you're reading...
Gak jelas

Iblis Ternyata Baik Hati!

Jangan mentang-mentang lebih mulia daripada Iblis, manusia kelewat percaya diri bahwa pasti lebih baik ketimbang “si makhluk dari api” itu. Pada kenyataannya, manusia bisa lebih sadis-bengis daripada Iblis. Si Iblis sendiri malah lebih “manusiawi” atau tampak lebih baik. Nggak percaya? Coba resapi paparan kisah berikut ini.

Sebuah riwayat mengisahkan, suatu ketika saat Nabi Musa AS sedang duduk-duduk, datanglah Iblis mendekatinya. Ia berusaha menghormat kepada Musa dengan meletakkan tutup kepalanya dan memberi salam. Terjadilah dialog di antara mereka.

Musa bertanya tentang identitas sang “tamu”. Iblis menjawab. Musa bertanya lagi soal sesuatu yang ada di kepala Iblis. Dijawab Iblis dengan sebuah penjelasan bahwa itu untuk menarik hati bani Adam (manusia).

Musa pun bertanya lagi, “Perbuatan apakah yang dilakukan oleh bani Adam yang menjadikanmu paling berhasil menggodanya?”

Iblis menjawab, “Jika dia kagum kepada dirinya sendiri, bangga kepada amalnya, dan lupa akan dosa-dosanya.”

Lalu Iblis memberikan tiga poin peringatan kepada Musa. Katanya, “Wahai Musa, aku peringatkan engkau tentang tiga perkara.

Pertama, janganlah engkau berkhalwat dengan perempuan asing (bukan muhrim). Sebab, jika seorang laki-laki berkhalwat dengan perempuan asing, maka akulah yang akan menjadi ‘orang’ ketiganya.

Kedua, jika engkau mengadakan perjanjian dengan Allah, maka penuhilah janjimu itu.

Ketiga, jika engkau telah berniat mengeluarkan sedekah, maka cepat-cepatlah engkau mengeluarkannya kepada orang yang berhak menerimanya. Sebab, jika tidak engkau lakukan segera, maka aku akan memalingkannya darimu.”

Nah, benar kan, ternyata Iblis itu “baik hati”. Dia memberikan penghormatan kepada Musa, memberinya informasi (jawaban-jawaban) dan peringatan gratis.

Rupanya dia mempertimbangkan “sopan santun”, menganut “asas transparansi”, dan mematuhi esensi “undang-undang tentang keterbukaan informasi publik”. Padahal, manusia sang pelahir undang-undang itu malah kerap mengingkari atau menyelisihinya. Mereka demen jadi pendusta, penipu, dan pengkhianat sesama kaumnya. Nauzubillahi minzalik.

Demikianlah, nukilan kisah “Dialog antara Musa dan Iblis” itu aku kutip dari buku 99 Kisah Hikmah Pilihan: Menggali Hikmah Terpendam karya Sayyid Muhammad asy-Syirazi (terjemahan dari Penerbit Pustaka Hidayah, Bandung, Cet. I Agustus 2006).

About Bahtiar Baihaqi

Sekadar ingin berbagi, dari orang awam, untuk sesamanya, orang awam pula dan mereka yang prokeawaman.

Diskusi

16 thoughts on “Iblis Ternyata Baik Hati!

  1. kawan mau ngasih tahu PTC baru nih…
    yang bakal aktif tanggal 1 Agustus.
    yang berminat silakan kunjungi link dibawah ini…
    http://www.imcrew.com/?r=58489
    maaf klo mengganggu…
    salam hangat…

    @Gpp kok Mas. Malah jadi tau, siapa tau nanti diperlukan.

    Posted by rumus cepat matematika | Juli 14, 2010, 9:58 am
  2. betul mas,
    iblis paling sering dikambing-hitamkan manusia

    @Ya, padahal, kitalah kambingnya … he he.

    Posted by bahtiar bhi | Juli 14, 2010, 12:59 pm
  3. Kata “hilaf” paling sering dibuat untuk menyerahkan kesalahan seseorang ma setan, padahal mah setan cuma ngodain, yang ngelakuin mah dia juga y kang🙂

    @Bisa jadi, kadang-kadang, kitalah yang “menggoda” Iblis (setan).

    Posted by Miftahgeek | Juli 14, 2010, 3:51 pm
  4. ato mungkin kita jg harus bljar sisi positif dari ciptaan Alloh ini ya?

    misalnya transparansi sprti yg disampekan awamologi di atas dan juga sifat “pantang menyerah” dan “pantang putus asa”nya, iblis khan ga pernah menyerah/putus asa menggoda manusia sampe hari kiamat tuh..

    @Ya, dari mana/dari siapa pun kita bisa mengambil hikmah/sisi positinya.

    Posted by masfaj | Juli 16, 2010, 2:01 pm
  5. subahannallah…
    terimakasih ulasan pencerahannya yang perlu dikaji ini.

    salam adem ayem😀

    @Makasih juga. Waalaikumsalam.

    Posted by andipeace | Juli 17, 2010, 5:31 pm
  6. yg gw bingung…. percakapan musa dan iblis ini terdokumentasi dimana ya? emangnya ada di kitab suci gitu?

    @Dari buku yang kukutip tak dijelaskan sumbernya. Rasanya sih tak ada di kitab suci. Itu biasanya dari sumber-sumber sekunder, mungkin juga kisah-kisah Israiliat. Tapi, kita sih bisa tetap ambil hikmahnya, sesuai dengan judul buku itu, asalkan isinya “masuk akal”. BTW, makasih Chanx atas pertanyaan kritisnya.
    Yang pasti, seneng banget ditengok seleb… he he.

    Posted by ichanx | Juli 17, 2010, 10:16 pm
  7. biasanya kisah-kisah seperti ini hasil dari riwayat-riwayat dahulu, dari nabi yang berhubungan langsung kemudian diceritakan2 hingga sampai pada orang-orang jaman sekarang…

    Posted by Jabon | Juli 23, 2010, 8:50 pm
  8. sebenarnya semua ciptaan tuhan itu ada manfaatnya… hehe

    Posted by alumnidarulamanah | Juli 23, 2010, 8:54 pm
  9. jadi iblis ngasih tips yang jitu dhonk….
    hehehe

    Posted by Jabon | Juli 23, 2010, 8:57 pm
  10. Ya gw da stujunya krna iblis itu masih mengakui kalau Allah swt adalah Tuhan semesta alam dan ia tidak syirik kepada-Nya
    Sedangkan kita…..??? Malah lbih parah dari itu, Benarkan?

    Posted by Fick | Agustus 5, 2010, 8:54 pm
  11. Mhn ijin share Pak..

    ===
    Silakan, Mba. Makasih dah mampir.

    Posted by Syahnaz Subroto | Agustus 17, 2012, 11:46 am
  12. allah swt menciptakan manusia dari tanah .malaikat dari nur .setan dan jin dari api. hewan dari tanah .tumbuhan tanah dan air. bumi dari air ,tanah,api.bintang dari cahaya dan api. dan mahluk lain dari all elment tapi belum di ketahui.

    Posted by idayanti | Agustus 2, 2014, 10:34 am
  13. setan terbuat dari api dan kejahatan .jin terbuat dari api dan kebaikan dan kejahatan.malaikat dari nur ,kebaikan dan kepatuhan

    Posted by idayanti | Agustus 2, 2014, 10:36 am
  14. maaf rasanya kisah ini tidak bisa menjadi rujukan yang benar, karena tidak ada satu ayat QURAN yang menjadi dalilnya, sangat boleh jadi ini sekedar salah satu kisah israiliyat yang banyak beredar di jaman peradaban Yunani Kuno
    #Wallahua’lam

    Posted by Hikmat | Desember 31, 2015, 9:33 pm
  15. Kasihan juga , padahal manusianya sendiri aja yang gak bisa nahan hawa nafsu mereka sendiri . yang disalahkan setan
    Motivator Semarang

    Posted by ILYAS AFSOH | Mei 12, 2016, 8:29 am

Trackbacks/Pingbacks

  1. Ping-balik: Bukan Bahlul Sembarang Bahlul « Awamologi - Juli 19, 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: