you're reading...
Unek-unek awam

XL, yang Murah dan yang Berkah

TENTU SAJA layak untuk digarisbawahi bahwa XL sebagai penyedia jasa (pe)layanan telekomunikasi berkomitmen untuk memberikan yang terbaik bagi pelanggan dan bagi Indonesia. Dalam kaitan itu, menarik untuk ditekankan pula bahwa tarif telekomunikasi yang murah akan berdampak sangat positif terhadap upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesia.

Murah bukan berarti murahan. Artinya tetap memiliki kualitas yang baik dan yang tak kalah penting adalah dapat menjangkau sebanyak mungkin masyarakat Indonesia, terutama mereka yang kurang mampu secara ekonomi dan berada dalam wilayah terpencil, termasuk mereka yang di daerah perbatasan.

Mungkin kita masih ingat bahwa XL menjadi pelopor kartu perdana seluler dengan harga sangat terjangkau. Ini jelas sangat membantu masyarakat dan mempermudah mereka untuk mendapatkan sarana komunikasi. Apalagi, tarif pulsanya pun masuk akal. Artinya, termasuk dalam kategori operasional bagi masyarakat kebanyakan. Tambahan pula, berdasarkan pengalaman sebagai pengguna, kartu seluler XL ternyata relatif memiliki jangkauan sinyal yang memadai.

Kebetulan, tempat tinggal kami berada di lembah meski bukan di daerah pedalaman. Masih di wilayah Jabotabek. Tepatnya di daerah Citayam/Bojong Gede, berada di antara Bogor dan Depok/Jakarta. Sinyal televisi saja kurang bagus. Namun, alhamdulillah, handphone/HP atau telepon seluler/ponsel (berkartu) XL kami (saya dan istri) masih bisa mendapatkan sinyal dengan baik. Ada memang paket ponsel murah dengan kartu seluler tertentu, tetapi ternyata kulitas sinyalnya lebih buruk.

Begitu pula bila kami menggunakan kartu XL untuk modem pada laptop. Kartu XL termasuk jenis yang masih mampu tembus sinyalnya ke domisili kami. Namun, jika dibandingkan dengan pemakaian pada ponsel, berinternet-ria via laptop lebih alot. Hal ini agaknya perlu menjadi perhatian XL untuk memberikan perbaikan. Hanya saja, memang, tarif bulanan internetan dengan XL masih relatif lebih mahal. Terus terang, untuk yang ini belum dapat dijangkau oleh lebih banyak warga masyarakat berpenghasilan rendah. Kami pun masih merasakan hal itu. Maka, kami mencoba menggunakan kartu yang bulanannya lebih terjangkau. Perlu pula dijadikan pertimbangan bahwa ”keabadian” status kartu pun merupakan servis yang sangat berarti bagi kami. Artinya, status aktif kartu itu berlaku untuk selamanya sehingga membuat nyaman dalam penggunaannya.

Itu semua antara lain ilustrasi yang kiranya dapat dijadikan inspirasi bagi perbaikan pelayanan ke depan. Kini, mari kita lihat betapa hal-hal yang demikian itu––kemudahan akses sarana telekomunikasi dengan tarif yang murah––dapat memberikan pengaruh yang berarti bagi orang-orang yang berada dalam kelas ekonomi (menengah ke) bawah.

Tak dapat dimungkiri, makin mudah diaksesnya internet dan pelbagai sarana komunikasi buat masyarakat yang lebih luas akan memberikan perbaikan tingkat pengetahuan dan kesempatan atau peluang untuk memperbaiki kualitas kehidupan, baik secara materi (ekonomi) maupun nonmateri (mental spiritual). Sebagai contoh, kehadiran ponsel terbukti dapat membantu warga masyarakat dalam bisnis. Mereka tak harus repot lagi untuk melakukan berbagai aktivitas pendukung yang menunjang bisnisnya, misalnya tak harus sering bolak-balik ke tempat kulakan hanya untuk membeli barang. Mereka juga tak perlu harus bolak-balik ke bank untuk mentransfer sejumlah uang ke toko langganan. Cukup menekan keypad yang ada di ponsel, selanjutnya proses pembelian barang dan transaksi pembayaran pun bisa dilakukan.

Para petani juga bisa mendapat banyak keuntungan dari adanya jaringan telekomunikasi seluler. Jika saat panen tiba, mereka bisa mengetahui informasi harga terakhir dengan cepat sehingga tidak mudah terkecoh oleh penawaran tengkulak yang sering merugikan.

Mereka juga bisa menghemat uang berkat adanya fasilitas SMS (short message services). Dengan fasilitas ini, informasi bisa dengan cepat diketahui, terutama jika ada kiriman uang dan barang untuk mereka.

Tahun lalu (2009), penelitian Bank Dunia yang dilakukan di 120 negara pun menyatakan bahwa ada hubungan kuat antara penggunaan ponsel, broadband, dan produk domestik bruto (gross domestic product/GDP). Dijelaskan dalam penelitian tersebut, kenaikan 10% dalam broadband akan meningkatkan GDP sebesar 1,38% di negara berkembang. Adapun kenaikan 10% penggunaan ponsel di negara berkembang ikut menyumbang peningkatan GDP sebesar 0,81%.

Jadi jelas, kemudahan (dan kemurahan) akses sarana telekomunikasi seluler ikut mendorong pertumbuhan ekonomi di suatu daerah.

Lalu, kita juga dapat mengaitkan akses teknologi informasi dan komunikasi itu dengan dunia pendidikan secara umum untuk peningkatan kualitas hidup. Dalam upaya pengentasan masyarakat dari kemiskinan, misalnya, pendidikan memang menjadi salah satu prioritas. Peningkatan akses masyarakat terhadap fasilitas dasar pendidikan, yang di dalamnya dapat ditunjang dengan sarana teknologi informasi dan komunikasi, jelas dapat meningkatkan kualitas pendidikan mereka. Pada gilirannya, peningkatan kualitas itu akan meningkatkan perekonomian masyarakat dan kualitas kehidupan mereka secara umum.

Dalam hal pendidikan ini, teknologi internet dan ponsel dapat berkonvergensi, misalnya dengan menyokong pengadaan perpustakaan digital. Bayangkan jika perpustakaan sebagai penopang pengetahuan masyarakat itu dapat dengan mudah (dan murah) diakses dari sebuah ponsel layaknya e-banking, perubahan masyarakat untuk melek pengetahuan jelas akan berkembang secara signifikan. Hal ini pada gilirannya akan memberikan efek berganda yang amat bermakna bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Lebih jauh lagi, XL dapat menjadi pionir pendobrak pasar atau yang diistilahkan Rhenald Kasali sebagai the crackers melalui terobosan tarif murah yang mampu mengubah produk premium menjadi freemium yang meng-crack produk-produk premier (premium) menjadi almost free of charge, nyaris gratis. Tarifnya sangat murah, tetapi perusahaan (dalam hal ini XL) menjadi sangat kaya. Bukan karena volumenya yang dikejar atau frekuensi pemakaiannya yang tinggi saja, melainkan karena business process mereka dibongkar menjadi ramping dan simpel.

Sementara itu, masyarakat harus mampu mendidik diri mereka sendiri secara sosial dan mental spiritual agar bisa menepis sisi negatif dari pengaruh perkembangan teknologi informasi dan komunikasi itu. Adapun operator telekomunikasi seperti XL bisa memberikan dukungan tidak hanya dalam urusan sarana teknologinya, tapi juga dalam hal-hal lain semisal lewat jalur corporate social responsibility (CSR) sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan. Dengan demikian, kemurah-mudahan akses sarana telekomunikasi yang diberikan XL akan memberikan keberkahan bagi masyarakat Indonesia. Amin.***

About Bahtiar Baihaqi

Sekadar ingin berbagi, dari orang awam, untuk sesamanya, orang awam pula dan mereka yang prokeawaman.

Diskusi

13 thoughts on “XL, yang Murah dan yang Berkah

  1. Saya juga pemakai XL mas, namun menurut kawan sebelahku, XL untuk koneksi internet katanya mahal. Nggak tahu juga aku karena aku nggak makai.

    @Iya, Pak Wandi. Di sini pun saya bilang, untuk berinternet, bulanan xl masih mahal. Makanya, ini mungkin bisa jadi bahan pertimbangan xl.
    Makasih dah singgah.

    Posted by Pak Wandi | Desember 23, 2010, 6:22 am
  2. Terima kasih infonya sobat, saya malah baru tahu…..well done. salam persahabatan dari pekalongan.

    @Salam kembali Pak Guru. Semoga kita bisa selalu bertukar info yang bermanfaat.

    Posted by teguhsasmitosdp1 | Desember 24, 2010, 2:16 pm
  3. di kost saya justru byar-pet sinyal nya –”

    @Iya, sama, di tempatku juga. Yang aku bingung, untuk berinternet via modem, tetap alot meski indikator sinyalnya lumayan. Padahal, dengan indikator yang sama saat di Bandung/kota, ngenet lancar.

    Posted by Miftahgeek | Desember 25, 2010, 2:46 am
  4. mohon maaf baru dibalas, buku yang dimaksud adalah buku lama tahun 2008 diterbitkan oleh Indiva kumpulan bersama 15 orang dengan Judul Kata Orang Aku Mirip Nabi Yusuf

    @Gpp, Mas. Biar buku lama, yang pasti ada tulisan Mas Narno di situ, menjadi bagian dari sejarah. Bisa jadi penyemangat untuk terus menulis.

    Posted by sunarno2010 | Desember 27, 2010, 11:07 am
  5. sayang nang ndesasku BAnyumas langkas sinyale

    @Sing bener kuwe. Mengko ben ditambah BTS.

    Posted by Maskur | Desember 28, 2010, 8:04 am
  6. memang sih XL saya liat sebagai promotor awal murahnya biaya selular di indonesia tapi hehehehe

    @Tapi apa nih bos…😀

    Posted by ardhan | Desember 28, 2010, 1:08 pm
  7. Ringkasnya, XL adalah kartunya orang awam…🙂

    @Mudah-mudahan makin pro-awam.

    Posted by Akhmad Tefur | Desember 28, 2010, 10:56 pm
  8. Kami menulis tentang blog anda, silakan kunjungi: http://jamaahblogsehat.wordpress.com/2010/12/30/awamologi/

    @Matur nuwun banget, Bos.

    Posted by Jamaah Blog Sehat | Desember 30, 2010, 9:25 am
  9. aku ga pernah pke xl sih.hehe.. cuma pengen ikut meramaikan komen .hehe

    @Oke, makasih.

    Posted by igasbujang | Desember 30, 2010, 10:55 am
  10. salam kenal ya kk.
    thanks infonya ya bos🙂
    kalo tidak keberatan yuk kita tukeran link.🙂
    ditunggu kabar baiknya ya🙂

    @Lam kembali, sama-sama. Tuker link boleh, tapi mending saling kunjung aja. Makasih atas atensinya.

    Posted by Kumpulan Hot Threads Kaskus | Januari 2, 2011, 6:04 pm
  11. cool

    @Thank’s.

    Posted by james | Januari 9, 2011, 6:54 am
  12. tetep ajach harus daftarkan..???
    untuk dptkannya..

    Posted by Nuraeni | Agustus 23, 2011, 10:13 am
  13. oya mas sy mw tnya ada gk program halo-halo Xl 1000 berkah dr XL?

    Posted by azka nugraha | Juni 28, 2014, 9:20 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: