you're reading...
Awamologi

Dari Hijrah hingga Mantra Obama (Muhasabah Akhir/Awal Tahun)

Selamat tahun baru Hijriah hari ini (7 Desember 2010 M/1432 H) dan tahun baru Masehi (nanti, 25 hari lagi, 2011). Semoga tidak hanya ganti penanggalan baru, tapi juga pembaruan pada hal-hal lain sehingga lebih baik.

Memang, hakikat momen pergantian tahun adalah perubahan untuk perbaikan diri, untuk hijrah dengan target menjadi orang yang tidak rugi (hari ini mesti lebih baik dari hari kemarin) sebagaimana diingatkan dalam Alquran Surat “Wal ‘Asri” (Al-Ashr) dan hadis Nabi Muhammad SAW. Teladannya ya jelas hijrah Nabi dari Mekah ke Madinah dulu (tahun 622 M) hingga sukses membentuk masyarakat madani di kota yang semula bernama Yatsrib itu.

Memang, dalam Islam, konsep hijrah itu berlaku terus-menerus sepanjang hayat, bermuhasabah (evaluasi diri) secara bersinambung sepanjang waktu, hari demi hari sebagaimana dengan manis ditembangkan oleh Raihan, “Demi masa, sesungguhnya manusia (dalam) kerugian; melainkan  yang beriman dan beramal sholeh…(dst),” yang mengambil intisari dari QS “Wal ‘Asri” dan hadis Nabi tadi.

Intinya, manusia mesti memberi poin nilai dalam rentang waktu hidupnya, yaitu dengan nilai keimanan, sehingga hidup menjadi bermakna, tidak berlalu begitu saja. Namun, iman saja nggak cukup, mesti terjun ke lapangan dengan beramal saleh. Juga mesti dibarengi dengan saling bernasihat soal kebenaran (kebaikan) dan kesabaran.  Artinya, kebenaran/kebaikan yang kita nasihatkan itu mesti juga disampaikan dengan sabar, dengan kasih sayang, termasuk dalam menasihatkan kesabaran itu sendiri.  (Ini dari “Wal ‘Asri”).

Lalu, dari hadis Nabi, kita diingatkan untuk selalu mempergunakan rentang usia dengan bijaksana dengan berpatokan pada lima perkara (hal).
….
Ingat lima perkara sebelum lima perkara
Sihat sebelum sakit
Muda sebelum tua
Kaya sebelum miskin
Lapang sebelum sempit
Hidup sebelum mati

…. (mengutip “Demi Masa” Raihan)

Praktik yang lebih teknis lagi dari hijrah (dengan meneladani Nabi dalam periode hijrah) setelah bermuhasabah adalah bikin program perbaikan atau pembenahan dan melakukan perubahan sebagaimana dengan ringkas dan jelas telah dikhotbahkan oleh Pak Ustaz (Akhmad Tefur).

Berikut ini sekadar contoh program perbaikan yang diambil sebagian (dengan diubah seperlunya) dari paparan Pak Ustaz (yang untuk lengkapnya bisa disimak pada tautan di atas).

  • Memperbaiki cara salat
  • Melaksanakan salat berjamaah di masjid lima waktu
  • Bersedekah rutin
  • Berpuasa Senin-Kamis
  • Membuka tabungan haji
  • Dan lain-lain sesuai dengan kebutuhan kita sendiri.

Pastikan kita sudah memiliki “program hijrah”. Buatlah secara tertulis! Kemudian, agar selalu ingat bahwa kita tengah melaksanakan program tersebut, beberapa perubahan (sebagai simbol/sarana pengingat, tapi bisa juga termasuk perubahan esensial) dapat kita lakukan.

  • Ganti “nama (alias/sapaan)”
  • Pindah tempat tinggal yang lebih kondusif
  • Ubah penampilan dengan cukur rambut, bisa sampai gundul atau sebatas pangkas kumis, tapi pelihara jenggot (misalnya)
  • Pakai jilbab bagi akhwat yang belum memakainya
  • Ubah rute perjalanan rutin kita
  • Dan lain-lain

Secara umum, sebuah perubahan ke arah yang lebih baik memang senantiasa diperlukan. Simak misalnya betapa terpilihnya Barack Obama menjadi Presiden AS itu karena dia piawai mewacanakan program perubahan. Itulah “mantra sakti” Obama yang membawanya menjadi presiden kulit hitam pertama AS.

Namun, wacana saja tentu menjadi tak bermakna. Perlu perwujudan nyata dalam tindakan. Apakah Obama telah menepati semua janji-janjinya? Itulah soalnya, belum. Terutama untuk tatanan dunia yang adil. Apalagi untuk peningkatan ekonomi dalam negeri sendiri pun dia belum berhasil.

Itulah perlunya untuk selalu bermuhasabah, melakukan evaluasi, introspeksi. Lalu berhijrah.

Eh, kok, jadi membicarakan orang lain, diri sendiri jadi terlupa deh. Padahal, itu yang terpenting. Mulailah dari diri sendiri. Mulailah saat ini pada momen pergantian tahun ini. Selamat tahun baru Hijriah dan (sebentar lagi) tahun baru Masehi. Mari kita wujudkan dunia yang damai-berseri.

Artikel  ini diikutsertakan pada Kontes Unggulan Muhasabah Akhir Tahun di BlogCamp. Semoga berkah. Amin.

About Bahtiar Baihaqi

Sekadar ingin berbagi, dari orang awam, untuk sesamanya, orang awam pula dan mereka yang prokeawaman.

Diskusi

6 thoughts on “Dari Hijrah hingga Mantra Obama (Muhasabah Akhir/Awal Tahun)

  1. ya, hijrah saatnya berubah

    @Semoga kita mampu melaksanakannya dengan baik.

    Posted by MT | Desember 7, 2010, 11:51 am
  2. Artikel anda belum memenuhi syarat untuk diikutsertakan dalam Kontes karena merupakan artikel pencerahan yang berlaku secara umum dan bukan muhasabah dari kehidupan diri anda sendiri.
    Silahkan dibuat artikel baru yang plus minus “ketokohan anda” dalam muhasabah akan tampak menonjol.

    Harap maklum. Terima kasih
    Salam hangat dari Surabaya

    @Salam dan terima kasih kembali kepada Pak Abdul Cholik atas pemberitahuan koreksinya. Insya Allah segera diperbaiki lewat postingan baru.

    Posted by Shohibul K.U.M.A.T | Desember 7, 2010, 2:59 pm
  3. Selamat Tahun Baru 1432 H

    Mulai dari diri kita, mulai dari hal-hal yg kecil dan mulai hari ini.
    Saya selalu ingin hijriyah bisa memotivasi saya untuk melakukan perbaikan.
    Hijrah adalah berpindah, maka saya ingin senantiasa berpindah pada arah yg lebih baik
    Arah hati yang lebih dekat ke Allah.
    Arah diri yang lebih enunjukkan kemampuan menghamba dengan baik.
    Maka wajar jika saya sepakat ini dijadikan momentum, perbaikan diri yang diawali dengan bermuhasabah.
    Bukan begitu guruku?🙂

    @Iya, idem.

    Posted by achoey el haris | Desember 7, 2010, 6:39 pm
  4. ingin mencoba mengganti nama😉

    Selamat Tahun Baru 1432 H

    Posted by Kopral Cepot | Desember 10, 2010, 11:05 am

Trackbacks/Pingbacks

  1. Ping-balik: Tweets that mention Dari Hijrah hingga Mantra Obama (Muhasabah Akhir/Awal Tahun) « Awamologi -- Topsy.com - Desember 7, 2010

  2. Ping-balik: Muhasabah Terus? Wah, Payah! « Awamologi - Desember 8, 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: