you're reading...
Puisi Awam

Aku Sesuap Nasi dan Doa Selembar Koran

AKU SESUAP NASI

 

Aku mungkin hanya ingin menjadi sesuap nasi yang mengenyangkanmu

namun agaknya kau lebih suka bakso.  Baiklah kita nikmati saja, semangkuk

berdua.

 


 
DOA SELEMBAR KORAN

 

Lama sudah kudengar gemuruh banjir di Wasior, lalu Merapi

terus menari dalam gerak tak rapi ketika tiba-tiba tersedak

menyemburkan awan panasnya. Mata dan telinga pun nganga

sampai-sampai gempa tsunami di Mentawai terabai jua.

 

Ah, Yang Maha Berbicara, maafkan aku yang tercanggung-

canggung saja. Aku mesti bagaimana, sedangkan aku hanya

seonggok tak berdaya. Mungkin sejenis mi instan dalam kardus.

Atau selembar selimut kusut atau sekadar kompor minyak tanah.

Bisa juga cuma tabung gas 3 kilo yang sewaktu-waktu bisa ngaco.

 

Ah, biarlah, mengaku saja. Sejatinya aku ini hanya koran bekas

lembaran. Biasanya warga KRL menjadikanku alas dudukan,

tak layak untuk sekadar berbaring kalian di pengungsian.


Jadi, maafkan aku bila hanya sanggup berkata-kata. Aku hanya

ingin apa adanya dan menengadahkan diri saja. Siapa tahu kalian

suka, menerimaku sebagai sebentuk doa.

 

About Bahtiar Baihaqi

Sekadar ingin berbagi, dari orang awam, untuk sesamanya, orang awam pula dan mereka yang prokeawaman.

Diskusi

14 thoughts on “Aku Sesuap Nasi dan Doa Selembar Koran

  1. Duh, yg pas bagian koran itu.. Kesindir nih sebagai warga KRL…

    Posted by Asepsaiba | Oktober 28, 2010, 7:43 am
  2. saingane KAKI GIBRAN temenan

    Posted by Triyanto Banyumasan | Oktober 28, 2010, 1:37 pm
  3. Barusan lihat blog Awamologi di blogrollnya Ustadz Akhmad Tefur.. Kenal sama beliau pak? Beliau kan tetangga saya (Pak RT saya malah…🙂 )

    salam,

    Posted by Asepsaiba | Oktober 28, 2010, 9:43 pm
  4. Ikut tersindir pas bagian KRL nya *mengingat kesendirian kloter pertama pas #pb2010 –“

    Posted by Miftahgeek | November 1, 2010, 2:04 am
  5. dan rasanya aku pun tak lebih baik dari kisanak. Aku juga selembar koran, kuning malah. Semoga aku bisa menjadi sebentuk doa juga…..

    *edan, pak awam tambah dahsyat aja…

    Posted by zenteguh | November 2, 2010, 5:34 pm
  6. seuntai doa juga dahsyat dampaknya Kang🙂

    Posted by eneng ocha | November 4, 2010, 1:19 pm
  7. bakso pakai nasi……

    Posted by komuter | November 4, 2010, 2:27 pm
  8. @Mas Zen, amin. Ah, bisa aja.

    @Ya, makasih, Echa.

    @Komuter (raja ali haji ya), minumnya apa? He he.

    Posted by Awam | November 5, 2010, 9:12 am
  9. kerasnya kehidupan demi sesuap nasi.

    Posted by toko bunga | Mei 28, 2013, 1:05 pm

Trackbacks/Pingbacks

  1. Ping-balik: Let’s Write With Banyumasan « Banyumasan Wordpress - Oktober 31, 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: