati Stasiun Lenteng Agung ke arah Bogor, KRL kelas ekonomi yang kutumpangi tiba-tiba berhenti. Lama ternyata, hampir melebihi seperempat jam.  Wah, ada apa nih? Biasanya tertahan di stasiun. Ini masih di tengah perjalanan kok berhenti?

Rupanya KRL ekspres yang tadi di Stasiun Pasar Minggu menyalip KRL ekonomi yang aku tumpangi mogok. Wah, ini jarang terjadi. Yang sering mogok itu yang kelas ekonomi.  Yang lebih jarang lagi alias unik, KRL ekonomiku mesti merelakan tenaganya untuk mendorong KRL ekspres itu. Jaraknya terbilang jauh lho, mesti melewati empat stasiun hingga sampai Stasiun Depok (Lama) karena hanya di Depok itu ada percabangan rel.

Hebat juga ternyata, yang kelas ekonomi mesti berkorban untuk kelas yang lebih tinggi.  Maka, yang bertanggung jawab mengurus kelas ekonomi mesti lebih peduli. Jangan anak-tirikan mereka, baik dalam urusan kereta maupun yang menyangkut rakyat jelata.

Ini kuambil gambarnya di Stasiun UI, kanan KRL ekspres, kiri KRL ekonomi.

About Bahtiar Baihaqi

Sekadar ingin berbagi, dari orang awam, untuk sesamanya, orang awam pula dan mereka yang prokeawaman.

Diskusi

5 thoughts on “Kelas Ekonomi pun Berbagi

  1. iya pak awam, saya kalau pulang ke solo dengan kereta ekonomi rasanya juga lebih terasa berbagi. kami yang tidak saling kenal bisa berbagi makanan heheheheeh

    @Percaya aku, Indah memang suka berbagi. Terutama kalau aku kelaparan (padahal lapar terus ya… haha).

    Posted by zadinda | Desember 5, 2010, 11:47 pm
  2. tulisan yang membuat kita semua merenung.. akan arti berbagi, juga akan arti “ekonomi” dan “non-ekonomi”..

    juga arti “perbedaan dan pembedaan” serta konsekuensi penerapan arti tersebut!

    Posted by unggulcenter | Desember 6, 2010, 8:54 am
  3. Bagi, kali, tambah, kurang adalah lambang-lambang matematis. Dan, membagi adalah pekerjaan yang tersulit. Coba bandingkan:
    7 : 3 = ….?
    7 x 3 = …?
    7 + 3 = …?
    7 – 3 = ….?
    So, orang yang bisa “berbagi” adalah yang paling unggul.

    Posted by Akhmad Tefur | Desember 6, 2010, 10:12 pm
  4. hidup itu memang untuk berbagi, dan di situlah makna hidup lebih berarti, cimmw….

    Posted by gas pressure regulator | Januari 3, 2011, 9:48 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: